Sosial
Jaringan PDAM Hanya Keluar Angin, Warga Piyuyon dan Banyumanik Terpaksa Jual Ternak
Semanu, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Padukuhan Piyuyon dan Banyumanik adalah wilayah pinggiran di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Meski hanya berjarak kurang 10 kilometer dari pusat Kota Wonosari, namun ternyata 2 padukuhan tersebut saat ini lumayan parah dilanda kekeringan. Walaupun pipa PDAM Tirta Handayani menjangkau sampai wilayah tersebut, faktanya kran hanya mengalirkan angin tanpa setetes pun air yang mengalir. Tak pelak hal ini membuat warga di 2 padukuhan ini pontang panting dalam memenuhi kebutuhan airnya.
Seluruh tabungan milik warga di dua padukuhan ini harus dihabiskan untuk membeli air. Warga bahkan harus menjual ternak milik mereka demi sekedar membeli air dari tangki swasta.
Menurut, Dukuh Piyuyon, Sri Muryati, sudah sejak dahulu setiap musim kemarau tiba warganya kesulitan air bersih. Tidak adanya embung, sungai, sumur dan sumber air menyebabkan warganya hampir tak memiliki harapan untuk bisa memenuhi kebutuhan air mereka.
Pemasangan sambungan dari PDAM sebelumnya sempat memberikan harapan kepada warga Piyuyon. Namun harapan tersebut rupanya tak bisa terwujud. Aliran air tak mengalir seperti yang diharapkan. Bahkan ketika musim kemarau seperti sekarang ini, dari pipa-pipa tersebut hanya mengalirkan angin saja tanpa ada air yang keluar.
“Kita tidak punya sumber air lain. Harapan utama kita pada aliran PDAM ini, akan tetapi malah tidak keluar (air),” keluh Sri, Senin (05/08/2019) siang.
Lebih lanjut Sri Muryati mengungkapkan, di wilayahnya sendiri terdapat 130 kepala keluarga dengan jumlah jiwa mencapai 560 orang. Pihaknya ke depan sangat berharap PDAM Tirta Handayani dapat mengoptimalkan pelayanan hingga sampai padukuhannya.
“Pokoknya saya berharap PDAM dapat mengoptimalkan pelayanan hingga ke sini. Warga di sini sudah sangat menderita lantaran kekurangan air,” pintanya.
Yang menjadi masalah, saat ini bantuan dari pihak swasta juga sangat jarang menyasar ke wilayah Piyuyon. Hal ini lantaran selama ini, Piyuyon dianggap bukan daerah yang terdampak kekeringan. Image dari para dermawan, lokasi kekeringan terparah adalah Kecamatan Tepus, Rongkop, Girisubo, Tanjungsari dan wilayah pesisir pantai lainnya.
“Padahal sejatinya kami sangat butuh bantuan itu. Karena tidak ada bantuan, warga di sini terpaksa menguras tabungan, termasuk hingga ternak mereka dijual hanya untuk beli air,” kata Sri Muryati.
Keluhan sejenis disampaikan Mardiyo, warga Padukuhan Banyumanik, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Sejak 3 bulan silam, banyak masyarakat yang kelimpungan saat memasuki musim kemarau. Sama seperti diungkapkan Dukuh Piyuyon, meski saluran pipa PDAM Tirta Handayani sudah sampai daerahnya, namun faktanya air tidak menetes dan hanya keluar desis angin.
“Paling keluar hanya seminggu sekali, itupun debitnya sangat kecil dan tidak mampu mencukupi kebutuhan warga. Parahnya lagi, meski hanya keluar angin warga tetap harus membayar bulanan ke PDAM sesuai dengan angka di meteran yang terus berputar seiring keluarnya angin,” keluh Mardiyo.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
