fbpx
Connect with us

Sosial

Hampir 100.000 Penduduk Gunungkidul Terdampak Kekeringan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus melakukan droping air ke wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kemarau. Hingga mendekati pertengahan Juli 2021 ini sudah ada 99.559 jiwa di Kabupaten Gunungkidul yang membutuhkan bantuan droping air.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan, sejak beberapa waktu terakhir sebagian wilayah sudah mulai berkurangnya ketersediaan air bersih. Pemerintah sendiri telah melakukan koordinasi dengan kapanewon terkait dengan pendataan daerah potensi atau rawan kekeringan. Data yang terlaporkan ada 15 kapanreon yang berpotensi kekurangan air bersih dengan jumlah 127.404 jiwa yang tersebar di 442 Padukuhan di 64 Kalurahan.

Saat ini sudah ada 10 kapanewon yang mengajukan droping air bersih diantaranya Girisubo, Rongkop, Paliyan, Tepus, Panggang, Semin, Tanjungsari, Wonosari, Patuk, dan Saptosari. Total ada 99.559 jiwa di 337 Padukuhan yang sudah mengalami kekeringan dan sangat membutuhkan air bersih.

“Sejak pertengahan Juni kemarin kita sudah lakukan droping air menyasar ke wilayah yang sangat membutuhkan air bersih. Sampai dengan sekarang ada 99.559 jiwa yang terdampak,” ujar Edy Basuki, Minggu (11/07/2021).

Pendataan yang dilakukan, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 480 rit atau tangki air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Girisubo lantaran menjadi daerah langganan kekeringan sampai dengan hari ini sudah 132 tangki tersalurkan.

“Untuk wilayah lain jumlahnya sudah puluhan rit. Kita lakukan droping sesuai dnegan permintaan kalurahan. Di Paliyan 8 rit dan Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari sebanyak 4 rit,” jelas Edy Basuki.

Tahun 2021 ini pemerintah menyediakan anggaran 700 juta rupiah untuk droping air di wilayah yang terdampak kekeringan. Jumlah tersebut sama dengan yang dianggarkan pada tahun lalu.

Selain anggaran, 5 unit tangki juga disiapkan untuk memperlancar proses droping air mendatang. Cek fisik dan kondisi kendaraan ini rutin dilakukan agar tidak menghambat pendistribusian air bersih.

“Rerata 20 tangki kami salurkan setiap harinya,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler