fbpx
Connect with us

Sosial

Gunung Gambar Jadi Asa Gunungkidul Kembali Produksi Kopi

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Istilah ngopi saat ini sangat populer di masyarakat. Meski telah dikenal sejak lama sebagai salah satu jenis minuman paling terkenal, namun kini meminum kopi nampaknya sudah menjadi budaya bagi masyarakat. Kopi menjadi minuman wajib terutama sebagai teman ngobrol yang dianggap asyik. Popularitas yang begitu tinggi itu akhirnya membuat pasar kopi begitu luas. Tempat minum kopi dari yang sederhana sampai yang mewah bertebaran di mana-mana dan sebagian besar diantaranya selalu dijubeli pengunjung.

Gunungkidul rupanya mempunyai potensi sebagai wilayah penghasil kopi. Tak banyak yang tahu, beberapa waktu silam, ribuan tanaman kopi tumbuh subur di Gunung Gambar, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen. Sempat berbuah melimpah ruah, tanaman kopi tersebut justru ditebangi oleh warga setempat. Alasannya sangat sederhana yaitu ketidaktahuan warga mengenai budidaya serta pemasaran dari kopi.

Setelah puluhan tahun absen, harapan Gunungkidul untuk menjadi wilayah penghasil kopi mulai hampir kembali terwujud. Awal Januari 2018 silam, warga masyarakat di Desa Kampung mendapatkan bantuan ribuan bibit tanaman kopi. Diperkirakan, dalam 2 atau 3 tahun mendatang, tanaman kopi di Gunung Gambar bisa mulai berproduksi.

Kepala Desa Kampung, Suparna mengungkapkan, sekitar 3000 bibit tanaman kopi mulai tumbuh dan berkembang di Gunung Gambar. Rencananya, pada tahun ini, pihaknya akan kembali mendapatkan tambahan bantuan 6000 bibit tanaman kopi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Diceritakan Suparna, mulai bangkitnya perkebunan tanaman kopi di desanya tak lepas dari kunjungan salah seorang warga negara Korea Selatan bernama Ki-Myung Kim beberapa waktu silam. Mr Kim, begitu warga setempat menyapa Ki-Myung Kim, dengan cepat akrab dengan masyarakat. Dari situ kemudian diketahui bahwa Gunung Gambar memiliki potensi sebagai kebun kopi.

“Warga bercerita bahwa pada tahun 1990an, di lokasi ini sempat berkembang tanaman kopi dengan produksi yang baik,” ucap Suparna kepada pidjar.com, Rabu (14/02/2018) siang.

Kala itu, warga setempat kebingungan lantaran hasil kopi yang berlimpah tak ada yang berminat untuk membelinya. Produksi yang kemudian gagal membuahkan hasil itu membuat masyarakat lantas menganggap kopi sebagai tanaman yang tak berguna. Tak berselang, warga lalu membabat tanaman kopi tersebut untuk kemudian digantikan dengan tanaman lainnya yang dirasa lebih menghasilkan.

“Saat itu masyarakat tidak mengetahui bagaimana mengolah buah kopi sehingga bisa laku dijual, akhirnya ya ditebangi karena dianggap tidak berguna,” terangnya.

Melihat potensi tersebut, Mr Kim kemudian menawarkan bantuan kepada warga. Pria yang berprofesi sebagai dosen ini menghibahkan sekitar 3000 bibit tanaman kopi. Tak hanya itu, Mr Kim juga memberikan bantuan 10 ekor Luwak dengan proyeksi nantinya kopi-kopi dari Gunung Gambar bisa menghasilkan kopi luwak yang secara nilai harganya jauh lebih tinggi daripada kopi biasa.

“Kami sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan. Dan saya tegaskan meski bantuan yang diberikan kepada kami bernilai sampai ratusan juta, akan tetapi tidak ada motif apapun baik politik ataupun keagamaan. Beliau tulus membantu masyarakat Desa Kampung,” urai Kepala Desa.

Mendapatkan durian runtuh ini akhirnya kembali membangkitkan semangat warga setempat. Pertengahan Januari 2018 lalu, sekitar 68 kepala keluarga yang merupakan warga sekitar serta anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) kemudian bekerja bakti untuk membuat perkebunan di sekitar Gunung Gambar.

Menurut Suparna, saat ini tanaman kopi mulai tumbuh dengan subur. Pihaknya secara bergiliran melakukan perawatan rutin setiap beberapa hari sekali. Jika semuanya lancar, diperkirakan dalam 2 sampai 3 tahun mendatang, tanaman kopi bisa berbuah dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat.

“Kami akan menjadi desa pertama di Gunungkidul yang menjadi penghasil kopi,” ucapnya percaya diri.

Ia sangat berharap upaya ini nantinya bisa berjalan lancar tanpa aral melintang. Ia meyakini nantinya perkebunan kopi ini bisa menjadi tonggak kebangkitan masyarakat Desa Kampung. Dengan perkebunan kopi, selain menjual aneka hasil kopi, pihaknya juga akan membuka pariwisata di sekitar perkebunan. Obyek wisata ini nantinya akan mendukung pariwisata budaya yang sebelumnya telah ada. Seperti diketahui, di Gunung Gambar memang tersohor dengan petilasan Raden Mas Said atau lebih dikenal dengan Pangeran Samber Nyawa yang kemudian menjadi penguasa Mangkunegaran Surakarta.

“Kita harapkan semua lancar tanpa halangan,” lanjut dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler