fbpx
Connect with us

Politik

Kartu Program PIP Bergambar Paslon Bupati, Bawaslu Akan Surati Anggota DPR RI

Published

on

Semin,(pidjar.com)–Puluhan siswa sekolah dasar mendapat bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar dari aspirasi MY Esti Wijayanti, anggota Fraksi PDIP DPR RI. Namun kemudian, dalam penyerahan program ini kemudian menjadi polemik lantaran kartu yang diberikan tersebut terdapat foto pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi. Atas edaran itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul akan melayangkan surat resmi kepada MY Esti Wijayanti sebagai langkah antisipasi pelanggaran pemilu.

Kepada pidjar.com, Kepala Sekolah SD Negeri I Semin, Wahono membenarkan perihal pemberian kartu bergambar salah satu pasangan calon kepada para wali murid yang mendapatkan beasiswa. Kartu tersebut diberikan kepada wali murid secara langsung di balai desa setempat. Ia tidak mengetahui dari mana asal data sehingga muncul puluhan siswa itu.

“Kita hanya sebagai perantara untuk menyampaikan undangan sosialisasi kepada wali murid, saya ikut senang sebanyak 78 siswa saya mendapat undangan untuk penerimaan beasiswa,” kata, Wahono kepada pidjar.com, Rabu (16/09/2020).

Berbeda dengan beasiswa program Indonesia pintar sebelumnya yang hanya mesyasar ke beberapa murid, bantuan PIP dari Esti Wijayanti ini lebih merata. Artinya tepat sesuai data yang terdaftar di beasiswa program Indonesia pintar.

Berita Lainnya  Permohonan PAW Telah Diproses Gubernur, 2 Anggota DPRD Gunungkidul Dipastikan Segera Lengser

“Ini malah lebih merata, ada yang belum pernah dapat bantuan ini sekarang dapat,” imbuh Wahono.

Disinggung mengenai dengan adanya foto pasangan BABE itu, Wahono enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan bahwa program kali ini memang berdasarkan kabar yang ia terima berasal dari aspirasi anggota DPR RI, Esti Wijayanti.

“Saya tidak tahu ini ditumpangi politik atau tidak. Yang jelas saya senang siswa dapat bantuan,” ucap dia.

Sementara itu, Komisioner Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Sudarmanto memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis dari beredarnya kartu ini. Berdasarkan analisis awal, dari selebaran tersebut, pasangan calon (Bambang Wisnu-Benyamin) bukanlah pembuat program. Melainkan dari anggota DPR RI yang mencantumkan foto pasangan calon. Kendati demikian, pihaknya juga tidak bisa menutup kemungkinan hal ini merupakan kegiatan paslon.

“Melihat apa yang termuat itu, pasangan calon bukan yang membuat program tetapi dari anggota dewan pusat yang mencantumkan paslon yang diusung partai, kalau kegiatan ini bagian dari kegiatan paslon bisa jadi patut diduga,” kata Sudarmanto.

Sudarmanto menambahkan, bahwa kejadian serupa hampir terjadi di beberapa kabupaten yang menggelar Pilkada. Namun begitu, pihaknya akan mengingatkan kepada pihak terkait dengan surat resmi untuk mencegah pelanggaran Pilkada terjadi.

Berita Lainnya  Gerah Program Rasul Gratis Diserang Petahana, Calon Kades Hargomulyo Janjikan Dalang Ki Seno Tiap Tahun

“Tetap harus diingatkan dengan surat resmi. Tetapi belum tentu bisa masuk sebuah pelanggaran Pilkada. Saat ini dalam bahasa pengawasan adalah pencegahan melalui surat himbauan resmi, dan ini on proses,” tandas Sudarmanto.

Sementara itu, MY Esti Wijayanti membenarkan bahwa program tersebut memang dari aspirasi dirinya. Terkait terpasangnya foto pasangan Bambang Wisnu-Benyamin, ia menjelaskan bahwa pasangan itu memang diusung oleh partai selama ini menaunginya dalam pencalonan dirinya menjadi DPR RI.

“Babe adalah calon yg diusung PDI PERJUANGAN, dan saya adalah anggota FPDI Perjuangan DPR RI. Sudah menjadi kewajiban saya di setiap gerak langkah saya untuk mengenalkan calon dari PDI Perjuangan,” tulis Esti dalam pesan WA kepada pidjar.com.

Esti pun menanggapi terkait akan adanya surat dari Bawaslu. Ia terlihat santai dan telah menggunakan rambu-rambu peraturan yang ada.

“Belum ada calon yang ditetapkan KPU sehingga belum resmi sebagai calon. Kartu adalah kartu ucapan selamat. Jadi kalau saya pasang gambar BaBe tentu tidak ada aturan yang melarang untuk itu,” ucap Esti.

“Dan yang bikin (selebaran) adalah posko EW (Esti Wijayanti),” sambung dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler