fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Hujan Mulai Turun, Dinas Ajak Petani Percepat Persiapan Lahan dan Tebus Pupuk

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul mulai diguyur hujan dengan intensitas ringan. Hal ini pun menjadi isyarat akan datangnya musim penghujan yang juga berkaitan dengan masa tanam bagi para petani. Menanggapi hal itu, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menghimbau para petani segera merampungkan pengolahan lahan dan penebusan pupuk.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Raharjo Yuwono mengatakan, dari informasi yang diterima pihaknya, musim penghujan baru akan dimulai pada dasa harian ke tiga atau pada bulan Oktober sampai awal November. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada para petani agar segera menyelesaikan persiapan lahan.

“Memang ramalan BMKG September ada hujan, namun minim belum bisa untuk bercocok tanam. Intensitasnya masih rendah antara 50 sampai dengan 100 mm. Kami sarankan untuk mempercepat persiapan lahan,” ucap Raharjo, Rabu (23/06/2020).

Selain persiapan lahan, pihaknya juga menghimbau kepada para petani agar segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Sehingga ketika hujan nanti tiba persiapan sudah matang.

Berita Lainnya  BPK Sambangi Pemkab Gunungkidul, Audit Apa?

“Kalau yang belum punya bisa mengurus kartu tani, bagi yang sudah kami harapkan untuk segera menebus pupuk,” kata dia.

Ia menambahkan, sampai dengan saat ini pun pihaknya belum mendapatkan informasi terkait dengan adanya petani yang menebar benih padi atau ngawu-awu. Menurutnya, ketika persiapan lahan selesai hal tersebut baru akan dilakukan.

“Biasanya September sudah ngawu-awu tapi untuk saat ini saya rasa belum ada,” ucap dia.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah sendiri telah melakukan droping benih kepada para petani melalui kelompok yang mengajukan. Adapun jumlah bantuan benih ini meliputi jagung hibrida untuk 2.000 hektar dan Padi jenis Inbrida untuk lahan seluas 4.000 hektar.

Berita Lainnya  Semua Ditanggung APBN, Prona Tak Boleh Bebani Masyarakat

“Sudah didistribusikan, kalau yang padi Gogo menunggu karena masih di gudangkan di DIY,” ucap dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler