Pemerintahan
Hari Terakhir Pencairan Rapel BPNT Rp 600.000, Ini Pesan Pemerintah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang pencairannya dirapel selama 3 bulan ini telah disalurkan oleh pemerintah sejak tanggal 26 Februari 2022 lalu. Hari Rabu (02/03/2022) ini sendiri merupakan hari terakhir pencairan BPNT di Kantor Pos ataupun di Balai Padukuhan yang telah ditunjuk dan dijadwalkan. Kepada para keluarga penerima manfaat, pemerintah menegaskan bahwa bantuan tersebut harus digunakan untuk membeli bahan pokok bukan untuk kebutuhan lainnya.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Giyanto mengungkapkan, penyaluran BPNT bulan Januari sampai Maret ini dirapel oleh pemerintah sebagai bentuk percepatan penyaluran. Dalam prosesnya, penyaluran berlangsung cukup lancar. Hari Rabu ini disebutnya merupakan hari terakhir pencairan bantuan pemerintah tersebut.
“Untuk skema penyalurannya tidak pada satu tempat, jadi dari pihak PT Pos Indonesia telah berkoordinasi dan menetukan beberapa lokasi. Mulai dari dipusatkan di Kantor Pos Kapanewon, Balai Kalurahan hingga Balai Padukuhan,” kata Giyanto, Rabu (02/03/2022).
Adapun untuk hari terakhir ini, jadwal penyalurannya adalah di Pengkol, Patuk, Pengkok, seluruh Kalurahan Playen, dan beberapa keluarga penerima manfaat (KPM) di beberapa kalurahan lainnya. Berdasarkan data yang ada, terdapat tambahan penerima bantuan sebanyak 190 KPM yang tersebar di Gunungkidul.
“Data penerima itu sebanyak 92.550 KPM. Masih ada sekitar 4.025 KPM yang belum tersalurkan,” imbuhnya.

Dijelaskan Giyanto, setiap bulannya, bantuan yang diterima sebesar Rp 200.000. Sehingga apabila dilakukan rapel 3 bulan, maka setiap KPM akan menerima Rp 600.000 pada pencairan kali ini. Uang yang sudah diterima ini nantinya wajib dibelanjakan di e-warung atau toko yang telah bekerjasama untuk program BPNT. Dengan begitu, meski ada perubahan skema pencairan, namun tetap mematuhi aturan yang berlaku. Para KPM wajib membelanjakan uang itu dalam bentuk 4 komponen seperti karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan vitamin serta mineral
“Saat penyaluran KPM diberi pemahaman agar membelanjakan sesuai dengan kebutuhan pokok mereka. Jangan justru untuk membeli pulsa, rokok ataupun makanan dan minuman instan,” jelas dia.
Saat membelanjakan pun KPM wajib meminta dan menyimpan bukti pembelanjaan berupa struk belanja dan atau foto barang belanjaan sebagai bukti jika dilakukan pemeriksaan oleh Aparat Pemeriksa.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized7 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized1 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
