Kriminal
Hutan Jati Sebagian Besar Dijarah Maling, Gapoktan Alami Kerugian Ratusan Juta
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tertangkapnya empat pencuri kayu di hutan negara, Padukuhan Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen pada Kamis (24/05/2018) lalu menguak perihal adanya pencurian kayu secara besar-besaran di wilayah tersebut. Aksi pencurian sendiri diperkirakan telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir itu telah menghabiskan sekitar 85 % dari tanaman jati yang tumbuh diatas tanah seluas 35 hektar yang dikerjasamakan antara pemerintah dan masyarakat. Total, kerugian akibat kejadian tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Akibatnya, masyarakat petani yang mengelola tersebut dipastikan gagal panen. Pohon-pohon yang selama ini tahunan mereka rawat telah habis dijarah oleh para pelaku. Sedianya, pada tahun 2018 ini, para petani akan melakukan panen raya.
Diungkapkan oleh salah seorang pengurus Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (HKM) Wana Makmur, Sugiyono. Hutan yang berada di RPH 17 tersebut sejak tahun 1997 telah dikelola oleh masyarakat. Direncanakan pada tahun 2018 ini, hutan tersebut akan dipanen.
"Kelompok telah mengajukan izin untuk memanen pada tahun ini. Tetapi kemarin belum ada tanggapan," kata Sugiyono, Kamis (31/05/2018) siang.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini keinginan serta antusias masyarakat terkait niat untuk menikmati hasil hutan tersebut telah sirna. Pasalnya, rencana pembagian hasil 60 banding 40 dipastikan tak akan maksimal.
"Kami dari kelompok seharusnya bisa mendapatkan 60% dari hasil panen itu. Jika hutan masih utuh ya satu miliar lebih mungkin hasilnya. Kalau saat ini tinggal berapa, sangat sedikit," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, aksi pencurian sendiri diperkirakan sudah berlangsung sejak lama. Pihaknya mengakui, selama beberapa tahun terakhir aksi pencurian tersebut telah terpantau oleh masyarakat.
Namun, lantaran takut untuk mengambil tindakan, warga hanya membiarkan saja aktifitas pencurian kayu tersebut. Selain itu juga minimnya perhatian dari para polisi kehutanan disinyalir menjadi pemicu nekatnya pelaku.
"Ya takut kalau mau patroli sendiri. Kalau malingnya menyerang, kita bisa apa. Pasti mereka membawa sabit gergaji," ujarnya.
Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com di lapangan, aksi pencurian memang sangat terang-terangan dilakukan. Bagaimana tidak, lokasi hutan sendiri sangat berdekatan dengan pemukiman warga.
Pohon jati yang dicuri pun memiliki ukuran yang tidak kecil, yakni antara diameter 60 sampai dengan 130 cm. Sangat mustahil apabila pencurian hanya dilakukan oleh satu orang yang tidak mengenal lokasi tersebut.
"Memang dua dari yang tertangkap itu merupakan anggota dari kelompok kami sendiri. Mereka memang nekat," imbuh Sugiyono.
Namun demikian, meskipun mereka anggota kelompok, Sugiyono berharap kasus ini dapat segera dikembangkan. Pihaknya siap apabila sewaktu-waktu dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk membongkar jaringan pencuri kayu yang selama ini telah merongrong para petani tersebut.
"Kalau mau terungkap ya geledah rumah warga kami. Kalau tidak pasti lama. Kami berharap agar kasus ini benar-benar diusut sampai tuntas," ucapnya kesal.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
