fbpx
Connect with us

Sosial

Golden Melon, Tahan Cuaca Kering Dengan Harga Jual Paling Tinggi

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Sektor hortikultura saat ini juga tengah dilirik oleh para petani di Gunungkiul. Sekarang, banyak petani yang memanfaatkan lahan mereka untuk menanam sayuran mupun jenis buah-buahan. Pasalnya meski berada di lahan kering, ada sebagian jenis sayuran dan buah yang mampu bertahan bahkan hasilnya sangat maksimal. Salah satu yang tengah diminati oleh banyak orang yakni budidaya golden melon, rock melon, dan semangka.

Di Gunungkidul sendiri potensi buah-buahan ini sangat bagus. Di beberapa Kapanewon, para petani telah melakukan budidaya tiga jenis buah tersebut dan bahkan telah meraup untung.

Salah seorang petani di Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, Kuncung menjelaskan, sudah sekitar 5 tahun terakhir ini ia mengembangkan buah rock melon, golden melon dan semangka. Saat ini, terutama untuk jenis golden melon sangat diminati oleh konsumen.

Sebenarnya, buah golden melon hampir sama dengan buah melon lainnya. Hanya saja pada berat satuannya agak berbeda dan lebih berat. Untuk pemeliharaan dan perawatan secara menyeluruh hampir sama, hanya saja jenis melon ini meski pada musim kering seperti sekarang ini jauh lebih maksimal kualitas buahnya. Selain itu, jika daun dan batang mengalami layu, hal tersebut tidak berpengaruh pada kualitas buah.

Berita Lainnya  Ditambah Beragam Fasilitas, Taman Kota Wonosari Akan Makin Ramah Anak

“Kalau golden melon itu rata rata berat 1,6 kg. sementara untuk rock melon 1,5 kg. Rasanya juga berbeda kalau golden melon lebih manis, harganya lebih tinggi pula,” kata Kuncung yang merupakan Ketua Kelompok Tani Maju Cikal atusigar, Senin (13/07/2020).

Dari petani sendiri untuk golden melon dihargai sekitar 12 ribu per kilogramnya. Harga ini lebih tinggi dari jenis melon lainnya. Saat ini, golden melon sendiri baru banyak dipanen oleh para petani.

“Kalau rock melon 900 batang itu menghasilkan 17 juta. dimungkinkan untuk golden melon omzetnya lebih banyak. Sekarang permintaan konsumen juga tinggi,”jelasnya.

Selain mengembangkan di wilayahnya, Kuncung juga memeiliki petani binaan di sejumlah daerah mulai dari Karangmojo, Semanu, Ponjong, Playen bahkan kawasan perbatasan denga Sukoharjo juga.

Berita Lainnya  Musim Tanam Tiba, Pande Besi Kebanjiran Pesanan

“Saya bergelut dengan buah ini baru 5 tahun. Dan bersyukurnya ada beberapa petani yang memiliki keinginan tinggi untuk membudidayakan buah dengan kondisi daerah seperti ini. Mereka telah menjadi petani binaan saya,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang petani di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Sukamto juga sejak beberapa tahun belakangan ini mengembangkan sektor hortikultura. Pada lahan yang tidak begitu luas, ia mengembangkan berbagai tanaman berbeda. Beberapa kali ia mengembangkan jenis sayuran, cabai, timun. Kemudian mengembangkan jenis semangka dan melon.

Saat ini ia tengah mengembangkan golden melon dan semangka. Menurutnya, musim kemarau seperti sekarang ini justru menghasilkan buah yang baik. Saat ini dirinya sedang panen golden melon dan semangka dengan hasil yang memuaskan.

“Ya Alhamdulillah ini untuk panen kali ini. Untuk golden melon sendiri baru saja dikembangkan, tahunya yang cari banyak banget. Masyarakat sekitar sini dan dari berbagai wilayah juga banyak yang cari sampai ke ladang,” ujar Kamto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler