Pemerintahan
Tebaran Bantuan UPPO Untuk Peternak Gunungkidul, Upaya Beralih Dari Ketergantungan Pupuk Subsidi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sektor peternakan di Kabupaten Gunungkidul dikategorikan yang terbaik di DIY. Potensi yang besar ini, terus dikembangkan oleh pemerintah agar nantinya, Gunungkidul bisa benar-benar menjadi raja ternak khususnya di DIY. Sejumlah bantuan terus digelontorkan oleh pemerintah pusat kepada peternak-peternak Gunungkidul.
Beberapa hari lalu, Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan stimulan dalam bentuk program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) kepada sejumlah kelompok ternak. Bantuan semacam ini rutin diberikan setiap tahun. Harapannya dengan bantuan tersebut, limbah kotoran hewan milik peternak dapat diolah secara berkelompok untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik pertanian lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan, Gunungkidul saat ini memang terkenal sebagai gudangnya ternak sapi di DIY. Sehingga para petani di Gunungkidul juga sangat akrab dengan pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan (kohe).
“Ketersediaan pupuk organik secara mandiri oleh kelompok tani akan membantu dalam mengurangi ketergantungan pupuk pabrik dan keterbatasan pupuk bersubsidi,” kata Bambang Wisnu Broto, Jumat (11/06/2021) kemarin.
Pada tahun 2021 ini, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan bantuan 3 UPPO yaitu di Poknak Wirotomo, Piyaman, Wonosari; Poknak Margo Mulyo, Banaran 3, Banaran, Playen; dan Poknak Ngudi Raharjo, Karangpilang Lor, Rejosari, Semin. Adapun kepada para kelompok tani ini, diberikan 8 ekor sapi, satu mesin pengolah pupuk otganik, sepeda roda 4 sebagai sarana, satu unit kandang, dan satu unit gedung.
“UPPO ini nantinya dangat membantu petani dalam pemenuhan kebutuhan pupuk organik. Di Gunungkidul sendiri hampir setiap tahun ada kelompok ternak yang mendapatkan bantuan UPPO,” ungkapnya.
Dalam pembangunan UPPO ini dilamukan secara swakelola oleh penerima kegiatan. Besaran anggaran yang diperoleh untuk setiap paket bantuan adalah 200 juta rupiah. Nantinya setelah berproduksi, kotoran hewan yang ada kemudian diproses, selanjutnya baru digunakan untuk memupuk lahan pertanian milik kelompok.
“Utamanya untuk memenuhi kebutuhan kelompok dulu, ini merupakan upaya untuk meringankan beban ketergantungan pupuk kimia serta pembelian pupuk organik di luar,” imbuh dia.
Bambang mengungkapkan, jika sekiranya kebutuhan kelompok telah tercukupi maka pupuk yang dihasilkan boleh diperjualbelikan di kelompok lain ataupun individu.
“Bisa tambah pendapatan kelompok kalau dijual ke luar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Poknak Ngudi Raharjo, Suyadi menambahkan, ada 25 anggota poknak yang ia ketuai tersebut. Untuk memelihara 8 sapi bantuan itu, akan dibagi 8 grup di mana masing-masing kelompok bertanggung jawab atas 1 ekor sapi.
Ia sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan pemerintah dalam wujud UPPO. Pembangunan UPPO ini ditargetkan rampung pada Agustus mendatang, kemudian dapat segera dioperasikan.
“Ya nanti kalau sudah produksi pupuknya akan kita manfaatkan, kemudian juga akan kita jual di lingkup Kalurahan sendiri dengan harga ekonomis,” kata Suyadi.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized19 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized23 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
