fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jembatan Mojorejo Rampung Dibangun dengan Dana Hibah BNPB 9,7 Miliar

Diterbitkan

pada tanggal

Nglipar,(pidjar.com)–Jembatan Mojorejo, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar telah siap digunakan masyarakat. Kendati pembangunannya selesai di detik-detik terakhir tahun 2019, namun jembatan yang direhab akibat Badai Siklon Cempaka 2017 lalu selesai tepat waktu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki memaparkan, ada tujuh paket rehabilitasi dan rekrontruksi yang dikerjakan di tahun 2019. Salah satunya proyek pembangunan Jembatan Mojorejo senilai Rp. 9,7 Miliar.

“Semua sudah selesai dibangun, lampu penerangan pun juga sudah terpasang,” ujar Edy saat dikonfirmasi pidjar.com, Kamis (02/01/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, sempat ada kekhawatiran pembangunan jembatan tersebut tidak selesai tepat waktu. Namun demikian pihaknya terus melakukan pengawasan, kemudian dari pihak kontraktor pun melakukan pengerjaan dengan cara dilembur setiap hari.

Berita Lainnya  Puluhan Ribu Data Kependudukan Warga Gunungkidul Masih Berstatus Data Anomali

“Sesuai target, jembatan selesai di akhir tahun 2019,” imbuh Edy.

Selain jembatan di Padukuhan Nglebak tersebut, sejumlah fasilitas umum dan rumah warga terdampak Badai Siklon Cempaka 2017 sudah selesai dibangun. Sedikitnya ada 94 rumah warga telah selesai dibangun, Jembatan Tahunan Kecamatan Paliyan, rehabilitasi gedung SD, perbaikan talut TPAS Baleharjo dan pembangunan dan parit di Desa Ngeposari, Semanu.

“Anggaran rehabilitasi sekitar Rp. 30 Miliar, untuk recovery kami mendapat hibah dari BNPB sebesar Rp. 75 Miliar,” jelas Edy.

Selanjutnya pada tahun 2020 ini, rehabilitasi dan rekonstruksi akan dilanjutkan. Adapun yang akan direhab dan direkon yakni tiga jembatan dan satu bangunan SMP di Kecamatan Saptosari.

Berita Lainnya  Perubahan Raperda Dibahas, Tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Akan Diturunkan

Sementara itu, salah satu warga Desa Katongan yang tidak jauh dari jembatan Mojorejo, Slamet mengapresiasi ketepatan waktu dalam pembangunan jembatan yang hanyut pada 2017 silam. Jembatan ini menurutnya menggantikan Jembatan Lama yang hanyut karena badai Cempaka tahun 2017 yang lalu. Menurutnya, keberadaan jembatan ini begitu penting untuk arus lalu lintas sektor tengah wilayah Kecamatan Nglipar.

“Selesainya jembatan ini diharapkan lalu lintas yang semula terputus bisa normal kembali dan pada gilirannya bisa menghidupkan perekonomian masyarakat,” tandas mantan anggota DPRD DIY ini.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler