fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kembali Terjadi, Sapi Lemusine di Grogol Ditemukan Mati Mendadak

Published

on

Karangmojo,(pidjar.com)–Kasus kematian sapi kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Yang mengkhawatirkan, kematian sapi secara mendadak tersebut kembali terjadi di Padukuhan Grogol, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Menjadi patut diwaspadai lantaran di kawasan tersebut adalah wilayah terpapar Anthrax lantaran beberapa waktu silam ditemukan hewan ternak yang mati yang setelah dicek, dinyatakan positif Anthrax.

Informasi yang berhasil dihimpun, kematian ternak itu diketahui pada Rabu (19/06/2019) siang kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Sapi jenis lemosin itu diketahui merupakan ternak milik Sarjono warga Padukuhan Grogol RT 4 RW 5, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Satu hari sebelum ditemukan mati, sapi milik Sarjono tersebut terlihat lesu dan tidak mau makan. Kemudian pemilik sapi pun mencari dukun sapi dengan harapan dapat menyembuhkan sapinya itu.

Dari dukun tersebut, Sarjono dianjurkan untuk memberikan sambal bawang. Namun, usai sambal itu diberikan, sapi milik Sarjono tiba-tiba roboh. Hal itu pun belum membuat Sarjono panik, sebab menurut dukun sapinya tidak mngalami sakit yang fatal karena tidak kembung.

Namun selang satu hari setelah kejadian itu, yakni pada Rabu siang, sapi milik Sarjono itu diketahui mati dengan posisi tertidur dengan kaki menjulur lurus. Setelah kejadian tersebut, Sarjono kemudian menghubungi perangkat desa dan kemudian diteruskan kepada Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul serta aparat kepolisian.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Iptu Pudjijono mengatakan, pihaknya bersama dengan petugas dari intansi terkait lainnya telah melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari meninggalnya sapi tersebut. Adapun kematian sapi secara mendadak ini patut untuk mendapatkan penanganan khusus lantaran kawasan Grogol menjadi kawasan yang terpapar Anthrax.

“Ada dari Dinas Pertanian dan Pngan, UPT Labobarorium (DPP) Puskesmas 2 Karangmojo, Puskeswan Karangmojo Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” kata Pudji, Kamis (20/06/2019).

Ia beberkan lebih lanjut, kasus kematian sapi tersebut menjadi perhatian sejumlah pihak lantaran sebelumnya pada akhir April 2019 di wilayah tersebut juga ada kematian ternak dengan dugaan terserang antraks. Menurtnya, dari sejumlah pihak terkait mengambil sampel yang ada di kandang untuk kemudian dilakukan uji laboratorium.

“Informasi sapi mati mendadak menjadi berita yang ramai karena pada 30 April 2019 ada sapi mati mendadak terkena bakteri virus Antraks. Setelah ada sapi terjangkit Antrak, semua hewan ternak di Grogol 4 di laksanakan vaksinasi. Selanjutnya dari pihak pemilik sapi akan mengubur bangakai sapi tersebut di sekitar area kandang sesuai petunjuk dari dinas terkait,” terang dia.

Hingga saat ini, pidjar.com berusaha melakukan konfirmasi ke DPP Gunungkidul. Namun begitu, Kepala DPP Bambang Wisnu Broto masih belum memberikan keterangan resminya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler