bisnis
Ini Belasan SMP di Gunungkidul Yang Telah Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gunungkidul mulai menggelar pembelajaran tatap muka langsung. Meski masih sangat terbatas, hal ini tentunya bisa menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Gunungkidul. Sebagaimana diketahui, selepas pandemi covid19 melandai dunia lebih dari setahun silam, praktis pembelajaran langsung di sekolah diliburkan. Namun begitu, pembelajaran tatap muka yang saat ini diterapkan sendiri masih digelar per sesi dengan waktu yang lebih singkat.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengungkapkan, kebijakan dari pemerintah berkaitan dengan pembelajaran tatap muka sendiri saat ini sudah lebih longgar. Menurutnya, boleh tidaknya sekolah menggelar pertemuan pembelajaran tatap muka disesuaikan dengan zonasi masing-masing wilayah di tingkat mikro dengan rekomendasi dari tim gugus tugas covid19 Gunungkidul.
“Kami meminta sekolah untuk melayangkan izin kepada gugus tugas di tingkat kapanewon untuk bisa mendapatkan rekomendasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka,” ujar Kisworo, Senin (25/05/2021).
Kisworo menambahkan, hingga Senin siang ini, sedikitnya sudah ada 16 sekolah yang melaporkan telah melangsungkan kegiatan pembelajaran tatap muka. Sekolah-sekolah tersebut menggunakan standar protokol kesehatan yang cukup ketat dan membagi masing-masing kelas menjadi dua sesi. Adapun SMP-SMP tersebut adalah SMP N 1 Ngawen, SMP N 1 Paliyan, SMP N 4 Wonosari, SMP Muhammadiyah Wonosari, SMP Al Mujahidin, SMP Bopkri Wanasari, SMP N 2 Semin, SMP IT Tunas Mulia, SMP N 2 Tanjungsari, SMP N 3 Semanu, SMP N 3 Tepus, SMP Muhamadiyah Playen, SMP Muhamadiyah 1 Paliyan, SMP N 2 Playen, SMP N 2 Paliyan.
“Dari sisi sarana pra sarana memang di sekolah-sekolah tersebut sudah mumpuni. Terlebih jika dilihat dari peta zonasi mikro wilayah Gunungkidul sudah hampir semua berwarna hijau,” paparnya.

Dengan segala macam persiapan yang sudah dilakukan baik dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul maupun masing-masing sekolah, ia berharap ke depan, tidak ada kluster baru pada penyelenggaraan proses pembelajaran langsung ini. Ia juga meminta sekolah untuk melakukan pengawasan agar tidak ada kerumunan yang dilakukan para siswa sebelum atau sesudah pembelajaran tatap muka terbatas.
“Semua sudah paham tentang protokol kesehatan, tinggal implementasinya di lapangan saja. Mudah-mudahan tidak sampai ada kluster,” ujarnya.
Terpisah, Kepala SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Agus Suroyo menambahkan, sekolahnya pagi ini sudah memulai proses pembelajaran tatap muka terbatas. Pihak sekolah sendiri juga sudah memiliki tim gugus tugas internal untuk menjadi pengendali agar protokol kesehatan dapat dilakukan oleh para siswa maupun guru.
“Ada dua sesi sesi pertama pukul 07.00 sampai 09.00 WIB, kemudian sesi dua 09.30 sampai 11.30 WIB. Pertemuan jika dilaksanakan dua kelas saja satu kelas dibagi dua sesi agar semua aman,” tandas Agus.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
