Sosial
Hujan Mulai Merata, Asa Baru Bagi Petani Tadah Hujan Yang Sempat Merugi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Beberapa hari terakhir hujan mulai mengguyur wilayah Gunungkidul secara merata. Hal tersebut tentunya menjadi sebuah asa tersendiri bagi petani di wilayah Gunungkidul. Bagaimana tidak, awal hingga akhir Desember kemarin hampir tak ada hujan turun di daerah ini, padahal para petani sudah terlanjur menyebar dan menanam benih mereka di lahan pertanian. Alhasil padi dan tanaman palawija yang sudah mulai tumbuh pun banyak yang mengering dan mati.
Kondisi semacam itu hampir dirasakan para petani yang tidak memiliki irigasi atau aliran air di lahan pertaniannya. Pada akhir November lalu, selama beberapa hari sejumlah wilayah mulai diguyur hujan. Sebagian petani kemudian melakukan aktivitas pertanian sebagaimana biasanya, menyebar dan menanam benih padi maupun palawija di musim tanam pertama.
Namun ternyata setelah penanaman benih, hujan justru tidak turun. Meski sesekali hujan namun, kemudian cuaca panas menyengat kembali terjadi hingga awal Januari. Kondisi itupun berdampak pada pertanian masyarakat, benih yang sudah mulai tumbuh kemudian mengering dan mati.
“Pas hujan awal itu kan sempat deras dan terjadi beberapa hari, petani di wilayah saya juga sudah mulai gayeng tandur (tanam) saya juga salah satu yang tandur diawal. Tapi ternyata setelah itu justru tidak ada hujan dan cuaca malah panas. Padahal saat itu saya sudah habis lumayan banyak sekitar Rp 500 hanya untuk bibit padi, belum untuk benih palawija. Kemudian untuk tenaga (pekerja lahan), kalau disini kan biasanya mburuhke,” ucap Wastini, salah seorang warga Kapanewon Semanu.
“Ya hitungannya rugi, karena kan sudah keluar modal untuk benih dan bayar tenaga yang bantuin tandur. Ada juga di daerah saya yang sudah habis puluhan beruk (takar) benih kacang tapi tidak tumbuh karena tidak ada hujan,” sambung dia.
Pada saat itu, benih yang sudah mulai tumbuh tak ada harapan hingga hanya dibiarkan begitu saja. Awal Januari kemudian beberapa kali hujan, para petani pun kembali melakukan sebar benih untuk kedua kalinya. Sebagian besar di wilayah ini, lahan pertanian tadah hujan sehingga sangat bergantung dengan air hujan.
“Kalo kemarin itu tandur lagi karena semua benih di lahan saya dan warga sekitar sini itu mati. Bukan tambal sulam, lha kemarin itu mulai dari awal,” papar dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Giriwungu, Kapanewon Tepus, Tulus. Menurutnya pada akhir November petani di wilayahnya mulai menanam benih tanaman pangan namun kemudian hingga akhir Desember tidak ada hujan yang kemudian menyebabkan tanaman mati dan petani merugi.
“Hampir 80 persen di wilayah kami benih yang ditanam di November dan Desember mati karena tidak cuaca panas dan tidak ada hujan. Kalau yang tetap bertahan hidup itu karena ada air yang terus dialirkan,” ucap Tulus.
Semenetara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh timnya, memang ada kondisi benih yang tumbuh kemudian mengering pada saat gak ada hujan. Petani pu kemudian harus mengulang penanamannya. Namun ada juga tanaman milik petani di beberapa daerah yang dapat terselamatkan pasca adanya hujan beberapa hari lalu dengan intensitas rendah.
“Kami sempat memonitoring memang ada yang mengering namun bisa terselamatkan dengan adanya hujan beberapa hari lalu,” ucapnya.
“Harapannya hujan terus turun dan petani nantinya dapat panen sebagaimana biasanya. Meski musim tanam mundur namun diperkirakan bulan Maret mendatang sudah mulai ada yang panen,” tutup dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
