Connect with us

Pemerintahan

Jamin Keamanan Masyarakat Serta Berguna Untuk Pemasaran, UMKM Didorong Segera Urus Izin PIRT

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah terus mendorong kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang makanan untuk segera mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Dengan memiliki perizinan ini, maka akan sangat membantu para pengusaha dalam memasarkan produk makanannya ke masyarakat secara lebih luas. Selain itu, dengan memiliki izin ini, para pegiat UMKM di bidang makanan ini bisa kemudian mendapatkan fasilitas dari pemerintah terkait program promosi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Gunungkidul Widagdo mengatakan, selama ini memang banyak pengusaha yang tidak mengetahui perihal keuntungan yang seharusnya mereka terima manakala terlah mendapatkan izin PIRT. Hal ini kemudian membuat para pengusaha tersebut belum memiliki kesadaran yang tinggi dalam menguruskan izin PIRT ke produk usahanya.

“Dengan memiliki izin ini, masyarakat bisa terjamin dalam mengkonsumsi produk-produk dari UMKM.Ini sangat bagus kaitannya dengan promosi dari pengusaha itu sendiri,” tutur WIdagdo, Selasa (05/06/2018) siang.

Berita Lainnya  8 Bulan Berlalu, Pemerintah Masih Verifikasi Relokasi Korban Longsor Candirejo

Mengingat pentingnya perizinan ini dalam kaitannya pemasaran para pelaku UMKM di bidang makanan, dinas disebutkan WIdagdo telah menganggarkan alokasi dana khusus untuk membantu pendanaan pengurusan PIRT kepada pengusaha. Meski demikian, lantaran keterbatasan dana yang ad, pihaknya baru bisa membantu 60 UMKM dalam pengurusan izin. Jumlah ini disebutkan Widagdo memang tak sebanding dengan jumlah total UMKM di Gunungkidul yang mencapai 38 ribu.

Untuk itulah ia menghimbau kepada para pengusaha makanan, khususnya yang sudah mapan secara financial untuk melakukan pengurusan izin PIRT secara mandiri.

“Kita ingin nantinya sebagian besar industri UMKM di Gunungkidul sudah mempunyai PIRT,” katanya.

Perihal pengembangan UMKM di Gunungkidul, Widagdo menandaskan bahwa pihaknya memberikan dukunan penuh. Sejumlah program telah disiapkan untuk membuat UMKMdi Gunungkidul semakin menggeliat. Diantaranya adalah dengan memfasilitasi para pelaku UMKM yang masih dalam skala kecil guna mengikuti pameran di sejumlah kegiatan di luar Gunungkidul. Selama ini cara semacam ini cukup efektif lantaran kemudian para pengusaha kecil ini bisa mengembangkan jaringan yang berimbas pada peningkatan omset.

Berita Lainnya  Pembangunan Kebun Binatang Raksasa di Panggang, Investor Tunggu Proses Perizinan Rampung

“Ada banyak teman UMKM yang akhirnya mendapatkan banyak pesanan dari luar daerah setelah mengikuti pameran,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga sangat concern terhadap kualitas barang hasil UMKM di Gunungkidul. Untuk itu, pemerintah menggandeng sejumlah kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut serta memberikan pendampingan. Adanya peran serta akademisi ini diharapkan nantinya bisa membantu para pengusaha dalam menginovasi produknya sehingga hasilnya bisa menjadi lebih sempurna dan lebih baik.

"Pengusaha didorong untuk berinovasi terhadap produknya, sehingga mampu bersaing. Mulai dari kemasan hingga kwalitas bahan makanannya," urai dia.

Meski saat ini UMKM Gunungkidul sangat berkembang pesat dengan jumlah mencapai puluhan ribu, namun hal tersebut tak lantas membuat Widagdo puas. Pihaknya terus berusaha memacu minat serta kemampuan dari warga Gunungkidul sehingga pada akhirnya mampu membuka UMKM baru. Semakin banyaknya pengusaha, maka nantinya akan semakin banyak pula tenaga kerja yang terserap dan memutar roda perekonomian lebih kencang.

Berita Lainnya  Mulai Lirik Potensi Kelengkeng di Gunungkidul, Bupati: Hasil Panennya Luar Biasa

“Kita berikan pemahaman sejak dini, artinya para pelajar kita berikan sosialisasi dan pengetahuan mengenai UMKM sehingga nantinya setelah mereka lulus, mereka memiliki kemauan dan kemampuan untuk membuat produk mandiri,” beber Widagdo.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler