Sosial
Jadi Korban “Raja Totok”, Mantan Danramil Wonosari Terpaksa Sampai Jual Sawah
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jagad media sosial saat ini dihebohkan dengan kemunculan Totok Santoso yang mengaku sebagai raja dari Keraton Sejagat yang berdomisili di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Warga sendiri dihebohkan dengan parade Totok serta ratusan pengikutnya dengan seragam kerajaan. Rupanya, aktifitas dari kelompok ini telah sampai ke Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah orang sempat menjadi korban dari Totok yang mengaku bisa mendatangkan dana besar dari luar negeri untuk pengikut maupun untuk membangun Gunungkidul.
Salah satu yang sempat menjadi korban adalah, Hadi Suroso, warga Padukuhan Tumpak, Desa Ngawu, Kecamatan Playen. Pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat ini bahkan sempat menjual sawahnya demi mengikuti Totok.
Diceritakan Hadi Suroso (74), awal mula bertemu Totok Santosa adalah ketika beberapa tahun silam dia didatangi oleh salah seorang warga Kecamatan Wonosari bernama Retno. Hadi sendiri cukup mengenal kawasan Kota Wonosari lantaran sempat menjadi Danramil di wilayah tersebut. Singkat kata pada pertemuan itu, Retno mengungkapkan niatnya untuk mengajak Hadi bergabung dengan organisasi bernama Gunungkidul Development Comitee (DEC).
“Retno itu menjabat sebagai Sekretaris wilayah Gunungkidul dalam organisasi DEC,” beber Hadi Suroso, Rabu siang.
Dalam pertemuan itu sendiri, turut hadir Totok yang memperkenalkan dirinya sebagai pendiri organisasi dan sekaligus juga penanggung jawab area DIY dan Jateng. Secara terang-terangan, Totok langsung menunjuk Hadi untuk menjadi Ketua atau Koordinator DEC untuk wilayah Gunungkidul. Hadi sendiri sempat menanyakan mengapa kemudian ia yang dipilih. Oleh Retno dan Totok, Hadi dinilai merupakan tokoh terkenal dan bisa memiliki pengaruh kuat untuk merekrut anggota.
“Saya itu kenal Bu Retno dan Totok ya saat datang ke sini,” ungkap pensiunan yang terakhir berpangkat Kapten ini.
Kepadanya, Totok memaparkan bahwa ia akan mendapatkan dana besar dari luar negeri untuk berbagai kegiatan organisasi. Dana ini nantinya akan dipergunakan untuk kesejahteraan seluruh anggota DEC serta juga membangun Gunungkidul.
“Katanya dananya dari Turki,” imbuh Hadi.
Tak hanya itu, jika berkenan menjadi Ketua, Hadi juga dijanjikan akan mendapatkan tunjangan sebesar USD 500 per bulannya. Tunjangan tersebut memang sudah dipersiapkan untuk diberikan kepada seseorang yang menjabat sebagai Koordinator atau Ketua untuk wilayah Kabupaten. Tunjangan tersebut diberikan berbeda tergantung tingkatan di kepengurusan.

Dengan berbagai bujuk rayu serta iming-iming itu, beberapa waktu kemudian akhirnya Hadi memutuskan bersedia untuk ditunjuk menjadi Ketua Wilayah Gunungkidul. Jabatan itu sendiri ia pegang selama 3 tahun sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri di akhir tahun 2018 lalu. Ia mengundurkan diri karena semua janji manis Totok tak pernah terealisasi.
“Janjinya cuma ndobos, ngoyo-woro (bohong, tidak masuk akal),” katanya geram.
Ia pun sadar, ternyata ia tertipu oleh Totok Santosa. Ia sendiri sudah cukup banyak berjuang untuk organisasi Totok. Bahkan, ia juga rela merogoh koceknya sendiri yang dipergunakan sebagai biaya operasional. Selama berkegiatan di organisasi, Hadi menyebut bahwa tak sekalipun Totok mengeluarkan biaya.
“Saya bersama-sama anggota yang lain setiap minggunya harus mengadakan rapat di Jogja. Untuk bensin terus konsumsi njajake (traktir) anggota, sudah berapa itu,” jelasnya.
Duduk sebagai ketua tentu bukan hal yang mudah. Ia harus bertanggung jawab kepada para anggota Gunungkidul DEC. Bahkan suatu saat, ia terpaksa menjual sawahnya di Kecamatan Patuk untuk tombokan biaya operasial. Tanah tersebut bernilai puluhan juta. Biaya tersebut, lanjut Roso untuk biaya operasional sekaligus iuran yang harus diberikan kepada Totok.
“Iurannya itu macem-macem saja alasannya, saya juga manut-manut saja, tapi lama lama saya sadar dan akhirnya memilih mengundurkan diri,” tandas Hadi.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized6 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
