fbpx
Connect with us

Sosial

Kasus Melandai Buat Relawan Banyak “Nganggur”, PMI Fokuskan Pelatihan ke Kalurahan

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Melaindainya kasus penularan covid19 maupun kematian akibat covid19 di Gunungkidul tak hanya berpengaruh bagi ketersediaan tempat tidur pasien saja, namun juga pada aktifitas para relawan yang selama ini gotong-royong menanggulangi pandemi covid19. Puncak gelombang covid19 pada akhir Juni hingga awal Agustus lalu sempat menyedot banyak energi para relawan yang setiap harinya fokus pada penjemputan, pemulasaraan, hingga pemakaman jenazah pasien covid19.

Saat ini, dengan jumlah kasus yang rendah, tentunya membuat para relawan kemanusiaan ini bisa sedikit menghela nafas lega. Tak banyak aktifitas yang mereka lakukan berkaitan dengan penjemputan, pemulasaraan maupun pemakaman jenazah korban covid19 di Gunungkidul.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul, Iswandoyo, mengungkapkan dengan melandainya kasus covid19 saat ini membuat pihaknya bisa lebih fokus dalam perluasan edukasi pemulasaran dan pemakaman jenazah covid19 di kalurahan-kalurahan. Kegiatan semacam ini menurutnya sempat terhambat pada Juni hingga awal Agustus 2021 lalu. Saat itu, para relawan memang sangat sibuk dalam mengurus para pasien covid19 di Gunungkidul yang memang mengalami lonjakan sangat signifikan.

Menurutnya, pandemi covid19 yang belum diketahui kapan akan berakhir membuat tanggap kebencanaan di tingkat kalurahan menjadi sangat penting. Langkah antisipasi ini nantinya akan sangat berguna dalam skenario terburuk, yaitu saat jumlah kasus kembali meningkat.

“Ini tadi kami baru selesai dari pelatihan pemulasaran di Girimulyo, Panggang; di Jetis, Saptosari; kemudian di Piyaman. Saat ini kami terus keliling melakukan edukasi dan pelatihan,” jelas Iswandoyo saat ditemui, Sabtu (11/09/2021).

Namun begitu, landainya kurva covid19 di Gunungkidul tak berarti kasus covid19 mulai berhenti. Iswandoyo sendiri meminta masyarakat tak terlena dengan perkembangan situasi saat ini. Kesiapsiagaan mengenai kebencanaan, bukan hanya pandemi namun juga bencana lainnya harus mulai disiapkan sebagai upaya mitigasi di tingkat kalurahan. Menurut laporan PMI, sudah ada sekitar 35 Kalurahan yang telah didampingi dan saat ini telah memiliki kemampuan untuk memulasarakan dan memakamkan jenazah dengan penyakit berkategori infeksius.

“Jumlah itu kemungkinann masih bertambah karena masih ada beberapa agenda serupa di kalurahan-kalurahan,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan para relawan dalam kegiatan pertolongan pertama di masyarakat. Untuk mitigasi kebencanaan, menurutnya tiap kalurahan harus mulai belajar dari adanya pandemi covid19 untuk membentuk kelompok tanggap kebencanaan di wilayahnya.

“Di PMI saat ini ada sekitar 25 relawan yang khusus menangani covid19, dari mulai penjemputan hingga pemakaman jenazah. Namun dulu sewaktu puncaknya, relawan sempat kewalahan karena wilayah Gunungkidul yang luas,” ulas Iswandoyo.

Kasus covid di Gunungkidul sendiri saat ini memang terus melandai. Pada Sabtu (11/09/2021) ini, tercatat terjadi penambahan 13 kasus cavid19 harian. Namun pada saat bersamaan, juga terdapat 40 pasien yang dinyatakan sembuh. Pada Sabtu ini, tercatat 1 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data tersebut, jumlah kasus aktif sendiri terus mengalami penurunan yang signifikan. Total jumlah kasus aktif yang masih dalam perawatan tinggal 287 pasien dan sebagian besar melakukan isolasi mandiri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler