Peristiwa
Hendak Merebus Air untuk Mandi, Seorang Lansia Meninggal Tersambar Api Tungku
Ngawen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rabu (17/04/2019) petang, Sajem (60) warga Padukuhan Duren, Desa Beji, Kecamatan Ngawen justru meregang nyawa saat ia hendak merebus air untuk keperluan mandi. Wanita renta tersebut meninggal dilalap api dari tungku perapian saat terjatuh. Dari hasil pemeriksaan tim medis, kepolisian disaksikan oleh keluarga dan tokoh masyarakat korban menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Hingga malam proses pemeriksaan pun masih dilakukan oleh pihak kepolisian, dengan mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi.
Kepala Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Suparno mengatakan kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Di jam tersebut, Sajem pulang dari ladang seperti biasa melakukan aktifitas pertanian layaknya masyarakat setempat. Ia yang basah kuyup dan kedinginan kemudian merebus air di dapur. Akan tetapi, saat ia berniat mengecek tingkat kematangan air, justru tiba-tiba listrik di rumah dan lingkungannya padam.
Diduga kuat, saat listrik padam ia kaget dan penyakit yang ia derita kambuh. Lantaran tak kuasa menahan kaget dan keseimbangan tubuhnya pun goyah, dimungkinkan ia justru jatuh tersungkur ke dalam tungku perapian. Api yang menyala pun kemudian menyambar tubuh Sajem, mulai dari wajah dan anggota tubuh lain serta pakaian yang ia kenakan pun terbakar.
Kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh suaminya. Saat itu, suami Sajem berulang kali memanggil nama istrinya itu dari rumah bagian depan, akan tetapi tak ada jawaban. Beberapa saat ditunggu, tak ada jawaban Sajem juga tak menampakkan dirinya. Lantaran khawatir dengan kondisi istrinya, ia kemudian berusaha mencari sembari memanggil nama istrinya.
Dengan bantuan cahaya senter ia menyusuri ruangan di rumahnya. Saat sampai di dapur, dirinya justru dibuat kaget. Bagaimana tidak, Sajem sudah dalam posisi tengkurap tak bergerak di depan tungku perapian. Mengetahui kondisi tersebut, suami Sajem kemudian meminta bantuan warga sekitar dan berteriak minta tolong.
“Diketahui pertama kali oleh suami bu Sajem sendiri. Pas di cari-cari pakai senter taunya korban sudah dalam posisi tengkurap di perapian,” kata Kepala Desa setempat saat dikonfirmasi.
Warga yang berbondong-bondong pun kemudian berusaha mengevakuasi korban dengan bantuan kepolisian dan medis. Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar, namun yang paling parah di bagian wajah korban karena berbenturan dengan tanah dan terbakar. Tidak ditemukan unsur kekerasan pada tubuh Sajem saat proses pemeriksaan berlangung.
“Sudah dalam kondisi meninggal. Kalau kemungkinan besar pas mati listrik itu korban kaget, kebetulan juga ada riwayat sakit jantung. Untuk keluarga juga sudah ikhlas, ini tinggal proses lanjutan saja,” tambah dia. (arista)
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
