fbpx
Connect with us

Peristiwa

Hendak Merebus Air untuk Mandi, Seorang Lansia Meninggal Tersambar Api Tungku

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Rabu (17/04/2019) petang, Sajem (60) warga Padukuhan Duren, Desa Beji, Kecamatan Ngawen justru meregang nyawa saat ia hendak merebus air untuk keperluan mandi. Wanita renta tersebut  meninggal dilalap api dari tungku perapian saat terjatuh. Dari hasil pemeriksaan tim medis, kepolisian disaksikan oleh keluarga dan tokoh masyarakat korban menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Hingga malam proses pemeriksaan pun masih dilakukan oleh pihak kepolisian, dengan mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi.

Kepala Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Suparno mengatakan kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Di jam tersebut, Sajem pulang dari ladang seperti biasa melakukan aktifitas pertanian layaknya masyarakat setempat. Ia yang basah kuyup dan kedinginan kemudian merebus air di dapur. Akan tetapi, saat ia berniat mengecek tingkat kematangan air, justru tiba-tiba listrik di rumah dan lingkungannya padam.

Berita Lainnya  Tidak Ada Obat, Angka Kesembuan Pasien Covid-19 di Gunungkidul Lebih dari 91 Persen

Diduga kuat, saat listrik padam ia kaget dan penyakit yang ia derita kambuh. Lantaran tak kuasa menahan kaget dan keseimbangan tubuhnya pun goyah, dimungkinkan ia justru jatuh tersungkur ke dalam tungku perapian. Api yang menyala pun kemudian menyambar tubuh Sajem, mulai dari wajah dan anggota tubuh lain serta pakaian yang ia kenakan pun terbakar.

Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh suaminya. Saat itu, suami Sajem berulang kali memanggil nama istrinya itu dari rumah bagian depan, akan tetapi tak ada jawaban. Beberapa saat ditunggu, tak ada jawaban Sajem juga tak menampakkan dirinya. Lantaran khawatir dengan kondisi istrinya, ia kemudian berusaha mencari sembari memanggil nama istrinya.

Dengan bantuan cahaya senter ia menyusuri ruangan di rumahnya. Saat sampai di dapur, dirinya justru dibuat kaget. Bagaimana tidak, Sajem sudah dalam posisi tengkurap tak bergerak di depan tungku perapian. Mengetahui kondisi tersebut, suami Sajem kemudian meminta bantuan warga sekitar dan berteriak minta tolong.

Berita Lainnya  Uang Ratusan Juta Dilarikan Pemilik Lahan, Warga Getas Gelar Demo di Tower Telekomunikasi

“Diketahui pertama kali oleh suami bu Sajem sendiri. Pas di cari-cari pakai senter taunya korban sudah dalam posisi tengkurap di perapian,” kata Kepala Desa setempat saat dikonfirmasi.

Warga yang berbondong-bondong pun kemudian berusaha mengevakuasi korban dengan bantuan kepolisian dan medis. Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar, namun yang paling parah di bagian wajah korban karena berbenturan dengan tanah dan terbakar. Tidak ditemukan unsur kekerasan pada tubuh Sajem saat proses pemeriksaan berlangung.

“Sudah dalam kondisi meninggal. Kalau kemungkinan besar pas mati listrik itu korban kaget, kebetulan juga ada riwayat sakit jantung. Untuk keluarga juga sudah ikhlas, ini tinggal proses lanjutan saja,” tambah dia. (arista)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler