fbpx
Connect with us

Sosial

Kembangkan Lahan Kehutanan, Poktan Tirto Makmur Panen Ratusan Kuintal Jagung Bisi 2

Diterbitkan

pada

Purwosari, (pidjar.com)–Meskipun terkenal dengan wilayah yang sering mengalami kesulitan air ketika musim kemarau, potensi sektor pertanian di Gunungkidul dapat dikatakan cukup besar. Dengan luasan lahan yang sangat mencukupi serta masih dominannya profesi petani, jika dikembangkan dengan baik, sektor pertanian Gunungkidul bisa dominan, khususnya di wilayah DIY. Beragam tanaman pangan dihasilkan oleh petani Gunungkidul sehingga tak jarang menjadi lokasi pengembangan berbagai varietas tanaman pangan ataupun palawija.

Seperti halnya pada program pengembangan lumbung mataraman di Gapoktan Tirto Makmur, Padukuhan Bulak Salam, Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari. Gapoktan Tirto Makmur sendiri sukses melakukan panen raya jagung varietas Bisi 2 pada Rabu (02/02/2022) siang kemarin. Para petani melaksanakan penanaman jagung dengan menggunakan metode sabuk gunung.

Berita Lainnya  Siap Hibahkan 500 Juta, Mas Ipung: Silahkan Untuk Membangun Ikon Lain di Bundaran Siyono, Asal Bukan Tugu Tobong

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menyampaikan, panen jagung sistem sabuk gunung di Gapoktan Tirto Makmur dapat menghasilkan provitas sebanyak 123,4 kuintal pipil kering per hektarenya. Ke depan, Dinas Pertanian Gunungkidul sendiri akan terus melakukan pendampingan agar sektor pertanian di wilayah ini bisa semakin berkembang.

Untuk mengembangkan tanaman jagung di wilayah Gapoktan Tirto Makmur sendiri disebut Rismiyadi sangat memungkinkan dilakukan. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya sumber mata air yang masih dapat dioptimalkan di Kalurahan Giritirto.

“Kalau harganya Rp 4.500 per kilogram untuk pipil kering, dalam satu hektar bisa menghasilkan Rp. 55,5 juta,” ucapnya.

“Di sini juga masih banyak potensi sumber air yang masih bisa dioptimalkan untuk mendukung kegiatan pertanian di Kalurahan Giritirto,” imbuh Rismiyadi.

Ditambahkannya, jika nantinya sumber air bisa dimaksimalkan, produktifitas pertanian akan bisa lebih dimaksimalkan.

Berita Lainnya  Didampingi Konsultan Jepang, BPBD Pasang Alat Deteksi Longsor di Ngawen

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengapresiasi petani di Kalurahan Giritirto yang berhasil memanfaatkan lahan kehutanan untuk dimaksimalkan dengan ditanami jagung. Kerja sama semacam ini tentunya harus terus dipupuk guna memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Apresiasi yang tinggi kepada petani Giritirto telah berhasil memanfaatkan lahan kehutanan seluas 25 hektar untuk optimalisasi tanaman pangan komoditas jagung,” ujar Bupati.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler