Connect with us

Peristiwa

Heboh di Desa Pulutan, Seorang Warga Setempat Mengaku Tangkap Tuyul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabar aneh datang dari Padukuhan Temu, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari. Warga setempat digemparkan dengan penangkapan sesosok yang diduga tuyul pada Jumat (22/11/2019) malam kemarin. Tak hanya menjadi kasak-kusuk warga, akan tetapi kabar ini juga viral di media sosial setelah salah seorang warga mengunggahnya.

Adalah Yudarwandi, warga yang meyakini telah menangkap tuyul. Tuyul tersebut olehnya dimasukkan ke dalam toples dan rencananya akan dilarung di Pantai Ngobaran.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (23/11/2019) pagi tadi, Yudarwandi menceritakan kronologi penangkapan sosok yang diduga tuyul tersebut. Awalnya, ia gemas dengan banyaknya warga yang mengeluh kehilangan uang. Keresahan warga Temu sendiri menurutnya sudah terjadi sejak setahun silam. Yudarwandi sendiri mengaku sempat menghalau tuyul tersebut setahun silam. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil lantaran warga kembali kehilangan uang.

“Kehilangannya memang misterius. Bahkan ada tetangga saya yang menjebak, uang ditaruh di dompet dan dikasih cctv dipantau lewat HP. Saat sang tuyul melakukan aksinya cctvnya redup dan saat dicek uang raib,” ujar Yudarwandi, Sabtu siang.

Ia pun memutuskan untuk kembali mendatangi rumah warga yang sering kehilangan uang itu. Ia melakukan ritual dirumah itu.

“Tapi malah aksinya makin kelewatan dan frontal, akhirnya saya berjanji tuyul ini harus ketangkap,” imbuh dia.

Penangkapan menurutnya terjadi pada Jumat malam tadi saat ia pulang dari menghadiri undangan pengajian di Desa Wiladeg, Karangmojo. Sepulang dari pengajian, ia melihat seorang anak kecil dengan kepala plontos dan hanya mengenakan celana duduk di salah satu atap rumah warga di Padukuhan Karangasem, Desa Pulutan. Sosok berbentuk anak kecil tersebut, lanjut Yudar, duduk termenung dan menyangga dagu dengan kedua tangannya.

Berita Lainnya  Maju Mundur Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Balai Desa Baleharjo

“Batin saya, wah tidak mungkin kalau itu anak kecil, saya curiga akhirnya saya kunci dengan doa kemudian dia kaget dan lompat. Saya pastikan lompatnya menuju kuburan Padukuhan Praon, Desa Pulutan yang memang tak jauh dari lokasi. Kemudian berusaha saya susul,” beber Yudar.

Kemudian, sesampainya di pemakaman tersebut, ia kembali melihat sosok anak kecil yang diduga tuyul tersebut di atas atap cungkup pemakaman. Dari pantauannya, anak kecil tersebut klimpungan kesakitan.

“Saya tarik, karena kuburan itu memang angker, saya banyak diseret jin yang lainnya sempat lepas, lari lagi dia. Saya kejar sampai gak sadar sampai kaki saya kemasukan pecahan kaca di sekitar kuburan,” ucap dia sambil menunjukkan bekas lukanya.

Sesampainya 200 meter dari pemakaman tersebut, tepatnya di pojokan pemakaman, ia melakukan ritual dan mengunci kaki. Saat kaki dikunci menurutnya, tuyul tersebut menyerupai anak kecil dengan tinggi 50 cm.

Berita Lainnya  Sempat Bawa Kabur Belasan Juta, Dua Pemuda Dibekuk Polisi

“Saya tarik dia berubah menjadi angin, saya tarik, panas di telapak tangan saya, saya hentakkan ke tanah kaki saya dengan berdoa agar menjadikan makhluk tersebut berwujud, akhirnya dikabulkan sama Gusti Allah,” beber Yudar.

Lebih lanjut ia menceritakan, awalnya sosok yang diduga tuyul tersebut berubah menjadi kecil dan lentur. Prosesi pemasukan kepada botol pun susah.

“Awalnya saya mau masukin ke botol aqua yang saya bawa dari pengajian tapi tidak bisa masuk, akhirnya saya nemu botol minum lain di pemakaman, saya tes masuk pas mau dimasukan si tuyul mendorong botol dan tidak bisa masuk, akhirnya saya tekan pake tumit tetap gak bisa masuk malah gigit saya, akhirnya saya cari plastik saya masukan plastik,” urainya.

Kala itu, warga Desa Pulutan memang sedang beritirakat menyambut Pilkades. Ia pun sempat mampir ke salah satu rumah warga, beberapa warga sempat memegang benda yang diakui ditangkap Yudar dan banyak yang menyebut memang kondisinya lentur seperti katak.

Berita Lainnya  Avanza Terbakar di Tanjakan Blondo, Pemilik Merugi Rp 90 Juta

“Sesampainya di rumah saya masukan ke toples, dan berubah menjadi wujud aslinya. Menjadi beesi seperti keris, karena tuyul pada awal mulanya ya dibuat oleh empu,” tutur dia.

Setelah penangkapan itu, pria yang mengaku memiliki hobi uji nyali tersebut akan melarung sosok tersebut ke Pantai Ngobaran. Menertunya asal dari tuyul tersebut dari Pantai Ngobaran.

Sementara itu, warga setempat yang sering kehilangan, Dwi Pujiastuti mengaku, dalam tiga hari berturut-turtut sering kehilangan uang rayusan ribu. Bahkan belum lama ini uang tiga ratus rubu di dompetnya raib.

“Saya sering sekali sampai marah sama suami dan anak, saya kira diambil mereka,” tutup Dwi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler