Connect with us

Sosial

Jadi Kawasan Terparah Terdampak Bencana Kekeringan, Pemdes Tileng Minta Dilibatkan Dalam Distribusi Bantuan Air

Diterbitkan

pada

Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul merupakan langganan terdampak kekeringan. Ketiadaan sumber air sementara fasilitas dari pemerintah dalam hal ini PDAM masih belum menjangkau, membuat masyarakat di kawasan merah kekeringan tersebut harus pontang-panting dalam memenuhi kebutuhan airnya.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah pada tahun 2017 lalu adalah Desa Tileng, Kecamatan Girisubo. Di desa ini, tak ada yang bisa dilakukan oleh warganya selain menggantungkan diri dari membeli air dari mobil tangki swasta. Hal ini tentunya sangat memberatkan warga secara finansial dan beberapa warga diantaranya bahkan harus menjual harta bendanya hanya untuk membeli air. Saat musim kemarau memang telaga yang menjadi sumber air utama warga kering dan tak lagi berisi air.

Kepala Desa Tileng Supriyadi mengungkapkan, bantuan dari pemerintah terkait pemenuhan air di musim kemarau memang sangat dibutuhkan. Dropping air sangat membantu warga masyarakatnya yang memang selalu kesulitan air bersih pada saat musim kemarau.

Berita Lainnya  Arus Balik Bersamaan Dengan Pengumuman Kelulusan, Ribuan Warga Gunungkidul Tinggalkan Kampung Halaman Untuk Merantau

“Kita sangat mengharap pemerintah bisa memberikan bantuan dropping air ke wilayah Tileng,” kata dia.

Selama ini, memang sudah banyak sekali perhatian dari pemerintah dalam mengantisipasi bencana kekeringan. Namun demikian menurut Supriyadi, pihaknya meminta agar keterlibatan pemerintah desa dalam penyaluran bantuan tersebut lebih dikuatkan. Pasalnya berdasarkan pengalaman tahun lalu, distribusi bantuan seringkali kurang tepat sasaran.

Di satu wilayah yang benar-benar kekeringan tidak mendapatkan jatah bantuan, sementara untuk wilayah yang bisa ditanggulangi sendiri justru mendapatkan bantuan berkali-kali.

“Kasihan untuk daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan,” papar Supriyadi, Kamis (31.05/2018) siang.

Pelibatan pemerintah desa dalam penyaluran bantuan sendiri ditandaskan Supriyadi tak berdasar pada tendensi apapun. Dalam hal ini secara kewilayahan, pemerintah desa tentunya lebih mengetahui pemetaan wilayah kekeringan di Desa Tileng. Dengan adanya keterlibatan maupun rekomendasi, maka hal ini akan mengeliminir potensi bantuan tersebut salah sasaran.

Berita Lainnya  Gelombang Tinggi Masih Terjadi, Nelayan Sadeng Pilih Libur Melaut

"Ini yang perlu dibenahi. Harusnya ada koordinasi dulu dengan pemerintah desa. Jangan asal droping," imbuhnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan, untuk mengoptimalkan bantuan dropping air ke area terdampak kekeringan, pihaknya telah melakukan evaluasi. Kini pihaknya telah memetakan wilayah kekeringan secara lebih detail. Pendataan dilakukan dengan mengambil data lapangan mulai dari desa, padukuhan, jumlah kepala keluarga, hingga jumlah penduduk.

Pihaknya juga telah menunjuk penanggung jawab di masing-masing desa yang bertugas untuk merekomendasikan daerah-daerah mana yang memerlukan bantuan dropping air.

“Dengan adanya penanggung jawab ini, akan mempermudah kerja kami dalam mendistribusikan bantuan, jadi tidak perlu wira-wiri. Kita sekaligus bisa memperkirakan berapa kali akan disuplai air,” bebernya.

Berita Lainnya  Lama Tak Diperbaiki, Jalan Kawasan Perbatasan Ini Alami Kerusakan Parah

Ia mengakui bahwa tahun lalu memang ada sedikit permasalahan dalam pendistribusian bantuan. Hal ini lantaran pihaknya hanya berpatokan pada data desa dan padukuhan sehingga belum mencakup jumlah KK maupun jumlah penduduk.

Terkait dengan kemungkinan ketidakberimbangan jumlah droping air ke sejumlah daerah, pihak ketiga diduga menjadi penyebabnya. Kata Edy pihak ketiga seperti lembaga lain di luar dinas yang berwenang dalam lakukan droping air memang tidak terpantau BPBD.

"Jadi kami mohon jika sudah ada droping di luar dari BPBD maka untuk informasikan ke kami agar tidak tumpang tindih dan bisa disalurkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan," katanya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata12 jam yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Berita Terpopuler