fbpx
Connect with us

Pendidikan

Ini Belasan SMP di Gunungkidul Yang Telah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gunungkidul mulai menggelar pembelajaran tatap muka langsung. Meski masih sangat terbatas, hal ini tentunya bisa menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Gunungkidul. Sebagaimana diketahui, selepas pandemi covid19 melandai dunia lebih dari setahun silam, praktis pembelajaran langsung di sekolah diliburkan. Namun begitu, pembelajaran tatap muka yang saat ini diterapkan sendiri masih digelar per sesi dengan waktu yang lebih singkat.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengungkapkan, kebijakan dari pemerintah berkaitan dengan pembelajaran tatap muka sendiri saat ini sudah lebih longgar. Menurutnya, boleh tidaknya sekolah menggelar pertemuan pembelajaran tatap muka disesuaikan dengan zonasi masing-masing wilayah di tingkat mikro dengan rekomendasi dari tim gugus tugas covid19 Gunungkidul.

“Kami meminta sekolah untuk melayangkan izin kepada gugus tugas di tingkat kapanewon untuk bisa mendapatkan rekomendasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka,” ujar Kisworo, Senin (25/05/2021).

Kisworo menambahkan, hingga Senin siang ini, sedikitnya sudah ada 16 sekolah yang melaporkan telah melangsungkan kegiatan pembelajaran tatap muka. Sekolah-sekolah tersebut menggunakan standar protokol kesehatan yang cukup ketat dan membagi masing-masing kelas menjadi dua sesi. Adapun SMP-SMP tersebut adalah SMP N 1 Ngawen, SMP N 1 Paliyan, SMP N 4 Wonosari, SMP Muhammadiyah Wonosari, SMP Al Mujahidin, SMP Bopkri Wanasari, SMP N 2 Semin, SMP IT Tunas Mulia, SMP N 2 Tanjungsari, SMP N 3 Semanu, SMP N 3 Tepus, SMP Muhamadiyah Playen, SMP Muhamadiyah 1 Paliyan, SMP N 2 Playen, SMP N 2 Paliyan.

“Dari sisi sarana pra sarana memang di sekolah-sekolah tersebut sudah mumpuni. Terlebih jika dilihat dari peta zonasi mikro wilayah Gunungkidul sudah hampir semua berwarna hijau,” paparnya.

Dengan segala macam persiapan yang sudah dilakukan baik dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul maupun masing-masing sekolah, ia berharap ke depan, tidak ada kluster baru pada penyelenggaraan proses pembelajaran langsung ini. Ia juga meminta sekolah untuk melakukan pengawasan agar tidak ada kerumunan yang dilakukan para siswa sebelum atau sesudah pembelajaran tatap muka terbatas.

“Semua sudah paham tentang protokol kesehatan, tinggal implementasinya di lapangan saja. Mudah-mudahan tidak sampai ada kluster,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Agus Suroyo menambahkan, sekolahnya pagi ini sudah memulai proses pembelajaran tatap muka terbatas. Pihak sekolah sendiri juga sudah memiliki tim gugus tugas internal untuk menjadi pengendali agar protokol kesehatan dapat dilakukan oleh para siswa maupun guru.

“Ada dua sesi sesi pertama pukul 07.00 sampai 09.00 WIB, kemudian sesi dua 09.30 sampai 11.30 WIB. Pertemuan jika dilaksanakan dua kelas saja satu kelas dibagi dua sesi agar semua aman,” tandas Agus.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler