fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pembangunan Gedung Terpadu Siraman Dipastikan Mundur

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pembangunan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari tersendat adanya refocusing angaran akibat covid-19. Pemkab Gunungkidul sendiri saat ini belum berani menargetkan kapan kantor terpadu yang direncanakan akan dibangun selama lima tahun berturut-turut ini selesai.

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan, pembangunan BPBD Tahap I sudah selesai pada 2019, sebetulnya pembamgunan akan dilanjutkan pada tahun 2020. Namun akibat covid19 pembangunan Tahap II ditunda karena anggaran direfocusing untuk penanganan covid19.

“Kalau kemarin kami mengupayakan setiap tahun tiga sampai empat kantor terbangun dalam jangka lima tahun, tapi karema covid-19 ini kami tidak berani narget,” kata Drajad, Rabu (02/12/2020).

Drajad menambahkan, untuk priotitas sendiri sebetulnya kantor-kantor di sekitar Sewokoprojo. Mengingat, Sewokoprojo akan segera dijadikan bangunan cagar budaya dimana tidak dibolehkan kantor pemerintahan ada disana.

“Seperti Kundha Kabudayan, Satpol PP, dan BPBD. Tapi yang sudah terbangun kan BPBD dan akan dilanjutkan tahap II,” imbuh Drajad.

Ia mengatakan, untuk tahun 2021 pihaknya belum berani memasang terget. Mengingat 2021 masih dalam rangka pemulihan ekonomi pasca covid19.

“Kami belum bisa memastikan masih menunggu evaluasi APBD, anggaran per tahun sebetulnya sekitar 20 sampai 25 Miliar,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKPR, Agus Subaryanto mengatakan, yang menjadi prioritas pembangunannya kini menyelesaikan gedung BPBD. Menurutnya anggaran pembangunan sendiri masih difokuskan pada refocusing pemulihan dampak covid19.

“Sepertinya hanya gedung BPBD yang diprioritaskan ada anggaran Rp 4 miliar,” tandas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler