Info Ringan
Guru-Guru Indonesia Yang Mampu Menggugah Keharuan Serta Menginspirasi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Guru bertanggungjawab atas generasi yang nantinya akan membangun negara, melakukan perubahan sosial dan peran lainnya. Tak ayal julukan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” pun melekat pada diri seorang guru. Tak hanya waktu dan pikirannya yang dikorbankan, banyak guru juga mendedikasikan hidupnya demi membentuk siswa atau anak didik yang cerdas dan membawa perubahan positif. Mereka bahkan menginspirasi banyak orang. Seperti beberapa guru inspiratif ini, yang melawan rasa takut serta ragu, berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa guru inspiratif di Indonesia.
Slamet Riyadi, Guru Asal Salatiga Yang Menjadi Astronot
Slamet Riyadi, demikian ia dipanggil. Guru SMP Negeri 4 Tengaran Satu Atap, Salatiga, Jawa Tengah ini merasa beruntung karena telah menjadi salah satu dari tujuh orang guru yang mengikuti program Honeywell for Educators at Space Academy (HESA). Ia bersama keenam guru lainnya diberangkatkan ke Space Academy, Antariksa di Hunstville, Alabama, AS. Selama satu pekan ia bersama keenam guru Indonesia melaksanakan serangkaian pembekalan materi ilmu STEM (Sains, Teknologi, Engineering/Teknik, Matematika) dan pelatihan fisik yang diberikan oleh astronot NASA.
Dalam pelatihan tersebut, guru asal Salatiga ini sangat menikmati sekali. Mulai pukul 7 pagi hingga pukul 7 malam, materi yang diberikan oleh HESA sangat menantang, apalagi ia merupakan seorang guru matematika. Ia juga melakukan “simulasi” layaknya seorang astronot sungguhan. Simulasi tersebut dilakukan di suatu wahana khusus dengan gravitasi nol, otomatis mengambang dan bisa berjalan seperti di bulan.
Ahmad Haris, Guru Yang Rela Menyebrangi Laut Demi Mengajar

atu tahun yang lalu, sempat viral sebuah video yang beredar di media sosial. Video itu menunjukkan sosok laki-laki yang menyebrang lautan sembari memegang tas di atas tubuhnya, agar tas tersebut tidak basah. Ia adalah Ahmad Haris, seorang guru yang mengajar di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Pura dimana tak ada listrik dan air bersih yang terbilang minim. Ia rela menyebrang lautan demi bisa mengajar dan menemui muridnya. Biasanya ia menggunakan sepeda motor kemudian berlanjut menyebrangi laut dengan kapal menuju sekolah tempat ia mengajar. Namun saat kondisi laut tidak memungkinkan, seperti ombak yang tak menentu hingga membuat kapal tidak bisa dioperasikan, Ahmad pun mau tidak mau harus berenang demi melangsungkan aktivitasnya sebagai guru. Jarak dari rumahnya yang berada di kota menuju sekolah sekitar 30-40 kilometer. Ia membutuhkan waktu satu jam untuk mencapai sekolah tersebut.
Untung, Sang Pengajar Tanpa Lengan
Untung meski tanpa lengan tetap semangat mengajar. Ia merupakan seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum Desa Batang-batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Para siswa sangat senang diajar oleh Untung. Ia dikenal sebagai sosok guru yang penyabar serta nyaman dalam menyampaikan materi pelajaran dan tidak pernah putus asa mengajar mata pelajaran Agama Islam. Cara mengajarnya l pun seperti guru normal lainnya. Untung juga mampu menulis lafal ayat-ayat Al-Quran di papan tulis. Bahkan, Ia sangat lihai mengoprasikan tombol laptop. Ia menggunakan laptop untuk mendukung pekerjaannya sebagai seorang guru.
Sarwendah Kongtesha Saat Mengajar Murid-Muridnya Di Pulau Adonara
Kisah Sarwendah Kongtesha (dulu 21 tahun) sempat viral pada tahun 2014. Di usia yang masih sangat muda, dia berani meninggalkan kenyamanyan hidupnya di kota Manado untuk menjadi guru di desa kecil di Pulau Adonara. Setelah lulus dari Jurusan Matematika, Universitas Negeri Manado, Sarwendah mendaftar dalam program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selama satu tahun, Sarwendah mengabdi mengajar dari pagi hingga petang demi memajukan pendidikan anak-anak di Pulau Adonara.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
