fbpx
Connect with us

Sosial

Hujan Turun di Beberapa Daerah, Petani Dihimbau Tak Buru-buru Bercocok Tanam

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Meskipun hujan sudah turun di beberapa wilayah, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul meminta agar petani tidak terburu-buru menanam di lahan pertaniannya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan sudah mendapatkan laporan adanya sejumlah wilayah yang mulai turun hujan beberapa waktu terakhir ini. Meski demikian menurutnya curah hujan yang turun belum mencukupi untuk mulai menanam di lahan pertanian sehingga ia meminta agar petani tidak terburu-buru.

“Misalnya di patuk sudah ada hujan dua hari tapi curah hujannya belum cukup untuk menanam,” ungkap Raharjo, Rabu (18/10/2023).

Disebutnya dari perkiraan BMKG curah hujan pada bulan Oktober ini baru berkisar 70 mm, angka tersebut dinilai kurang untuk membasahi area pertanian untuk masuk masa tanam. Lebih lanjut, saat ini petani sudah mulai melakukan persiapan masa tanam. Untuk mendukung persiapan masa tanam pihaknya telah melakukan berbagai langkah percepatan dengan penyaluran benih kepada para petani.

Pada bulan Oktober 2023 ini, pihaknya telah mendistribusikan benih padi bantuan pemerintah pusat sebanyak 50 ton untuk luasan 2000 hektar padi sawah ke kelompok pertanuan yang tersebar di beberapa kapanewon.

Berita Lainnya  Pasar Munggi Akan Direhab, Pemerintah Mulai Bangun Pasar Darurat

“Varitas benih padi yang dibantukan berupa Cakrabuana, Inpari 32, dan Ciherang,” jelasnya.

“Petani diharapkan menunggu curah hujan mencukupi untuk melakukan masa tanam, diperkirakan bulan November sudah 100 mm lebih. Saat ini hujan juga belum merata,” sambung Raharjo.

Sementara itu, salah satu petani di Kapanewon Karangmojo, Tamiyem, mengatakan sudah melakukan persiapan lahan untuk melakukan masa tanam tahun ini. Dikatakannya hujan sempat turun di wilayahnya, namun ia memilih untuk menunggu curah hujan yang mencukupi untuk melakukan masa tanam.

“Siang ini hujan cukup deras tapi tidak lama, belum cukup buat lahannya basah kalau mau mulai menanam,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler