fbpx
Connect with us

Sosial

Kejadian Sapi Mati Mendadak Melebar ke Kecamatan Tepus dan Rongkop, 2 Sapi Terbujur Kaku di Kandang

Diterbitkan

pada tanggal

Rongkop,(pidjar.com)–Kejadian ternak khususnya sapi yang mati mendadak terus terjadi di Gunungkidul. Hal yang sebelumnya dianggap biasa ini menjadi cukup meresahkan lantaran adanya dugaan temuan penyakit anthraks. Setelah sebelumnya menghantui warga Kecamatan Ponjong, kejadian sapi mati mendadak ini terus melebar. Sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, tempat pertama kali kejadian, mulai bermunculan peristiwa ternak yang mati mendadak.

Dalam beberapa pekan terakhir sejumlah sapi dilaporkan mati mendadak dengan penyebab yang belum diketahui. Pada Selasa (14/01/2020) tadi, dua ekor sapi milik warga dilaporkan ditemukan dalam kondisi mati di dalam kandang. Dua ternak tersebut yakni milik warga Padukuhan Janglot, Desa Pucanganom, Kecamatan Rongkop dan satu di Padukuhan Wunut, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus.

Camat Rongkop, Agung Danarto mengungkapkan, Selasa siang tadi dirinya mendapatkan laporan dari warga dan perangkat desa Pucanganom mengenai adanya sapi milik petani yang ditemukan mati di dalam kandang. Sontak temuan ini menjadi perhatian khusus dari sejumlah instansi, baik dinas maupun perangkat desa setempat.

Penanganan khusus kemudian dilakukan oleh petugas. Dengan mengambil sampel tanah, darah, dan veses yang ada dikandang telah diambil untuk dilakukan uji laboratorium. Di mana uji lab ini sendiri digunakan untuk mengetahui penyebab matinya ternak tersebut. Terutama pula untuk melihat apakah ternak tersebut mati karena anthraks atau hal lainnya.

Berita Lainnya  Lebih Ramah Lingkungan dan Sehat, Warga Dihimbau Gunakan Daun Jati Untuk Bungkus Daging Kurban

“Tadi sudah diambil sejumlah sampel. Di lokasi juga disterilisasi mengunakan cairan fomalin, untuk bangkai sapi dikubur di titik yang sekiranya agak jauh dari jangkauan masyarakat,” kata Agung, Selasa petang saat dikonfirmasi.

Ia mengungkapkan, selain penanganan tersebut, dari petugas juga telah memberikan vaksin antibiotik pada 9 ternak yang berada di sekitar titik tersebut. Selanjutnya penanganan lain pun dimungkinkan akan dilakukab secara berkelanjutan.

“Ada yang diberi vaksin juga ternak di sekitar lokasi itu,” tambahnya.

Menurutnya, sapi mati mendadak ini baru pertama kali terjadi di wilayah Rongkop, khususnya Pucanganom. Jajarannya pun memang agak sedikit waspada sejak beberapa waktu lalu beredar kabar mengenai persebaran penyakit antraks. Pasalnya, Desa Pucanganom sendiri berbatasan langsung dengan Desa Gombang yang memang ada temuan positif antraks maupun suspect penyakit ini.

Sejak merebaknya isu ini, dari pemerintah memang agak sedikit selektif. Di mana peredaran ternak agak dibatasi dan diteliti dengan seksama. Untuk kejadian sapi mati yang terjadi pada Selasa siang tadi, belum diketahui secara pasti penyebabnya. Pasalnya hasil pemeriksaan dan uji laboratorium baru diketahui sekitar 7 hari lamanya.

“Belum tahu penyebabnya apa. Tapi yang jelas sudah ditangani oleh petugas. Untuk antisipasi pasti ada, sejak temuan di Bejiharjo, Kecamatan Karangomojo itu masyarakat sudah diberikan edukasi dan lebih selektif. Apa lagi isu anhtraks saat ini sangat dekat dengan daerah kami, kita upayakan memberikan edukasi untuk pelaporan,” imbuhnya.

Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi di Padukuhan Wunut, Desa Sumberungu, Kecamatan Tepus. Selasa pagi tadi, seekor sapi milik Suparman juga ditemukan mati di dalam kandang. Kejadian ini sendiri cukup mengagetkan lantaran pada Senin petang, sapi yang dalam kondisi bunting 2 bulan tersebut masih dalam keadaan sehat dan bahkan diberikan makan.

Berita Lainnya  Rumah Selesai Direhab Polisi, Janda Miskin Ini Kini Tak Lagi Takut Hujan dan Angin Malam

Camat Tepus, Alsito membenarkan perihal adanya ternak warga yang mati mendadak di Padukuhan Wunut, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus juga ditemukan sapi mati. Penanganan khusus pun juga telah dilakukan meski hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya karena apa.

“Untuk Kecamatan Tepus sapi mati mendadak ini baru pertama kali di tahun 2020 semoga bukan karena penyakit yang sekiranya berbahaya. Masyarakat sudah diberikan pemahaman, ndak perlu khawatir,” papar Alsito.

Rentetan sapi mati mendadak pun saat ini terus bertambah. Dari Pemkab Gunungkidul sudah mengeluarkan surat edaran, di tingkat bawah para kepala RT/RW pun turun untuk melakukan pendataan jumlah hewan peliharaan mulai dari unggas hingga ternak yang dimiliki warganya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler