fbpx
Connect with us

Politik

Huru-hara di Gerindra, Sunaryanta-Heri vs Sutrisna-Ardi Makin Panas

Published

on

Nglipar,(pidjar.com)–Persaingan antara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sunaryanta-Heri Susanto dengan pasangan Sutrisna Wibawa-Ardi Widanta terus memanas. Setelah beberapa waktu silam jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Gunungkidul membelot ke Sunaryanta, pada Senin (07/09/2020) siang tadi, hal yang sama juga terjadi pada pengurus DPC Partai Gerindra Gunungkidul. Sebanyak 13 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra Gunungkidul merapat ke kediaman Sunaryanta di Kapanewon Nglipar. Beberapa waktu silam, DPP Gerindra sendiri secara resmi telah memutuskan untuk mengusung pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi dengan turunnya surat keputusan dukungan. Adapun Demokrat dan Gerindra sendiri merupakan 2 dari 4 koalisi partai pengusung Sutrisna-Ardi selain PAN dan PKS.

Para pengurus PAC sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penasehat DPC Gerindra Gunungkidul, Ngadiyono. Mereka secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada Sunaryanta-Heri Susanto.

Ngadiyono mengatakan, deklarasi yang dinyatakan pada hari ini telah dipikirkan dengan matang. Pihaknya bersama struktur kepengurusan tingkat kecamatan sepakat satu suara mendukung Sunaryanta-Heri Susanto.

Berita Lainnya  Hasil Rapat Banmus, Demas Kursiswanto Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD Gunungkidul Pada Senin Mendatang

Ia pun membeberkan alasannya mendeklarasikan dukungan kepada Sunaryanta-Heri Susanto. Pihaknya terpaksa mengindahkan instruksi karena keputusan DPP dianggao tidak sesuai dengan keinginan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan PAC Gunungkidul.

“Kita memberanikan diri dengan melakukan deklarasi ini,” ucap Ngadiyono yang masih mengklaim sebagai Ketua DPC.

Ia menjelaskan, dalam tahapan penjaringan calon, ia menyebut bahwa DPC Gerindra sebenarnya mengajukan Sunaryanta sebagai calon Bupati yang akan didukung. Namun kemudian, DPP justru memberikan SK kepada Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto. Ia menyebut keputusan ini telah dipelintir dan pihaknya merasa dibohongi.

“Sudah dipelintir, kami dibohongi DPP,” ketus dia.

Ditanya soal resiko sanksi atas pembangkangan ini, Ngadiyono mengaku siap menerima apapun nanti sanksi yang akan dijatuhkan kepadanya. Ia bahkan dengan tegas mengatakan tidak akan mempedulikan sanksi yang akan diberikan DPP.

Meski mendeklarasikan diri mendukung Sunaryanta, Ngadiyono dan ratusan orang yang hadir di lokasi acara tak mau dibilang membelot. Ngadiyono masih mengklaim bahwa jiwa mereka masih Gerindra.

Berita Lainnya  Pilkades Monggol Memanas, Timses Nomor Urut 1 Laporkan Pelanggaran Pesaing

Sementara itu, Sunaryanta mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan. Menurutnya hal ini merupakan satu bentuk dukungan positif dan patut mendapat apresiasi.

“Terimakasih dan apresiasi kami sampikan setinggi-tingginya kepada Partai Gerindra yang hari ini kumpul dengan semangat yang sama,” kata Sunaryanta.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra, Purwanto mengaku akan menyiapkan tim khusus untuk menyelidiki deklarasi tersebut. Dalam arti, pihaknya bakal menelusuri apakah 13 PAC tersebut merupakan PAC resmi Gerindra Gunungkidul ataukah hanya oknum saja.

“Kita akan selidiki, karena kemarin kita kompak satu suara mendukung Sutrisna-Ardi. Jadi ini PAC yang mana, jangan-jangan hanya mengaku-ngaku saja,” ucap Purwanto.

Dirinya juga siap memberikan sanksi, apa bila hal tersebut benar adanya. Sebab intruksi dari Partai Gerindra sudah jelas dukungan diberikan kepada Sutrisna-Ardi.

“Jika benar maka akan ada sanksi, tentu sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada,” terang dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler