fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kasus Bullying di SD Al Azhar Selang, Korban Diduga Tak Hanya 1 Orang

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Munculnya kasus bullying di sekolah-sekolah yang masih terus ditemukan berbagai wilayah memantik kekhawatiran dari para wali murid. Adapun kasus bullying sendiri juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Bahkan yang cukup miris, kasus ini terjadi lingkungan SD elit yang berada di Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari ini korbannya tak hanya satu atau dua orang saja.

Sejumlah korban sendiri sampai mengalami kesakitan tak hanya fisik, namun juga psikis. Orang tua para siswa korban bullying yang tak terima sendiri memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan pelaku yang juga merupakan siswa SD tersebut ke Mapolres Gunungkidul.

Laporan perihal bullying di SD Al Azhar Selang, Wonosari tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Gunungkidul. Sejumlah saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Andika Arya membenarkan adanya laporan kasus bullying yang ditangani oleh jajarannya. Pelaporan dari korban telah diterima dan ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan dan penyelidikan. Ia menjelaskan kronologi awal kasus tersebut terjadi pada tanggal 1 September 2023 lalu.

Sekitar pukul 10.00 WIB, siswa di salah satu kelas SD elit ini tengah mengikuti pelajaran P5. Dikarenakan jaringan internet melemah, maka guru yang mengampu pelajaran tersebut turun ke lantai bawah untuk mengecek jaringan. Pada saat itu, para siswa masih berada di kelas. Salah seorang siswa kemudian mencoba membuka youtube untuk mengecek akses internet sudah bisa digunakan atau belum.

Berita Lainnya  Teledor Tinggalkan Tungku Saat Memasak, Dapur Widiyanto Luluh Lantak Diamuk Api

Ada satu siswa lain yang kemudian menghampirinya, memberitahu bila tidak boleh membuka youtube. Namun karena siswa ini tetap membuka youtube, kemudian temannya itu memukul dengan tangan terbuka dan mengenai kepala belakang korban.

Seketika itu, suasana di ruang kelas menjadi ramai gaduh. Korban berteriak kesakitan dan menangis hingga gemetar. Guru yang mendengar laporan dan kegaduhan ini kemudian membawa korban ke UKS untuk dilakukan penanganan. Mendapat perlakuan yang demikian, keluarga siswa tersebut kemudian membawa ke rumah sakit untuk dilakukan pengecekan. Atas berbagai pertimbangan, keluarga lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul.

“Benar (kejadian). Untuk korban yang melaporkan ke Polres ada 1 orang,” kata Kasat Reskrim saat dikonfirmasi, Jumat (03/11/2023).

Berita Lainnya  Mobil dan Motor Bertabrakan di Jalan Jogja-Wonosari, Satu Orang Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pun dilakukan untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut. Adapun informasi yang masuk, korban bullying oleh pelajar tersebut tidak hanya satu orang saja. Ada beberapa pelajar yang dibully dengan perlakuan yang berbeda-beda.

“Kalau infonya ada yang lain (korban). Untuk saksi kita sudah memanggil 7 saksi untuk dimintai keterangan,” imbuh dia.

Disinggung mengenai lanjutan kasus ini, Andika mengatakan penanganan perkara tersebut terus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak sekolah nampaknya juga telah bersikap memberikan sanksi terhadap siswa pelaku bullying tersebut.

“Untuk terkait sanksi itu bukan ranah kami. Kami fokus pada penanganan perkaranya,” sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suranto. Ia mengatakan koordinasi dengan sekolah juga tetap dilakukan berkaitan dengan perkara bullying tersebut. Adapun penanganan sendiri sepenuhnya diserahkan ke jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul.

Berita Lainnya  Heboh di Desa Pulutan, Seorang Warga Setempat Mengaku Tangkap Tuyul

“Iya untuk perkara tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim. Sudah dilakukan pemanggilan beberapa saksi dan proses hukumnya tetap berjalan,” ujar Iptu Suranto.

“Karena pelaku di bawah umur, maka ada kententuan yang harus ditaati,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler