fbpx
Connect with us

Sosial

Kembangkan Metode Akuaponik, Hasil Pertanian Warga Bleberan Ini Lebih Kuat dan Sehat

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Metode bercocok tanam terus dikembangkan oleh masyarakat, khususnya wanita tani dan petani muda yang mulai menjajal peruntungan di dunia pertanian. Salah satu yang mulai dikembangkan di Gunungkidul adalah bercocok tanam menggunakan metode Akuaponik. Metode ini dinilai sangat efektif lantaran tak memerlukan lahan yang luas.

Seperti yang diterapkan oleh kelompok wanita tani (KWT) di Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Sejumlah warga mulai memanfaatkan pekarangan mereka untuk menghasilkan sayur mayur dan buah-buah organik hasil dari pengembangan metode baru.

Pembina Kelompok Wanita Tani, di Padukuhan Menggoran 2, Muhammad Al Qohar mengatakan, akuaponik merupakan motode bercocok tanam dengan mengkombinasikan akuakultur atau perikanan dengan hidroponik yang telah dikenal oleh masyarakat. Selama 2 tahun belakangan ini, ia mengajak masyarakat di padukuhannya untuk mengembangkan metode bercocok tanam secara modern ini. Sehingga paling tidak beban biaya untuk berbelanja sayur mayur atau buah-buahan dapat ditekan seminimal mungkin lantaran bisa diproduksi sendiri.

“Ada perpaduan penerapan metode, jika biasanya kolam ikan hanya untuk memperindah pekarangan dan hanya sekedar dimanfaatkan ikannya saja, tapi melalui metode akuaponik ini, limbah kotoran dan air dimanfaatkan sebagai pupuk dan air semprotan,” terang Muhammad Al Qohar, saat ditemui di rumahnya.

Pekarangan rumah Qohar yang hanya sempit dan beberapa pekarangan rumah warga lain disulap jadi lahan bercocok tanam. Mulai dari cabai, tomat, buah-buahan berbagai jenis, sayuran dan tanaman lainnya memadati pekarangan rumah. Hasilnya pun juga cukup lumanyan meski belum begitu banyak dan menghasilkan uang, namun paling tidak untuk pemenuhan kebutuhan sendiri jauh lebih ringan. Tinggal memetik dari pekarangan sendiri.

Berita Lainnya  Mengenal Sosok Fariz, Remaja Kocak Pembuat Video Tutorial Ngarit Kolonjono Yang Mendadak Beken

“Pas harga cabai naik itu dulu pernah sih hasil panenan dijual. Jadi kalau hasil sendiri dan memanfaatkan alam itu jauh lebih sehat dan itu organik. Tidak ada campuran zat kimianya,” paparnya.

Akuaponik sendiri dibuat dengan sederhana namun pada awalnya memang membutuhkan modal yang agak tinggi. Seperti biasa memanfaatkan pralon atau pipa air dan polibag sebagai media taman. Kemudian air dari kolam ikan dimanfaatkan sebagai penyemprot tanaman. Untuk pupuk organiknya, dari kelompok tani ini juga membuat dengan metode lain yang dianggap mampu memberikan hasil yang baik.

Menggunakan sisa pembakaran sekam, uap air yang dihasilkan disuling menjadi bitiran-butiran cairan pupuk dengan sejumlah manfaat yang baik untuk tanaman. Dengan metode ini, hasil panenan menjadi cukup banyak dan tentunya dengan kualitas yang sangat bagus. Buah atau tanaman lebih segar dan sehat. Metode ini terus dikembangkan oleh Qohar dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan semangat bertani dan memberikan hasil yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan, pemerintah saat ini tengah gencar memberikan pelatihan dan pemahaman bagi masyarakat khususnya generasi muda dan wanita tani dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk pembangunan pertanian. Bekerjasama dengan sejumlah lembaga, sosialisasi terus dilakukan menyasar pada dua lini ini.

Berita Lainnya  Pemkab Segera Atur Jam Operasional Swalayan

“Ada beberapa metode pertanian modern yang kami sosialisasikan pada masyarakat, tinggal disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing dalam penerapannya. Baru-baru ini yang kita lebih fokuskan metode penanaman padi agar lebih efisien dan efektif. Selain itu juga ada penanaman dengan metode lain untuk jenis tamanan pangan atau perkebunan lainnya,” tambah dia.

Memurutnya regenerasi petani di setiap wilayah sangatlah diperlukan, sehingga nantinya daerah tetap memiliki petani dengan segala keunggulan dan daat memanfaatkan teknologi semakin maju. Disisi lain juga dapat memenuhi kebutuhan hasil pertanian di daerah sendiri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler