fbpx
Connect with us

Politik

Dramatis, Selisih 17 Suara Warnai PAW DPRD Fraksi Nasdem

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul kembali melakukan pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW). Hal cukup menarik terlihat dalam pengantian Anton Supriyadi yang telah mengundurkan diri sebagai wakil rakyat karena ingin fokus dalam pencalonannya sebagai Kepala Daerah melalui jalur independen itu. Pasalnya, Umiati sebagai penganti Anton hanya selisih 17 suara dari calon dibawahnya yakni Wisnu Dwi Atmaja. Kendati demikian, Ahong sapaan pria berperawakan tinggi besar itu mengaku sangat legawa.

Wisnu kepada pidjar.com mengatakan, apa yang terjadi saat ini memang dirasa sebagai dirinya untuk mengajarkan rasa kepemimpinan sejati. Menurutnya, dari PAW Umiyati menjadi anggota DPRD terlantik dapil 3 Partai NasDem Gunungkidul adalah hal yang sudah sesuai dengan aturan yang ada.

Dirinya merasa sangat legawa dengan keputusan tersebut. Meski diketahui, antara Ahong dan Umiyati hanya selisih belasan suara saja.

“Suara bu umi 1.623 suaraku 1.606. Selisih 17 suara saja, tapi saya legawa,” ucapnya tegas dengan senyum lebar, Senin (07/09/2020).

Wisnu menambahkan, sebagai kaum milenial dirinya secara tidak langsung ingin memberikan contoh bahwa politik itu tidak harus saling menjatuhkan. Sehingga dirinya berharap paradigma di kalangan muda tentang politik negatif dapat memudar secara perlahan.

Berita Lainnya  Permohonan PAW Telah Diproses Gubernur, 2 Anggota DPRD Gunungkidul Dipastikan Segera Lengser

“Bagi saya ini cukup menarik, bahwa tidak selamanya politik itu sikut-sikutan dan terkesan negatif. Karena dengan legawa akan menjauhkan kita dari sakit hati yang nantinya dapat merusak pikiran dan tindakan kita sendiri,” ucap dia.

Meskipun dirinya tidak menjadi anggota dewan, namun ia akan terus bergelut dalam dunia politik. Ia mengakunakan memperjuangkan masyarakat melalui cara yang lain. Terutama untuk Dapil III, dirinya siap menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada para wakil rakyat yang kini duduk di kursi DPRD Gunungkidul

“Politik itu bukan hanya harus menjadi dewan tetapi konsistensi kita terhadap gerakan perjuangan untuk warga masyarakat dengan cara berpolitik lainya. Langkah saya masih panjang, dan saya percaya bahwa ibu Umiyati dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih mengatakan bahwa PAW ini dilakukan setelag adanya surat pengunduran resmi dari Anton Supriyadi. Selain itu serangkaian proses juga telah dilewati hingga dilakukannya pelantikan

“Setelah adanya surat pengunduran diri kemudian dilakukan pemrosesan sampai kemudian dilakukan pelantikan pagi tadi,”kata Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Gunungkidul.

Dengan adanya PAW dan pelantikan ini, Endah berharap terlantik langsunv bisa bekerja dan menyesuaikan diri dengan ketugasan dan fungsi sebagai anggota dewan. Dengan begitu formasi anggota dewan lengkap 45.

Berita Lainnya  Tunggu Juknis, Rekruitmen PPK dan PPS Molor

Sekretaris DPRD Kabupaten Gunungkidul Agus Hartadi mengatakan, PAW dilakukan karena Anton memilih mundur karena ingin mencalonkan diri sebagai calon bupati dari jalur independen.

Surat pengunduran diri yang bersangkutan terhitung sejak 18 Mei 2020 lalu. Dengan menyerahkan surat pengunduran tersebut ia kemudian juga tidak lagi mengantor di kantoe dewan. Kemudian, proses pengajuan PAW kesekretariatan dikoordinasikan dengan KPU Gunungkidul kaitannya dengan penelitian dan kelengkapan berkas.

“Sudah sesuai dengan aturan. Sudah ada surat Gubernur yang menyatakan PAW dan kemudian hari ini pelantikan,”tambah Agus Hartadi.

Dia mengatakan proses pengucapan sumpah janji anggota DPRD Gunungkidul PAW masa jabatan 2019-2024 dilakukan sederhana, dan mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19. Secara prinsip syarat dan ketentuan dalam proses pelantikan dapat terpenuhi dengan baik.

Sebagai informasi, Anton Supriyadi merupakan anggota dewan terpilih pada periode 2019-2024. Ia menjadi peraih suara terbanyak dari partai Nasdem di Dapil 3. Kemudian ia mengundurkan diri lantaran ingin fokus di Pilkada 2020, sayangnya ia justru gugur dalam verifikasi faktual.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler