Connect with us

Info Ringan

Hawa Dingin Terpa Gunungkidul, Lima Tips Ini Bisa Cegah Kulitmu Agar Tidak Kering

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hawa dingin terasa di Kabupaten Gunungkidul belakangan ini. Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Klimatologi Mlati Sleman melalui laman twitter @StaklimJogja memprediksi hawa dingin dengan suhu udara minimum sebesar 18-20 celcius akan terjadi hingga Agustus mendatang.

Tentu saja bukan waktu yang singkat, hawa dingin berasal dari pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia dengan sebutan Mansoon Dingin Australia. Tutupan angin relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa.

Hawa dingin ini tentu saja menyebabkan sejumlah dampak. Masyarakat diharapkan mewaspadai munculnya penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

“Hawa dingin justru bis amembuat seseorang dehidrasi apabila tidak menjaga asupan minum. Selain itu, gunakan air dengan bijak supaya tidak kekurangan air terutama dalam bidang pertanian,” kata Prakirawan BMKG Staklim Mlati Yogyakarta, Indah Retno Wulan, Minggu (23/06/2019).

Secara kasat mata, dampak yang bisa langsung dirasakan ialah kulit cenderung akan lebih kering. Bahkan dalam laman twitternya, @StaklimJogja memberikan imbauan khusus agar kulit tidak kering.

“Pakailah pelembab kulit atau krim agar tidak terlalu kering,” tulis @StaklimJogja.

Berita Lainnya  Enam Makanan Berwarna Hitam

Sebenarnya apa yang perlu kita persiapkan jika kulit terasa kering? Simak tips berikut ini:

1.  Makan makanan yang bergizi dan banyak minum air putih.
Ternyata kulit kering di musim dingin seperti saat ini bisa disiasati dengan memperbaiki makanan yang kita konsumsi. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein nabati, protein hewani, lemak yang cukup agar kebutuhan nutrisi dalam tubuh terpenuhi. Setelah itu, jangan lupakan peran air minum yang begitu krusial. Rajinlah mengonsumsi air putih agar kulit terhidrasi dengan baik.

2. Menggunakan pelembab alami
Kamu bisa menggunakan minyak argan atau madu untuk dijadikan pelembab kulitmu. Keduanya ternyata memiliki zat yang mampu menglupaskan khususnya pada kulit wajah.

Berita Lainnya  Dukung Gaya Hidup Aktif dan Sehat, ASICS Indonesia Buka Gerai di Plaza Ambarrukmo Jogja

3. Gunakan Lidah Buaya
Lidah buaya merupakan salah satu bahan terbaik yang dapat digunakan sebagai kosmetik dan obat alternatif. Kandungan nutrisi yang terdapat pada lidah buaya dapat membantu melawan sengatan matahari dan kulit kering. Cara mengatasi kulit kering secara alami dengan lidah buaya adalah kamu dapat menggunakan krim yang terbuat dari gel lidah buaya dan minyak almond. Jika memiliki masalah kulit kering pada bagian yang berambut, kamu tidak perlu mencukur terlebih dahulu. Krim ini dapat melumasi daerah berambut yang mengalami kulit kering.

4. Membuat masker alpukat


Selain rasanya yang enak, ternyata alpukat juga bermanfaat untuk menutrisi tubuh kita. Cara mengatasi kulit kering secara alami selanjutnya adalah dengan menggunakan alpukat sebagai maker. Gunakan campuran alpukat dan madu sebagai perawatan kulit kering. Asam lemak dalam campuran alpukat memiliki sifat alami antibakteri. Sedangkan madu dapat menghidrasi kulit kering untuk melawan noda.

Berita Lainnya  Enam Manfaat Mengkonsumsi Susu Beruang

5. Gunakan Minyak Kelapa
Cara mengatasi kulit kering secara alami selanjutnya dengan menggunakan minyak kelapa. Minyak ini merupakan salah satu bahan herbal yang sederhana nan ekonomis guna memerangi kulit kering. Jika kamu mengalami kulit kering, minyak kelapa dapat dioleskan pada bagian tersebut. Tak hanya kulit, jika mengalami bibir kering, kamu juga dapat memanfaatkannya dengan mengoleskannya pada bagian tersebut.

Kelima tips tersebut semoga memberikan manfaat untuk pembaca. Selamat mencoba!

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler