fbpx
Connect with us

Pariwisata

Geosite Ngingrong Jadi Pilot Project Persiapan Aktivasi AKB

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Adaptasi Kebiasaan Baru di sektor wisata terus digenjot dengan berbagai fasilitas protokol kesehatan. Fasilitas-fasilitas ini nantinya akan dirangkai menjadi Standas Operasional Prosedur (SOP) pada destinasi wisata. Berbagai persiapan dilakukan oleh pengelola wisata untuk mempersiapkan tatanan baru ini. Di lokasi Geosite Ngingrong misalnya, saat ini tengah disiapkan fasilitas untuk menghadapi kunjungan wisata di tengah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Guna merealisasikan program ini, Badan Otoritas Borobudur (BOB) melakukan pendampingan persiapan aktivasi penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di destinasi wisaya Geosite Ngingrong. Hal ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum nantinya dibuka untuk umum.

Direktur Utama (Dirut) BOB, Indah Juanita mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia terkait dengan tata aturan AKB sektor Pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) ditengah pandemi covid-19. Melalui fungsi koordinatif pendampingan akan berlangsung dari tanggal 19 sampai 26 Oktober 2020.

“Kita lakukan pendampingan kepada 20 pengelola destinasi Geosite Ngingrong. Kita berharap mereka paham dan siap ketika nanti wisata dibuka,” ucap Indah, Senin (19/10/2020).

Dengan adanya pelatihan dan pendampingan SDM Parekraf menyambut AKB ini diharapkan pengelola dapat meneruskan izin buka terbatas Geosite Ngingrong yang telah disetujui oleh Gugus Tugas Covid Daerah Istimewa Yogyakarta. Tentu saja dengan SOP Adaptasi Kebiasaan Baru yang telah diulas saat pelatihan dan pendampingan.

Berita Lainnya  Perebutan Lahan Pantai Watukodok Tak Kunjung Usai, Komisi A DPRD DIY Akan Panggil Bupati Badingah

Lebih jauh disampaikan, kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa lokasi seperti Embung senja, Kabupaten Sleman dan provinsi Jateng yang dilaksanakan di Desa wisata Kenalan, Ketep Pass, Banyuroto, dan Gunung Gupak. Sehingga harapannya sebelum dibuka untuk umum baik pengelola maupun fasilitas yang ada sudah siap untuk menjalani wisata di era AKB.

“Perlu kita tekankan bahwa SOP setiap destinasi ini berbeda, bagaimana lokasi yang untuk selfie misalnya, harus ada jarak, jadi lebih variatif nantinya setiap destinasi berbeda SOPnya,” kata dia.

Terpisah, Direktur Kelembagaan dan Industri Pariwisata BOB, Bisma Jatmika menambahkan, pelatihan yang diberikan berupa sosialisasi aturan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, meliputi Pelatihan Penghitungan Carrying Capacity, Alur Wisatawan, Pemetaan Zonasi Wisatawan, Visitor Management, Layanan Prima, dan Sapta Pesona.

Berita Lainnya  Lagu Banyu Langit Karya Didi Kempot Dianggap Bantu Promosikan Wisata Nglanggeran

“Selain itu, BOB juga telah memberikan dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru kepada pengelola Geosite Ngingrong,” terang Bisma Jatmika.

Adapun fasilitas dan prasarana yang diberikan diantaranya Signage untuk carrying capacity dan alur penunjang, umbul-umbul, wastafel gerabah, instalasi, sinage pencegahan covid 19, rompi safety, thermo gun, tenda sarvanil full dinding 3×3, velbed, meja portabel, kursi portabel, masker kain, handsinitizer, sabun cair, kotak P3K, masker medis, sarung tangan, sepatu booth, sapu lidi, serok sampah, tempat sampah injak, dan tempat sampah fiber beroda.

“Geosite Ngingrong menjadi pilot project untuk wilayah Gunungkidul. Hasil dari pelatihan akan muncul Standar Operasional Prosedur (SOP) yang nanti bisa diduplikasi di tempat lain,” pungkas Bisma.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler