fbpx
Connect with us

Sosial

Harga Daging Ayam Tak Kunjung Turun Pasca Lebaran, Dinas Siapkan Antisipasi Khusus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hingga hampir 2 minggu pasca hari raya Lebaran 2018 ini, harga komoditi daging ayam masih tergolong tinggi. Namun demikian sejak beberapa waktu terakhir ini, harga daging ayam tersebut telah berangsur-angsur mulai menurun. Terus tingginya harga membuat para pedagang ayam kelimpungan. Pasalnya, saat ini minat masyarakat untuk membeli daging tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pemerintah sendiri hingga saat ini masih terus menunggu perkembangan lanjutan terkait harga ayam tersebut. Jika nantinya tak kunjung turun, pemerintah akan mengambil kebijakan agar harga daging ayam ini bisa kembali normal.

Salah seorang penjual daging ayam di Pasar Argosari, Sarmi mengaku, harga daging ayam saat ini masih berkisar di angka Rp38.000 hingga Rp40.000. Meski masih tergolong tinggi, harga tersebut sudah cukup menurun dibandingkan dengan harga daging ayam ketika hari raya yang mencapai Rp45.000 per kilogram.

“Masih cukup jauh dari harga normal yang hanya berkisar Rp33.000 saja,” kata Sarmi, Kamis (27/06/2018) siang.

Masih tingginya harga daging ayam diakui Sarmi cukup berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Biasanya pada harga normal, setiap hari ia mampu menjual hingga 70 ekor daging ayam. Namun saat ini, jumlah terbanyak yang bisa ia jual hanya 50 ekor. Ia memperkirakan bahwa masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi daging lainnya atau lauk lainnya lantaran harga ayam dianggap masih terlalu tinggi.

“Memang sepi untuk penjualan,” beber dia.

Sementara itu Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Hariyanto mengatakan, fenomena melambungnya harga daging ayam saat momen lebaran adalah kejadian yang biasa terjadi. Hal ini lantaran kebutuhan masyarakat akan daging ayam ini sangat tinggi untuk merayakan hari raya.

Datangnya pemudik maupun wisatawan ke Gunungkidul juga memiliki

menurut lantaran kenaikkan permintaan yang tinggi.

Selain itu banyaknya pemudik dan wisatawan ke Gunungkidul juga menjadi faktor kenaikan permintaan daging ayam sehingga berimbas melonjaknya harga.

"Saat Lebaran permintaan di rumah makan akan daging ayam kan naik, jadi itu juga jadi pengaruhnya," jelasnya.

Dia memprediksi untuk beberapa waktu kedepan harga ayam akan mulai kembali alami penurunan hingga menyentuh angka normal. Sebab menurutnya permintaan akan daging ayam potong mulai turun lantaran konsumen pada saat momen Lebaran didominasi perantau mulai pulang kembali ke tempat perantauan.

"Sudah pada balik ke Jakarta dan kota besar lainnya, sehingga permintaan daging ayam juga mulai turun," paparnya.

Ia menambahkan, pergerakan daging ayam sendiri akan terus dimonitor. Jika nantinya harga daging ini tidak kunjung mengalami penurunan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas dari provinsi guna merumuskan kebijakan.

“Ini antisipasi, tapi kami yakin pasti akan turun,” papar dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler