fbpx
Connect with us

Pariwisata

Kemenparekraf Beri Izin Buka Sejumlah Obyek Wisata DIY, Gunungkidul Masih Tutup Total

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Dalam penerapan perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, sejumlah obyek wisata taman rekreasi di DIY sudah kembali diperkenankan untuk melakukan uji coba pembukaan. Namun dari obyek-obyek wisata yang diperkenankan uji coba dibuka ini, tak satupun ada obyek wisata di Gunungkidul. Sesuai dengan surat edaran terbaru dari Kemenparekraf RI, obyek wisata yang diperbolehkan buka adalah Kebun Binatang Gembira Loka di Kota Yogyakarta; Taman Tebing Breksi di Sleman, dan hutan pinus Mangunan di Bantul.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono, meminta para pelaku wisata di Gunungkidul untuk sementara waktu bersabar. Hal ini lantaran, obyek wisata Gunungkidul memang belum diperbolehkan untuk dibuka. Hari sendiri mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran hal ini merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Diterangkannya, pihaknya tidak mengetahui perihal indikator diizinkannya uji coba pembukaan di objek wisata yang dipilih. Ia sepenuhnya mengikuti keputusan yang telah dikeluarkan oleh Kemenparekraf. Meski begitu, Dinas Pariwisata Gunungkidul tengah fokus dalam menyiapkan instrumen-instrumen pendukung dalam pembukaan objek wisata, seperti penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Kurang tahu ya (indikator perizinan pembukaan objek wisata), sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri, pembukaan obyek wisata ditentukan oleh Kemenparekraf,” ucapnya, Kamis (16/09/2021).

Sejumlah langkah teknis dalam penerapan uji coba pembukaan, termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi hal krusial yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. Mulai dari kelengkapan yang harus tersedia di pintu masuk, prosedur pelaksanaan pemeriksaan, pelayanan di dalam objek wisata, fasilitas objek wisata, dan kategori pemeriksaan untuk pegawai dan pengunjung untuk screening awal. Dengan dimulainya persiapan dari saat ini, nantinya saat destinasi wisata di Gunungkidul telah mendapatkan lampu hijau, pihaknya bisa segera tancap gas.

“Persiapan selain aplikasi PeduliLindungi ialah pentingnya penerapan CHSE,” imbuhnya.

Dalam kaitannya dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, Harry menyampaikan jika saat ini masih tahap pengajuan ke Kementerian Kesehatan. Ia belum dapat memperkirakan kapan pihaknya akan memperoleh akses menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Kami sudah mengajukan ke Kementerian Kesehatan, menunggu untuk disetujui dan dikirimi akses barcodenya,” terang Harry.

Sementara itu, meskipun objek wisata masih ditutup karena pelaksanaan PPKM level 3 namun sejumlah wisatawan masih berdatangan khususnya di kawasan pantai. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan jika wisatwan yang masuk tidak dapat dicegah 100%. Terlebih, jika para wisatawan tersebut memanfaatkan joki untuk melalui jalur tikus. Penutupan dan penjagaan di pintu masuk menuju kawasan pantai juga terus dilaksanakan, ia berharap agar wisatawan untuk bersabar terlebih dahulu.

“Wisatawan tentu berusaha mencari cara agar bisa masuk, memang tidak bisa 100 % dicegah. Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut terkait daftar destinasi wisata Gunungkidul yang diizinkan buka,” ungkapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler