fbpx
Connect with us

Peristiwa

Jalan-jalan Anyar Gunungkidul, Surga Bagi Pelaku Balap Liar

Published

on

Rongkop, (pidjar.com)–Dalam rangka mengantisipasi adanya balap liar yang makin marak di ruas Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS), jajaran Kepolisian yang terdiri dari Polsek Rongkop menggelar patroli. Meski tak ditemukan aktifitas balap liar saat patroli ini, petugas sendiri menindak puluhan sepeda motor yang melanggar aturan dalam giat patroli tersebut.

Di Gunungkidul sendiri, ajang balap liar dilaporkan semakin marak dengan mulai dirampungkannya sejumlah proyek pembangunan jalan anyar. Tak hanya di kawasan JJLS saja, hal serupa juga disinyalir terjadi di kawasan jalan anyar di kawasan utara, di jalan anyar Tawang.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto, menuturkan patroli rutin memang saat ini tengah digiatkan oleh Polsek-polsek yang dilalui oleh jalur baru JJLS. Hal ini lantaran, banyak laporan dari masyarakat yang resah dengan aktifitas para pemuda yang seringkali menggelar balap liar di ruas jalan tersebut. Adapun pada Minggu (19/09/2021) kemarin, ruas jalan yang disasar patroli besar Polsek Rongkop ialah JJLS Pertigaan Watumanten, Semugih kemudian ke Bendorubuh ke Saban, Duwet dan Karangwuni. Ia menyampaikan bahwa memang potensi terjadinya balap liar di JJLS cukup tinggi. Maka dari itu pihak kepolisian akan rutin menggelar patroli untuk mengantisipasinya dan sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku balap liar ini.

“Dalam pelaksanaan patroli ini tidak ditemukan adanya balap liar. Kemudian dilaksanakan himbauan kepada masyarakat yang nongkrong agar segera membubarkan diri,”  jelasnya, Senin (20/09/2021).

Patroli semacam ini akan dilaksanakan secara rutin untuk menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat di sekitar jalan yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Wonogiri tersebut. Laporan perihal balapan liar ini memang banyak masuk dari berbagai kalangan masyarakat setempat. Langkah antisipasi sendiri menjadi penting, lantaran selain berbahaya bagi pengendara motor itu sendiri, kegiatan tersebut juga berbahaya bagi pengendara motor lainnya yang melintas.

“Meski waktu patroli tidak ada balapan liar, namun petugas menemukan sebanyak 28 sepeda motor knalpot blombongan dan tidak dilengkapi identitas surat-surat. Kami beri tindakan tilang untuk semuanya,” beber dia.

Diakui Suryanto, adanya beberapa ruas jalan anyar yang belum sepenuhnya dibuka ini memang membuat potensi terjadinya balapan liar semakin besar. Apalagi, jalur-jalur anyar yang dibangun ini dilengkapi dengan kualitas jalan yang sangat bagus dan lebar.

“Kita akan terus lakukan langkah antisipasi,” tandas dia.

Sementara itu, Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, melaporkan jika jajaran kepolisian Patuk juga menggelar patroli antisipasi balap liar pada sehari sebelumnya. Ia menyampaikan patroli tersebut menyasar di ruas jalan baru Tawang-Gembyong, Kalurahan Ngoro-oro yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Patuk, Kompol Sumadi.

“Kami bubarkan kerumunan pemuda yang diduga kuat akan melaksanakan balapan liar. Sekaligus juga kita periksa surat-surat dan kelengkapan sepeda motor serta memeriksa barang yang dibawa,” terang Purwanto.

Ia menyampaikan jika pihaknya mengamankan beberapa kendaraan yang tidak dilengkapi sura-surat yang kemudian dibawa ke Polsek Patuk.

“Kami mohon untuk orangtuanya yang mengambil kendaraan tersebut dengan membawa surat kendaraan dan kelengkapan lainnya ke Polsek Patuk,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler