fbpx
Connect with us

Sosial

Jaringan PDAM Hanya Keluar Angin, Warga Piyuyon dan Banyumanik Terpaksa Jual Ternak

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu, (pidjar.com)–Padukuhan Piyuyon dan Banyumanik adalah wilayah pinggiran di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Meski hanya berjarak kurang 10 kilometer dari pusat Kota Wonosari, namun ternyata 2 padukuhan tersebut saat ini lumayan parah dilanda kekeringan. Walaupun pipa PDAM Tirta Handayani menjangkau sampai wilayah tersebut, faktanya kran hanya mengalirkan angin tanpa setetes pun air yang mengalir. Tak pelak hal ini membuat warga di 2 padukuhan ini pontang panting dalam memenuhi kebutuhan airnya.

Seluruh tabungan milik warga di dua padukuhan ini harus dihabiskan untuk membeli air. Warga bahkan harus menjual ternak milik mereka demi sekedar membeli air dari tangki swasta.

Menurut, Dukuh Piyuyon, Sri Muryati, sudah sejak dahulu setiap musim kemarau tiba warganya kesulitan air bersih. Tidak adanya embung, sungai, sumur dan sumber air menyebabkan warganya hampir tak memiliki harapan untuk bisa memenuhi kebutuhan air mereka.

Pemasangan sambungan dari PDAM sebelumnya sempat memberikan harapan kepada warga Piyuyon. Namun harapan tersebut rupanya tak bisa terwujud. Aliran air tak mengalir seperti yang diharapkan. Bahkan ketika musim kemarau seperti sekarang ini, dari pipa-pipa tersebut hanya mengalirkan angin saja tanpa ada air yang keluar.

Berita Lainnya  Aksi Klithih Kembali Menggila, Disdikpora Ancam Keluarkan Siswa Yang Terlibat

“Kita tidak punya sumber air lain. Harapan utama kita pada aliran PDAM ini, akan tetapi malah tidak keluar (air),” keluh Sri, Senin (05/08/2019) siang.

Lebih lanjut Sri Muryati mengungkapkan, di wilayahnya sendiri terdapat 130 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 560 orang. Pihaknya ke depan sangat berharap PDAM Tirta Handayani dapat mengoptimalkan pelayanan hingga sampai padukuhannya.

“Pokoknya saya berharap PDAM dapat mengoptimalkan pelayanan hingga ke sini. Warga di sini sudah sangat menderita lantaran kekurangan air,” pintanya.

Yang menjadi masalah, saat ini bantuan dari pihak swasta juga sangat jarang menyasar ke wilayah Piyuyon. Hal ini lantaran selama ini, Piyuyon dianggap bukan daerah yang terdampak kekeringan. Image dari para dermawan, lokasi kekeringan terparah adalah Kecamatan Tepus, Rongkop, Girisubo, Tanjungsari dan wilayah pesisir pantai lainnya.

Berita Lainnya  Tak Dapat Pengobatan Layak dan Perlakuan Kurang Mengenakkan, ART Ketua DPRD Berang Saat Berobat di RSUD Wonosari

“Padahal sejatinya kami sangat butuh bantuan itu. Karena tidak ada bantuan, warga di sini terpaksa menguras tabungan, termasuk hingga ternak mereka dijual hanya untuk beli air,” kata Sri Muryati.

Keluhan sejenis disampaikan Mardiyo, warga Padukuhan Banyumanik, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Sejak 3 bulan silam, banyak masyarakat yang kelimpungan saat memasuki musim kemarau. Sama seperti diungkapkan Dukuh Piyuyon, meski saluran pipa PDAM Tirta Handayani sudah sampai daerahnya, namun faktanya air tidak menetes dan hanya keluar desis angin.

“Paling keluar hanya seminggu sekali, itupun debitnya sangat kecil dan tidak mampu mencukupi kebutuhan warga. Parahnya lagi, meski hanya keluar angin warga tetap harus membayar bulanan ke PDAM sesuai dengan angka di meteran yang terus berputar seiring keluarnya angin,” keluh Mardiyo.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler