Pariwisata
Kebijakan Anyar, Obyek Wisata Gunungkidul Tutup Tiap Jumat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul membuat perubahan terkait dengan kebijakan penutupan kawasan wisata. Semula, pada awal masa uji coba, kegiatan penutupan dilaksanakan setiap hari Senin. Namun dalam kebijakan anyar, obyek wisata kini diwajibkan tutup pada hari Jumat. Saat tutup ini, pengelola diminta untuk melakukan langkah sterilisasi lokasi wisata.
Seperti dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, aturan anyar ini tertuang dalam surat dengan nomor 556/1427 Dinas Pariwisata Gunungkidul tentang pemberitahuan perpanjangan uji coba terbatas SOP protokol kesehatan di bidang pariwisata. Ia menyebut bahwa kesepakatan itu telah ditandatangani pada 30 Desember 2020. Sehingga dengan demikian, aturan anyar otomatis mulai diterapkan setelah diteken.
“Hal ini dilakukan untuk bersih-bersih, evaluasi dan penataan di tempat-tempat wisata,” katanya saat dihubungi, Minggu (03/01/2021) kemarin.
Ia memaparkan bahwa kebijakan ini diambil melalui pertimbangan dan melihat kondisi yang ada di lapangan. Bahkan menurutnya di era pandemi covid-19 seperti saat ini, upaya tersebut menjadi salah satu fokus untuk mencegah penularan virus.
“Jadi sebelumnya hari Senin, kemudian mulai saat ini berubah menjadi hari Jumat. Semua telah diputuskan dengan melihat hasil evaluasi,” lanjut dia.

Di lain hal, Harry juga menjelaskan terkait dengan jam operasional. Pada tanggal 31 Desember lalu, pihaknya membatasi jam kunjung wisatawan sampai pukul 18.00 WIB. Menurutnya, kebijakan tersebut hanyalah saat malam pergantian tahun saja. Untuk hari lainnya, obyek wisata diperbolehkan buka seperti biasa.
“Kalau sekarang jam beroperasinya sudah seperti biasa,” ujarnya.
Dinpar Gunungkidul sendiri terus berupaya untuk terus mengingatkan wisatawan terkait dengan penerapan protokol kesehatan saat berada di lokasi wisata. Bahkan saat ini hampir semua setiap obwis di Gunungkidul telah memiliki tempat cuci tangan. Selain itu, pihaknya juga sangat terbantu dengan petugas SAR yang melakukan himbauan penggunaan masker.
“Petugas SAR juga rutin berkeliling mengingatkan wisatawan agar patuh pada protokol kesehatan,” pungkas Harry.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
