Pemerintahan
Hasil Pantauan Harga Sembako di Sejumlah Titik, Bupati: Wajar Terjadi Kenaikan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Bupati Gunungkidul dan jajaran melakukan pemantauan harga bahan pokok dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah lokasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kondisi komoditas pokok yang tersedia dan untuk mengambil kebijakan yang patut diterapkan oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, selama masa bulan Ramadhan dan nantinya hari raya Lebaran, kebutuhan masyarakat berkaitan dengan bahan pokok memang cenderung mengalami peningkatan yang signifikan.
Pada lokasi pertama, tim melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di Pasar Argosari. Hasilnya, ada beberapa barang yang sebelum dan di awal Puasa ini sudah mengalami kenaikan harga.
Mulai dari harga gula pasir dari semula Rp 14.000 sekarang menjadi Rp 15.000. Kemudian tepung terigu, ayam boiler yang biasanya diharga Rp 36.000 naik menjadi Rp 38.000 sedangkan ayam kampung dari harga Rp 60.000 menjadi Rp 71.000. Cabai rawit hijau dari harga Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 dan rawit merah dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000.
Lokasi kedua yaitu di CV Sidorahayu, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu. Tim melakukan pantauan harga dan ketersediaan telur ayam di Gunungkidul. Beberapa hari terakhir ini, harga telur juga mengalami kenaikan. Harga telur ke pedagang berkisar Rp 21.000 sampai dengan Rp 22.000. Sedangkan untuk ecer di warung beragam sampai dengan Rp 25.000 per kg.
“Wajar terjadi kenaikan harga, untuk stok sendiri juga tergolong aman. Tersediaan barang terus ada, untuk telur di sini (Sidorahayu) mampu mencukupi 70 persen kebutuhan warga Gunungkidul,” ucap Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Senin siang.

Adapun ia meminta kepada masyarakat untuk tenang dan menyikapi kenaikan harga bahan pokok. Pantauan harga dan stok ini nantinya akan dipelajari oleh petugas untuk menentukan kebijakan apa yang seharunya diambil menyikapi melonjakknya harga bahan pokok.
Sementara itu, anggota TPID DIY, Tri Saktiyana menambahkan, kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini masih tergolong normal dan tidak hanya terjadi di Kabupaten Gunungkidul saja. Di beberapa daerah lainnya pun juga terjadi peningkatan harga dan bahkan kenaikan yang terjadi jauh lebih tinggi.
“Gunungkidul untuk kenaikan harga bahan pokok hampir sama dengan Sleman. Kalau untuk ketersediaan barang aman. Yang penting kan ketersediaan barangnya dulu,” paparnya
Disinggung mengenai operasi pasar untuk menyetabilkan harga, ia mengatakan hal itu masih harus dipelajari kembali apakah perlu diterapkan dalam waktu dekat atau tidak. Pihaknya nanti akan segera berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait lain.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
