fbpx
Connect with us

Kriminal

Jarah Uang Ratusan Juta Milik Mertua, Menantu Durhaka Dibekuk Polisi

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Tim Buser Satreskrim Polres Gunungkidul berhasil menangkap SH (45) warga Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. SH sendiri bisa disebut sebagai penjahat tak tahu diri lantaran justru tega melakukan pencurian di rumah mertuanya yang berada di Kecamatan Paliyan. Pria tersebut ditangkap oleh anggota kepolisian pada 27 Juli 2019 lalu saat tengah berada di rumah kontrakannya yang berlokasi di Wilayah Serpong, Tangerang. Saat ini, SH sudah mendekam di ruang tahanan Polres Gunungkidul sembari mengikuti serangkaian pemeriksaan lanjutan.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nurwidhiastuti mengatakan, pada tanggal 14 April 2019 lalu, H (60) warga Paliyan mengetahui adanya tindak pencurian di rumahnya. Di mana pada tanggal tersebut, ia bermaksud membayar arisan dengan mengambil uang yang disimpan pada lemari kamar. Namun, ternyata uang yang dimaksud tidak ada di tempat penyimpanan.

Sontak kejadian tersebut membuat pensiunan itu kaget dan tidak menyangka jika uang yang ia simpan di dalam rumahnya justru lenyap. Beberapa anggota keluarga kemudian ditanyai perihal keberadaan uang yang dimaksud. Kala itu, H sedikit menaruh curiga pada SH yang tak lain merupakan menantunya sendiri. Beberapa kali H menghubungi menantunya tersebut namun tak ada jawaban.

“Korban semula meminta SH (Pelaku) untuk pulang ke Paliyan, tetap yang bersangkutan tidak mau kembali ke sini,” kata Iptu Enny Nurwidhiastuti, Rabu (07/08/2019).

Lantaran tak ada itikad baik, pada tanggal 9 Juli 2019 kemarin korban resmi melaporkan tindak pencurian yang menimpanya ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan pemrosesan. Adapun kerugian yang dialami oleh korban yakni sebesar Rp 200.000.000. Dari tim Buser kemudian melakukan penyelidikan atas keberadaan pelaku. Sejumlah keterangan didapat oleh pihak kepolisian dan terus digali, hingga pada 27 Juli kemarin petugas berhasil mendapatkan informasi mengenai keberadaan SH di wilayah Serpong. Akhirnya, petugas kemudian melakukan penangkapan kepada pelaku. SH sendiri diamankan tanpa perlawanan.

Berita Lainnya  SD N 1 Ponjong Disatroni Pencuri, Laptop dan Kamera Diembat

“Ia ditangkap saat sedang berada di kontrakan bersama sang istri,” imbuh dia.

Keduanya kemudian digiring ke Polres Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, dugaan polisi atas tindakan yang dilakukan SH cukuplah kuat. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam di ruang tahanan Polres Gunungkidul.

Pelaku sendiri dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun lamanya. Penyidikan lanjutan juga terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

Dalam Operasi Curat Progo 2019, tim Buser tidak hanya berhasil mengamankan pelaku pencurian di rumah mertuanya sendiri itu. Melainkan petugas juga berhasil mengungkap kasus pencurian yang berlokasi di Masjid Al Huda Patuk yang terjadi pada 28 Mei 2019 lalu. Kala itu, FS (22) tengah beristirahat di masjid tersebut dan meletakkan tas selempang di sampingnya. Saat korban tertidur, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Berita Lainnya  Resedivis Cabuli 2 Remaja di Bawah Umur, Satu Diantaranya Hamil 2 Bulan

“Untuk isinya ada uang tunai sebesar Rp 4.411.000 dan 2 handphone milik korban yang raib dibawa pelaku pencurian,” imbuh Iptu Enny.

Adapun saat pemeriksaan pada CCTV yang ada seorang berbadan tegap dengan jaket bewarna hitam mengambil tas FS tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, sosok pelaku pencurian itu berhasil diidentifikasi merupakan AA (25) warga Kecamatan Wonosari. Pada akhir Juli 2019 lalu, akhirnya petugas berhasil membekuk AA saat tengah berada di rumah kos yang terletak di Desa Selang.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas ialah dompet bewarna coklat, jaket hitam, celana warna krem, handphone Vivo Y91 milik korban, handphone Vivo 1616 milik pelaku yang dibeli dari hasil kejahatan dan uang sebesar 300 ribu. Ia juga dijerat pasal 363 dengan ancaman 7 tahun penjara.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler