fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Jurus-jurus Pemerintah Turunkan Harga Minyak Goreng Yang Masih Jauh Dari Harga Ideal

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Meski berangsur telah mengalami penurunan, harga minyak goreng di pasaran masih terhitung cukup tinggi. Dalam menyikapi tingginya harga minyak goreng di pasaran, beberapa waktu lalu pemerintah merencanakan adanya penstabilan harga melalui kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia dan Asosiasi Industri Minyak Mentah Indonesia. Namun demikian, sejauh ini upaya tersebut masih belum berbuah positif lantaran harga minyak goreng masih jauh di atas harga ideal.

Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto, mengungkapkan, masih tingginya harga minyak goreng tidak terlepas dari pengaruh industri minyak di dunia. Ia tak menampik jika harga minyak goreng saat ini masih tergolong tinggi. Dari pemantauannya, harga saat ini masih stabil di Rp. 19.500 per liternya.

“Sekarang masih cukup tinggi ya, harganya masih Rp. 19.500 per liter. Kalau idealnya ya sekitar Rp. 14.000 per liter,” ungkapnya, Jumat (14/01/2022).

Ia menyampaikan, jika salah satu agenda untuk menurunkan harga minyak goreng dari pemerintah pusat hingga pemerintah kabupaten ialah dengan bekerja sama dengan pihak perusahaan industri minyak goreng. Namun langkah tersebut memang belum dapat dilaksanakan di Gunungkidul dikarenakan ketersediaan minyak goreng murah tersebut telah habis. Pihaknya juga terus berupaya menjalin koordinasi dengan pihak perusahaan industri minyak agar segera mendapatkan minyak murah untuk menurunkan harga pasar di Gunungkidul.

“Perkembangan selanjutnya kita akan selalu mengikuti baik dari pusat ataupun Disperindag DIY,” imbuh Sigit.

Selain itu, pihaknya dalam beberapa waktu terakhir juga telah berupaya menggelar operasi pasar untuk menurunkan harga minyak goreng. Namun langkah tersebut belum dapat menurunkan harga minyak goreng di pasar mengingat keterbatasan stok barang yang dimiliki. Ia mengatakan jika pihaknya ke depannya akan terus melakukan operasi pasar sampai harga minyak goreng di pasar dapat turun stabil.

“Untuk operasi pasar itu kita sudah selalu melakukan, mungkin sampai harga nanti stabil,” terang dia.

Diakui Sigit, pihaknya belum dapat memperkirakan atau menargetkan kapan harga minyak goreng di pasaran dapat turun hingga stabil. Situasi sendiri semakin sulit lantaran kurang dari tiga bulan lagi, sudah akan memasuki bulan Ramadhan. Pada masa ini, seringkali kebutuhan harga bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Walau demikian, ia menyebut bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan hal itu. Pemerintah akan terus berusaha agar harga minyak goreng dapat kembali stabil sebelum bulan Ramadhan tiba.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar stoknya terjaga, jadi tidak perlu khawatir berlebihan,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler