fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Gunungkidul Jadi Wilayah Aglomerasi, Perjalanan Dalam Provinsi Diperbolehkan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Menteri Perhubungan (Menhub) telah merumuskan larangan mudik dalam Peraturan Menteri Perhubungan atau Permenhub No. PM 13 tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H. Namun begitu, Menhub telah memetakan delapan wilayah aglomerasi.

Kelala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Wahyu Nugroho, delapan wilayah aglomerasi merupakan pembebasan perjalanan pada kota yang saling terhubung. Delapan wilayah aglomerasi tersebut salah satunya yakni Jogja Raya yang terdiri dari Kota Yogayakarta, Kabupaten Bantul, Sleman dan Kulonprogo.

“Jadi pelarangan mudik ini tidak berlaku di wilayah yang saling terhubung misalnya penglaju dari Gunungkidul pergi ke Jogja atau sebaliknya boleh melaksanakan perjalanan,” ucap Wahyu, Senin (12/04/2021).

Wahyu memastikan pemerintah sudah memastikan pelarangan mudik kecuali pada kota yang saling terhubung. Selain itu juga perjalanan kedinasan, perjalanan sakit dan perjalanan ibu hamil yang hendak melahirkan masih bisa dilaksanakan.

“Selain poin tersebut kami pastikan dari luar DIY dilarang,” terang Wahyu.

Wahyu menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis pengawasan serta pembatasan pengendalian dari Kementrian Perhubungan. Menurutnya pengawasan melekat akan dilaksanakan dinas perhubungan di jalur masuk dan terminal.

“Untuk angkutan pribadi nanti kami mengikuti teknis dari kepolisian,” ujarnya

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan keberatan kaitannya dengan pelarangan mudik lebaran tahun ini. Menurutnya masyarakat sudah melakukan vaksinasi tentu saja memiliki imun yang lebih kuat.

“Mereka juga sudah paham protokol kesehatan, biarlah mereka mudik silaturahmi dengan keluarga agar imun semakin terjaga, prokes juga wajib diterapkan,” kata Heri.

Heri mengatakan, dengan mudik maka roda perekonomian pasti juga meningkat, jual beli masyarakat juga naik. Apalagi, lanjut Heri, silaturahmi dengan keluarga merupakan momentum ritual budaya tahunan.

“Apalagi sebagian masyarakat sudah vaksin, kesadaran dan pemahaman tentang covid sudah bertambah, dulu penyemprotan disinfektan dimana mana, lockdown nutup pintu masuk kampung saya rasa sudah cukup,” pungkas Heri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler