fbpx
Connect with us

Sosial

Ironi Jalan Perbatasan di Kawasan Timur Yang Seperti Kali Asat, Ini Janji Pemerintah Kabupaten

Published

on

Semin, (pidjar.com)–Dua tahun lebih warga Padukuhan Karangpilang, Desa Rejosari Kecamatan Semin kerepotan ketika beraktifitas. Para warga harus memutar melewati kampung tetangga, Padukuhan Glagah Lemah Abang, Desa Candirejo yang tentunya berjarak lebih jauh. Hal ini terpaksa dilakukan karena kondisi jalan padukuhan yang membentang sepanjang 1,3 kilometer mengalami kerusakan parah. Ruas jalan kabupaten tersebut menghubungkan antara Desa Rejosari, Kecamatan Semin menuju Kabupaten Sukoharjo maupun Kabupaten Wonogiri.

“Motor sering sekali kecelakaan disini, makanya banyak pengendara pilih muter ke kampung tetangga daripada jatuh,” kata salah seorang warga setempat, Agung Rejeki, Sabtu (15/06/2019).

Lebih lanjut Agung mengatakan, warga yang kesal jalan mereka rusak parah tersebut sudah sejak lama mengambil langkah mengajukan proposal kepada Pemkab Gunungkidul dalam hal ini, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Proposal tersebut bahkan sudah dilegalisir kelurahan dan kecamatan setempat.

“Memang kondisinya di sini memang rusak parah, banyak warga yang mengatakan kondisi jalan seperti kali asat,” kata dia sambil menunjuk ruas jalan yang rusak parah dan sering mengakibatkan kecelakaan itu.

Lebih lanjut ia berharap pemerintah mulai memperhatikan sisi timur Kabupaten Gunungkidul. Di mana menurutnya, sisi timur juga merupakan gerbang wisata bagi para wisatawan yang akan datang ke Kabupaten Gunungkidul. Terlebih saat ini apabila musim liburan telah tiba, banyak wisatawan yang memilih jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

“Namun apabila kenyataan jalan alternatif saja masih begini, ya gimana,” kata Agung.

Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor yang memilih untuk melewati jalan lebih jauh untuk menghindari jalan rusak di Karangpilang, Abdullah, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia memaparkan bahwa jalan tersebut lantaran rusak parah, selain tidak membuat nyaman, juga cukup membahayakan. Ia mengaku pernah sekali terpleset batu dan jatuh di jalan tersebut. Lantaran hal itu, ia kemudian memilih untuk memutar meski harus menempuh jarak yang lebih jauh.

“Sekarang saya pilih lewat jalan Glagah Candirejo dari pada lewat sini, ya memang kadang tidak enak hati sama warga setempat karena itu hanya jalan kampung,” tukasnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Gunungkidul, Agustinus Setyo Koordijanto menjanjikan, perbaikan jalan yang menghubungkan antara Desa Rejosari dan Padukuhan Glagah akan mulai diprioritaskan. Saat ini sedang proses pengadaan oleh pejabat pengadaan melalui sistem.

“Bulan ini harapannya sudah bisa mulai kontrak,” tandasnya. (Ulfah Nurul Azizah)

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler