fbpx
Connect with us

Peristiwa

Heboh di Desa Pulutan, Seorang Warga Setempat Mengaku Tangkap Tuyul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kabar aneh datang dari Padukuhan Temu, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari. Warga setempat digemparkan dengan penangkapan sesosok yang diduga tuyul pada Jumat (22/11/2019) malam kemarin. Tak hanya menjadi kasak-kusuk warga, akan tetapi kabar ini juga viral di media sosial setelah salah seorang warga mengunggahnya.

Adalah Yudarwandi, warga yang meyakini telah menangkap tuyul. Tuyul tersebut olehnya dimasukkan ke dalam toples dan rencananya akan dilarung di Pantai Ngobaran.

Kepada pidjar.com, Sabtu (23/11/2019) pagi tadi, Yudarwandi menceritakan kronologi penangkapan sosok yang diduga tuyul tersebut. Awalnya, ia gemas dengan banyaknya warga yang mengeluh kehilangan uang. Keresahan warga Temu sendiri menurutnya sudah terjadi sejak setahun silam. Yudarwandi sendiri mengaku sempat menghalau tuyul tersebut setahun silam. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil lantaran warga kembali kehilangan uang.

“Kehilangannya memang misterius. Bahkan ada tetangga saya yang menjebak, uang ditaruh di dompet dan dikasih cctv dipantau lewat HP. Saat sang tuyul melakukan aksinya cctvnya redup dan saat dicek uang raib,” ujar Yudarwandi, Sabtu siang.

Ia pun memutuskan untuk kembali mendatangi rumah warga yang sering kehilangan uang itu. Ia melakukan ritual dirumah itu.

“Tapi malah aksinya makin kelewatan dan frontal, akhirnya saya berjanji tuyul ini harus ketangkap,” imbuh dia.

Penangkapan menurutnya terjadi pada Jumat malam tadi saat ia pulang dari menghadiri undangan pengajian di Desa Wiladeg, Karangmojo. Sepulang dari pengajian, ia melihat seorang anak kecil dengan kepala plontos dan hanya mengenakan celana duduk di salah satu atap rumah warga di Padukuhan Karangasem, Desa Pulutan. Sosok berbentuk anak kecil tersebut, lanjut Yudar, duduk termenung dan menyangga dagu dengan kedua tangannya.

Berita Lainnya  Tinggalkan Surat Wasiat, Korban Gantung Diri Minta Anak Disekolahkan Sampai Lulus SMA

“Batin saya, wah tidak mungkin kalau itu anak kecil, saya curiga akhirnya saya kunci dengan doa kemudian dia kaget dan lompat. Saya pastikan lompatnya menuju kuburan Padukuhan Praon, Desa Pulutan yang memang tak jauh dari lokasi. Kemudian berusaha saya susul,” beber Yudar.

Kemudian, sesampainya di pemakaman tersebut, ia kembali melihat sosok anak kecil yang diduga tuyul tersebut di atas atap cungkup pemakaman. Dari pantauannya, anak kecil tersebut klimpungan kesakitan.

“Saya tarik, karena kuburan itu memang angker, saya banyak diseret jin yang lainnya sempat lepas, lari lagi dia. Saya kejar sampai gak sadar sampai kaki saya kemasukan pecahan kaca di sekitar kuburan,” ucap dia sambil menunjukkan bekas lukanya.

Sesampainya 200 meter dari pemakaman tersebut, tepatnya di pojokan pemakaman, ia melakukan ritual dan mengunci kaki. Saat kaki dikunci menurutnya, tuyul tersebut menyerupai anak kecil dengan tinggi 50 cm.

“Saya tarik dia berubah menjadi angin, saya tarik, panas di telapak tangan saya, saya hentakkan ke tanah kaki saya dengan berdoa agar menjadikan makhluk tersebut berwujud, akhirnya dikabulkan sama Gusti Allah,” beber Yudar.

Lebih lanjut ia menceritakan, awalnya sosok yang diduga tuyul tersebut berubah menjadi kecil dan lentur. Prosesi pemasukan kepada botol pun susah.

Berita Lainnya  Wujudkan Lembaga Yang Berintegritas, Pegawai Pengadilan Negeri Wonosari Bersumpah Jauhi Korupsi

“Awalnya saya mau masukin ke botol aqua yang saya bawa dari pengajian tapi tidak bisa masuk, akhirnya saya nemu botol minum lain di pemakaman, saya tes masuk pas mau dimasukan si tuyul mendorong botol dan tidak bisa masuk, akhirnya saya tekan pake tumit tetap gak bisa masuk malah gigit saya, akhirnya saya cari plastik saya masukan plastik,” urainya.

Kala itu, warga Desa Pulutan memang sedang beritirakat menyambut Pilkades. Ia pun sempat mampir ke salah satu rumah warga, beberapa warga sempat memegang benda yang diakui ditangkap Yudar dan banyak yang menyebut memang kondisinya lentur seperti katak.

“Sesampainya di rumah saya masukan ke toples, dan berubah menjadi wujud aslinya. Menjadi beesi seperti keris, karena tuyul pada awal mulanya ya dibuat oleh empu,” tutur dia.

Setelah penangkapan itu, pria yang mengaku memiliki hobi uji nyali tersebut akan melarung sosok tersebut ke Pantai Ngobaran. Menertunya asal dari tuyul tersebut dari Pantai Ngobaran.

Sementara itu, warga setempat yang sering kehilangan, Dwi Pujiastuti mengaku, dalam tiga hari berturut-turtut sering kehilangan uang rayusan ribu. Bahkan belum lama ini uang tiga ratus rubu di dompetnya raib.

“Saya sering sekali sampai marah sama suami dan anak, saya kira diambil mereka,” tutup Dwi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler