fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Volume Sampah Yang Masuk TPAS Wukirsari Terus Meningkat Pesat, Seluruh Pemdes Didorong Bentuk Bank Sampah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Meski tergolong sepele, permasalahan sampah jika tidak diantisipasi sejak dini akan menjadi bom waktu. Di kota-kota besar, seiring dengan berkembangnya volume sampah secara drastis, membuat banyak pemerintah yang cukup kelabakan dalam mengatasinya. Berkaca dari pengalaman ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah berusaha merintis langkah antisipasi permasalahan sampah. Kebijakan ini nantinya tidak hanya akan dipusatkan di area perkotaan maupun lokasi wisata saja, melainkan juga dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.

Hal ini terungkap dalam kegiatan acara peringatan Hari Peduli Sampah yang dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari pada Jumat (23/02/2018) pagi tadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, daripada permasalahan sampah semakin pelik, pihaknya memutuskan untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini. Saat ini pihaknya tengah mendorong seluruh pemerintah desa yang ada di Kabupaten Gunungkidul untuk membentuk bank sampah. Harapannya, nantinya sampah yang masuk ke TPAS sebagai muara akhir, sudah terpilih. Hal ini sekaligus sebagai upaya dalam menekan beban TPAS Wukirsari yang saat ini terus meningkat.

Berdasarkan data yang masuk ke DLH Gunungkidul, sejak 3 tahun terakhir ini memang terjadi peningkatan volume sampah ke TPAS Wukirsari yang cukup signifikan. Seperti pada Januari tahun 2016 lalu, volume sampah yang masuk tercatat sebanyak 3.162 meter kubik. Jumlah ini kemudian meningkat drastis pada periode yang sama pada tahun 2017 di mana volume sampah yang masuk ke TPAS Wukirsari sebanyak 3654 meter kubik. Sedangkan pada Januari 2018 ini, volume sampah yang masuk sebanyak 3477 meter kubik.

“Kita ingin nantinya sampah yang masuk ke TPAS Wukirsari sudah terpilih karena sudah diolah secara mandiri oleh bank sampah yang dibuat di tingkat desa,” terang Agus, Jumat pagi.

Jika diolah dengan benar, sampah bisa memberi nilai secara ekonomi. Seperti misalnya sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah non organik bisa dimanfaatkan dengan dijual.

Terkait dengan TPAS Wukirsari, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya terus memberikan perhatian penuh sehingga nantinya TPAS terbesar di Gunungkidul ini bisa berfungsi optimal dalam mengatasi permasalahan sampah. Selain menambah luasan lahan, pihaknya juga telah menambah berbagai macam peralatan.

“Seperti misalnya yang kita tambah adalah alat seperti timbangan sehingga kita bisa terus melakukan pantauan terkait volume sampah,” lanjut dia.

Hal lain yang mendapatkan perhatian dari DLH Gunungkidul adalah sampah di lokasi wisata. Tahun ini menjadi tahun pertama DLH Gunungkidul mengelola sampah di kawasan wisata setelah sebelumnya dikelola oleh Dinas Pariwisata. Pengelolaan secara optimal memang sangat diperlukan mengingat lokasi wisata ini sangat vital dan jangan sampai sampah mengurangi keindahan serta mengganggu wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.

Agus mengakui bahwa saat ini pihaknya baru mempunyai 22 orang petugas sampah. Jumlah ini menurutnya masih kurang sehingga ke depan pihaknya akan melakukan penambahan personel.

“Kita juga akan menambah peralatan yang membantu petugas membersihkan sampah di kawasan wisata,” urainya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi memberikan pesan khusus kepada DLH Gunungkidul terkait dengan pengelolaan sampah di kawasan wisata. Ia menegaskan bahwa kebersihan daerah wisata merupakan salah satu kewajiban yang absolut. Bersihnya lokasi wisata akan sangat menunjang program utama Pemkab Gunungkidul dalam mengembangkan pariwisata Gunungkidul.

Dia mengatakan, permalasahan yang ada di lapangan yakni menumbuhkan kesadaran masyarakat. Salah satunya memberikan contoh mulai dari pemerintah sendiri.

"Acara sadar sampah semacam ini harus diperbanyak sehingga kesadaran masyarakat akan timbul, tidak hanya terbatas pidato, tetapi aksi nyata,"katanya.

Immawan mengatakan masalah sampah di kota dan kawasan wisata harus didukung sarana dan sumber daya manusia. Peralatan yang memadai serta personel yang cukup akan membuat penanganan sampah bisa dilakukan secara optimal.

"Menjadi perhatian penuh dan terus kami upayakan," katanya.

Dalam acara peringatan hari peduli sampah di Gunungkidul dipusatkan di TPAS Wukirsari tersebut juga dilakukan berbagai kegiatan seperti gerakan pungut sampah, lomba pungut sampah tingkat SD dan pameran produk hasil daur ulang sampah,

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler