Sosial
Kasus Melandai Buat Relawan Banyak “Nganggur”, PMI Fokuskan Pelatihan ke Kalurahan
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Melaindainya kasus penularan covid19 maupun kematian akibat covid19 di Gunungkidul tak hanya berpengaruh bagi ketersediaan tempat tidur pasien saja, namun juga pada aktifitas para relawan yang selama ini gotong-royong menanggulangi pandemi covid19. Puncak gelombang covid19 pada akhir Juni hingga awal Agustus lalu sempat menyedot banyak energi para relawan yang setiap harinya fokus pada penjemputan, pemulasaraan, hingga pemakaman jenazah pasien covid19.
Saat ini, dengan jumlah kasus yang rendah, tentunya membuat para relawan kemanusiaan ini bisa sedikit menghela nafas lega. Tak banyak aktifitas yang mereka lakukan berkaitan dengan penjemputan, pemulasaraan maupun pemakaman jenazah korban covid19 di Gunungkidul.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul, Iswandoyo, mengungkapkan dengan melandainya kasus covid19 saat ini membuat pihaknya bisa lebih fokus dalam perluasan edukasi pemulasaran dan pemakaman jenazah covid19 di kalurahan-kalurahan. Kegiatan semacam ini menurutnya sempat terhambat pada Juni hingga awal Agustus 2021 lalu. Saat itu, para relawan memang sangat sibuk dalam mengurus para pasien covid19 di Gunungkidul yang memang mengalami lonjakan sangat signifikan.
Menurutnya, pandemi covid19 yang belum diketahui kapan akan berakhir membuat tanggap kebencanaan di tingkat kalurahan menjadi sangat penting. Langkah antisipasi ini nantinya akan sangat berguna dalam skenario terburuk, yaitu saat jumlah kasus kembali meningkat.
“Ini tadi kami baru selesai dari pelatihan pemulasaran di Girimulyo, Panggang; di Jetis, Saptosari; kemudian di Piyaman. Saat ini kami terus keliling melakukan edukasi dan pelatihan,” jelas Iswandoyo saat ditemui, Sabtu (11/09/2021).
Namun begitu, landainya kurva covid19 di Gunungkidul tak berarti kasus covid19 mulai berhenti. Iswandoyo sendiri meminta masyarakat tak terlena dengan perkembangan situasi saat ini. Kesiapsiagaan mengenai kebencanaan, bukan hanya pandemi namun juga bencana lainnya harus mulai disiapkan sebagai upaya mitigasi di tingkat kalurahan. Menurut laporan PMI, sudah ada sekitar 35 Kalurahan yang telah didampingi dan saat ini telah memiliki kemampuan untuk memulasarakan dan memakamkan jenazah dengan penyakit berkategori infeksius.
“Jumlah itu kemungkinann masih bertambah karena masih ada beberapa agenda serupa di kalurahan-kalurahan,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiagakan para relawan dalam kegiatan pertolongan pertama di masyarakat. Untuk mitigasi kebencanaan, menurutnya tiap kalurahan harus mulai belajar dari adanya pandemi covid19 untuk membentuk kelompok tanggap kebencanaan di wilayahnya.
“Di PMI saat ini ada sekitar 25 relawan yang khusus menangani covid19, dari mulai penjemputan hingga pemakaman jenazah. Namun dulu sewaktu puncaknya, relawan sempat kewalahan karena wilayah Gunungkidul yang luas,” ulas Iswandoyo.
Kasus covid di Gunungkidul sendiri saat ini memang terus melandai. Pada Sabtu (11/09/2021) ini, tercatat terjadi penambahan 13 kasus cavid19 harian. Namun pada saat bersamaan, juga terdapat 40 pasien yang dinyatakan sembuh. Pada Sabtu ini, tercatat 1 orang meninggal dunia.
Berdasarkan data tersebut, jumlah kasus aktif sendiri terus mengalami penurunan yang signifikan. Total jumlah kasus aktif yang masih dalam perawatan tinggal 287 pasien dan sebagian besar melakukan isolasi mandiri.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
