Connect with us

Pemerintahan

Kedelai Yang Jadi Dilema Untuk Para Petani Gunungkidul, Harga Jual Tinggi di Tengah Rawannya Serangan Hama

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bagi para petani, komoditi kedelai merupakan persoalan yang dilematis. Di satu sisi, harga jual kedelai lokal lebih tinggi dari pada kedelai impor, namun di sisi lain, perawatan kedelai memang cukup rumit. Hal inilah yang membuat para petani di Gunungkidul masih enggan untuk menanam kedelal secara massal.

Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Sigit Haryanto menjelaskan bahwa harga untuk kedelai lokal terbilang cukup tinggi dibandingkan harga kedelai impor. Bahkan selisih harga antara kedelai impor dan lokal tersebut cukup lumayan besar per kilogramnya.

“Untuk kedelai import per kilogramnya Rp 8.500, kalau yang lokal sekitar Rp 10.000,” kata dia, Selasa (13/11/2018) pagi.

Ia menjelaskan, perbedaan harga tersebut lantaran perbedaan kwalitas dan jumlah stok di pasaran. Sigit menyebut, untuk stok kedelai impor masih mencukupi dan dipastikan tidak ada kelangkaan. Sementara saat ini, stok kedelai lokal semakin menipis.

Berita Lainnya  Perketat Screening Jelang Idul Adha, Pemerintah Antisipasi Hewan Sakit Yang Dijual

“Kedelai impor stoknya masih banyak. Kalau kedelai lokal cukup berkurang karena banyak petani Gunungkidul menggunakan kedelai lokal untuk dijadikan benih,” jelas dia.

Disinggung mengenai peruntukannya, kedelai impor banyak dimanfaatkan oleh pelaku industri sebagai bahan baku tempe dan tahu. Perbedaan harga yang cukup jauh tersebut disinyalir menjadi alasan para pengusaha lebih memilih menggunakan bahan baku dari kedelai impor.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan, jumlah produksi kedelai di Gunungkidul sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Namun demikian, pihaknya menyebut bahwa luas lahan untuk tanaman kedelai masih sangat kecil.

“Tahun ini sekitar 700 sampai 900 hektar saja yang digunakan sebagai lahan penanaman kedelai. Setiap hektarnya mampu menghasilkan 1,4 ton hingga 1,7 ton sehingga total produksi di Gunungkidul adalah 1.200 ton,” jelas dia.

Berita Lainnya  Serapan Kuota Pupuk Subsidi Masih Rendah, Petani Diminta Segera Lakukan Penebusan

Ia mengatakan, minimnya minat tanam para petani sendiri lantaran sulitnya perawatan tanaman kedelai. Sebab, tanaman tersebut sangat rentan terserang hama. Petani khawatir jika nantinya tanaman kedelai terserang hama sehingga membuat mereka harus merugi cukup banyak.

“Masyarakat lebih memilih menanam kacang tanah yang lebih mudah. Karena kalau kedelai itu sangat rawan hama seperti lalat bibit, penggulung daun, penyakit bercak coklat, ulat daun dan ada juga pengisap polong,” terang dia.

Namun demikian, melihat potensi keuntungan yang menjanjikan, pihaknya pada tahun depan akan mendorong petani untuk menanam kedelai. Bahkan dinas sendiri menargetkan bisa memproduksi 6 kali lipat dari hasil tahun ini.

“Paling tidak tahun depan sekitar 6.000 ton atau bisa 7.000 ton,” pungkas dia.

Berita Lainnya  Berat di Ongkos dan Tidak Efektif, Sejumlah Puskesmas Pembantu Akan Dihapus Pemerintah

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler