Connect with us

Peristiwa

Jumlah Ternak Mati Mendadak Terus Berjatuhan, Petugas Pastikan Penanganan Sesuai Prosedur

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jumlah hewan ternak mati mendadak di wilayah Gunungkidul terus bertambah. Nampaknya hampir setiap hari Dinas Pertanian dan Pangan terus mendapatkan laporan mengenai adanya sapi ataupun kambing mati. Lantaran banyaknya laporan, bahkan petugas yang ada pun sedikit kuwalahan dalam menangani sapi mati di wilayah Gunungkidul.

Kepala Seksi Kesmavet DPP Gunungkidul, drh Retno Widiastuti mengungkapkan hewan ternak yang mati mendadak terus terjadi. Setiap kematian hewan ternak mendadak harus ditangani sesuai prosedur yang ada. Mulai dari pakaian pelindung hingga tata cara mengubur ternak itu harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Jumlahnya sendiri sedang kami rekap, dari awal kejadian hingga hari ini. Petugas masih berada di lapangan,” terang Retno Widiastuti, Selasa (28/01/2020).

Dalam penanganan sesuai SOP itu, petugas barus memperlakukan ternak mati layaknya terkena spora antraks. Langkah ini diambil agar petugas yang melakukan penanganan tidaklah terpapar penyakit yang berbahaya ini.

Berita Lainnya  Saling Tak Mau Mengalah, 2 Motor Tabrakan di Bundaran PLN

Tak hanya, mereka juga melakukan uji laboratorium guna mengetahui bakteri atau spora yang ada di tanah, kotoran ternak serta tubuh hewan yang mati mendadak. Bahkan hewan yang ada disekitsrnya pun juga diberikan vaksin maupun antibiotik.

“Yang positif hanya di Ngrejek dan Pucanganom saja semoga ndak ada kejadian lagi mengenai hasil yang positif. Untuk jumlahnya sapi mati masih dalam pendataan,” tambahnya.

“Tentunya sebagai pengaman dalam melaksanakan ketugasan. Laporan sendiri selalu ada ternak mati mendadak, masyarakat tidak perlu khawatir karena belum tentu ternak mati mendadak itu karena antraks,”tambah dia.

Dimungkinkan akumulasi ternak mati mendadak seperti sapi dan kambing jumlahnya mencapai puluhan. Mengingat dari awal kejadian hingga awal bulan saja terdapat sekitar 21 ternak mati. Dari awal bulan sampai mendekati akhir bulan ini masih dalam pendataan, namun dipastikan hampir setiap hari ada pelaporan.

Berita Lainnya  Menghilang Usai Pamit Beli Pulsa, Gadis Pelajar SMP Akhirnya Ditemukan di Rumah Temannya

“Masyarakat sekarang sudah mulai baik pemahamannya. Ndak ada sapi dijual atau dibrandu, semua terlaporkan dan langsung dikubur sesuai SOP,” jelasnya.

Ia mengakui jika petugas kesehatan hewan ataupun kesmavet di DPP sangat minim. Saat ini baru ada 25 petugas kesehatan hewan dan 21 dokter hewan. Jumlah tersebut sangat minim jika dibandingkan dengan populasi sapi serta luas area Gunungkidul.

Jumlah populasi sapi mencapai 152 ribu ekor. Idealnya, 1 petugas medis ataupun dokter hewan menangani 2.000 ekor sapi. Namun di Gunungkidul hanya ada 25 petugas, tentu jumlah tersebut sangat minim.

“Apalagi luas wilayah Gunungkidul mencapai 46 % luas DIY dan jumlah ternaknya padat,”pungkas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan jika dampak adanya penyakit antraks ini membuat sejumlah sektor agak sepi. Dampak sosial tentunya dirasakan oleh masyarakat, kekudian perekonomian pun agak lesu. Mengjngat harga jual dan minat jual beli hewan tentu dirasakan oleh.para pedagang pula.

Berita Lainnya  Berniat Pulang dari Pantai Siung, Pelajar Alami Kecelakaan Hingga Terpental ke Ladang

“Dampaknya cukup luas. Mudah-mudahan segera terselesaikan, kami dengan pemkab berupaya semaksimal mungkin,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler