Connect with us

Peristiwa

Gelombang Mulai Surut, Pantai Somandeng dan Watu Lawang Alami Kerusakan Terparah

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak beberapa hari terakhir ini, kawasan pantai selatan Gunungkidul dilanda gelombang pasang. Akibat gelombang ini, ratusan bangunan warung maupun gazebo milik warga dan pedagang di pesisir pantai mengalami kerusakan. Puncak gelombang pasang sendiri diperkirakan telah terjadi pada Jumat (29/05/2020) dini hari tadi. Saat ini, kondisi gelombang telah mulai surut.

Koordinator SAR Linmas Wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Handoko Bayu Sagara menjelaskan, dini hari tadi menjadi puncak gelombang pasang di wilayahnya. Saat itu, tinggi gelombang di tengah laut mencapai 18 feet. Adapun datangnya puncak gelombang terjadi ketika kondisi air laut surut.

“Kondisi Pantai Sadeng, Siung, Timang dan lain sebagainya di wilayah satu kondisinya aman,” jelas Sunu.

Ia mengatakan, kondisi sebelumnya pada Selasa (26/05/2020) lalu, gelombang terjadi pada siang hari. Menurutnya, ketinggian gelombang mencapai 16 feet.

“Selasa sampai Kamis kemarin tinggi gelombang sampai 16 feet atau lima meter,” paparnya.

Dituturkan oleh Sunu, pada siang ini, kondisi laut cukup aman terkendali. Ombak air laut pun sudah surut.

Berita Lainnya  Dua Bencana Terjadi di Gedangsari dalam Sehari, Kerugian Mencapai Puluhan Juta

“Hingga pukul 13.00 WIB ini, kondisi terakhir gelombang sudah landai,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Edy Basuki mengatakan, berdasarkan data yang masuk ke jajarannya, ada sebelas pantai yang turut terdampak gelombang pasang. Diantaranya adalah Pantai Sundak, Somandeng, Sepanjang, Watu Lawang, Indrayanti, Sadranan, Slili, Krakal, Baron, Ngandong dan Ngrumput.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, Pantai Somandeng dan Watu Lawang menjadi pantai yang terparah kerusakannya,” jelas Edy, Jumat (29/05/2020).

Lebih lanjut ia menambahkan, gelombang tinggi mulai terjadi sejak hari Selasa dengan ketinggian sekitar 4 meter. Gelombang tinggi ini menghantam 3 pantai dan merusak beberapa fasilitas. Di antaranya di Pantai Sundak setidaknya ada 5 gasebo dan 1 warung makan rusak.

“Sedangkan di pantai Somandeng 6 gazebo dan 2 unit kamar mandi rusak, dan di Pantai Sepanjang 1 gazebo rusak,” tutur Edy.

Pada hari Rabu (27/5/2020), gelombang tinggi menghantam 10 pantai dan merusak fasilitas. Di antaranya di Pantai Watu Lawang membuat 3 gazebo hilang, di Pantai indrayanti ada 3 gazebo dan 2 kamar mandi serta 1 bangunan resto rusak. Sementara di Pantai Somandeng setidaknya ada 10 unit gazebo rusak ringan, 40 gazebo rusak berat, 2 warung makan rusak, 9 kamar mandi rusak dan talud sepanjang 10 meter jebol.

Berita Lainnya  Ngerinya Kecelakaan Motor vs Truk Tangki di Panggang, Guru Nyaris Terlindas

“Di Pantai Sepanjang ada 2 gasebo dan 3 lapak pedagang rusak. Sementara di Pantai Sadranan 63 gasebo rusak berat dan 14 gasebo rusak ringan serta Pantai Slili ada 1 gasebo hilang terbawa arus,” bebernya.

Tak jauh dari Pantai Slili, tepatnya di Pantai krakal gelombang tinggi membuat Pondasi pos SAR Krakal jebol. Di Pantai Baron lapak pedagang rusak dan talud pembatas jebol.

“Pantai Ngandong ada 8 gasebo rusak berat, lapak snorkling rusak dan warung makan rusak. Sementara Pantai Ngrumput ada warung makan rusak,” imbuh dia.

Sementara di Kamis (28/5/2020) gelombang tinggi membuat bangunan di Pantai Watu Lawang Desa Tepus dan mengakibatkan 3 gazebo hilang hanyut terbawa arus, 10 gasebo rusak berat, 2 warung makan rusak, 3 kamar mandi rusak serta tanggul pembatas sepanjang 4 meter jebol. Di Pantai Indrayanti, bangunan warung kembali mengalami kerusakan sehingga membuat 5 buah meja dan 5 buah kursi hilang. Sementara di Pantai Ngandong, 1 unit gazebo dan 3 lapak pedagang hilang terbawa arus.

Berita Lainnya  Tiga Laka Laut di Hari Pertama Libur Lebaran, Bocah Tenggelam di Pantai Baron

Kendati belasan pantai mengalami kerusakan, beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini. Hal tersebut lantaran ditutupnya kawasan pantai sejak akhir Maret lalu terpaksa dilakukan untuk memutus rantai penyebaran covid19.

“Kami masih melakukan kalkulasi kerugian materilnya, beruntung tidak sampai ada korban dalam peristiwa ini,” tutup Edy.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler