fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pemerintah Akan Bangun Postu Damkar di Karangmojo

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Peristiwa kebakaran kerap terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Banyak kejadian terlambat ditangani lantaran jarak kantor pemadam kebakaran dengan lokasi kejadian cukup jauh. Untuk meminimalisir terjadinya hal semacam itu, pemerintah akan membangun Pos Pembantu Pemadam Kebakaran (Postu Damkar) disejumlah titik. Pada tahun 2021 ini, pembangunan pertama akan dimulai di Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo.

PLT Kepala UPT Damkar Wonosari, Edy Basuki mengatakan, pembangunan Postu Damkar akan dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 200 juta, kemudian setelah selesai akan dilanjutkan ditahap berikutnya.

“Karena pemkab memiliki tanah di Karangmojo, yang dekat dengan sumber pengambilan air maka tahun ini dilakukan pembangunan fisik Postu Damkar tersebut,” kata Edy Basuki, Kamis (08/04/2021).

Postu di Karangmojo ini nantinya bisa melakukan penanganan kebakaran dengan jarak 2,5 km sampai dengan 7 km. Atau bisa mencakup wilayah Gunungkidul di bagian utara dan sebagian wilayah timur.

Data yang ada, menurutnya jumlah kejadian kebakaran tidak begitu banyak tingkat fatalitasnya ada beberapa yang bangunan habis dan kerugian mencapai puluhan juta. Namun demikian, menurutnya belum pernah sampai menyebar ke rumah-rumah penduduk.

Berkaca dengan beberapa kejadian yang ada, maka sangat perlu postu ini ada di beberapa kapanewon. Terlebih wilayah di Gunungkidul sangatlah luas. Edy menyebutkan jika kajian wilayah managemen kebaran perlu penambahan pos-pos pembantu di kawasan strategis.

“Paling tidak di Gunungkidul itu ada 5 lokasi (postu) tapi kita baru punya 1 di Kota Wonosari dan rencana ditambah di Karangmojo,” sambungnya.

Ia memaparkan jika adanya 1 UPT Damkar di wilayah kota ini masih sangat kurang dalam penanganan kedaruatan. Tak jarang, medan Gunungkidul yang seperti ini menjadi salah satu kendalanya.

“Terkait dengan 5 titik itu dimana saja kita belum memiliki kajian pastinya. Tapi untuk gambarannya diprioritaskan di kawasan padat penduduk dan dekat dengan sumber air,” imbuh Edy yang juga merupakan Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul.

Sementara itu, Kepala Seksi Bangunan Gedung dan Tata Bangunan Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan untuk pembangunan fisik Postu Damkar di Karangmojo tersebut saat ini sudah masuk dalam proses lelang. Sebenarnya untuk DED dari BPBD sudah ada sejak tahun 2015 lalu dengan estimasi anggaran mencapai Rp 594.456.000.

Namun demikian, rencana itu baru bisa ditindaklanjuti di tahun 2021 ini. Pada tahap pertama anggaran yang digunakan sebesar Rp 200.000.000. Kontrak pembangunan ini paling tidak selesai dalam waktu 3 bulan lamanya.

“Pembangunan diatas lahan seluas 2.000 meter persegi. Lokasinya strategis berada tepat di sekitar sumur bor,” ucap Nanang.

“Kalau informasinya memang Postu ini dibutuhkan di beberapa lokasi ya. Ada informasi pengusulan di daerah Paliyan, tapi kami belum tahu tepatnya,” jelas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler