Pariwisata
Mengunjungi Embung Batara Sriten, Embung Tertinggi Dengan Sensasi Eksotis
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Magnet wisata Embung Batara Sriten sejak beberapa tahun silam memang masih begitu kuat menarik wisatawan lokal dan luar daerah untuk berkunjung ke destinasi wisata ini. Meski beberapa bulan ini jalan menuju Embung Batara Sriten sempat ditutup lantaran perbaikan jalan, namun mendekati libur panjang obyek wisata tersebut sudah kembali ramai di kunjungi oleh wisatawan. Akses jalan yang mulus membuat wisatawan semakin mudah mengunjungi obyek wisata eksotis ini.
Embung Batara Sriten meupakan salah satu wisata tirta di Gunungkidul yang terletak di kawasan pegunungan Batur Agung Utara. Berlokasi di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, obyek wisata ini dibangun sejak beberapa tahun silam. Selain sebagai obyek wisata, embung ini juga sebagai sumber pengairan lahan pertanian milik warga setempat.
Destinasi ini mampu merubah opini orang luar mengenai Gunungkidul. Dulu Bumi Handayani dikenal dengan daerah gersang lantaran berada di daerah pegunungan sehingga sulit mendapatkan air. Namun seiring berkembangnya waktu, banyak munculnya wisata tirta di atas pegunungan mampu menggeser pandangan itu. Embung Batara Sriten ini sendiri telah ditetapkan menjadi embung tertinggi di wilayah DIY.
Bagaimana tidak, telaga buatan tangan manusia ini berada diketinggian 859 mdpl. Berkunjung ke tempat wisata ini, tidak memulu disuguhkan dengan pesona telaga dan pemandangan awan putih dan biru serta gagahnya gunung Batur Agung sebagai latar belakang obyek wisata. Melainkan dari atas ketinggian, pengunjung juga dapat menikmati hamparan luas pepohonan, ladang dan rumah warga yang berada di bawahnya.
“Adem, tenang dan indah banget. Baru pertama kali ke sana (Embung Batara Sriten) dan langsung seperti jatuh hati dengan kawasan ini,” kata salah seorang pengunjung obyek wisata, Dwi Septiana, Sabtu (08/12/2018).

Obyek ini juga cocok untuk menghabiskan waktu dan membuang penat di kepala. Terlebih jika pengunjung bercamping di kawasan ini. Para pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda. Menikmati keeksotisan matahari yang berangsur tenggelam dan seolah membawa cerita tersendiri. Beberapa waktu yang berkesan dan tak terlupakan menghabiskan waktu sore di atas Embung Batara Sriten.

Malam hari meski terdapat kesunyian, namun seolah pengunjung tak merasakan sendiri. Dari atas dapat melihat gemerlap lampu milik warga sekitar Kecamatan Nglipar dan Kota Klaten yang terlihat begitu ramai. Pagi harinya juga dapat menikmati sunrise yang begitu mempesona.
“Kemarin pas ke sana sore sih, tapi tetep indah. Berkabut juga segerr deh. Pikiran jadi fresh lagi,” tambah dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anto, salah seorang penjunjung lainnya. Wisata alam dengan panorama gunung hijau begitu ia nikmati. Keindahan yang sulit ia temukan saat berada di kota. Ia juga menambahkan bahwa berkunjung ke obyek wisata ini membuatnya bisa mendapatkan berbagai macam spot selfie dengan latar belakang keindahan alam. Sebuah paket kumplit yang membuatnya selalu ingin kembali datang.
Untuk dapat sampai ke obyek wisata ini memang membutuhkan waktu yang agak lama. Pasalnya tempat wisata ini berada di zona utara Gunungkidul, membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari pusat kota Wonosari.
Jalannya pun juga begitu ekstrem. Tanjakan tajam dan berkelok menuntut pengendara sepeda motor atau mobil harus tetap fokus sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kayak ada tantangan tersendiri sih sampai di atas itu. Sedikit tips saja, jangan pakai motor matic, lebih baik pakai motor biasa,” terang dia.

Meski begitu, saat sampai di puncak rasa lelah dan tegang saat melintas di jalur itu akan terbayarkan. Suasana indah dan banyak spot foto yang begitu luar biasa. Kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan obyek ini ternyata tak main-main, beberapa tahun ini memang jalan masih rusak dan terjal. Akan tetapi, tahun 2018 ini ada kucuran dana dari pemerintah untuk perbaikan jalan.
“Sepertinya baru selesai perbaikan, jalannya masih terlihat baru beberapa gundukan material juga masih ada kok,” tambah dia.
Namun menurutnya demi kenyamanan dan keselamatan, masih ada sedikit yang kurang yakni pembatas jalan yang belum memadahi serta penerangan. Jika kedua unsur ini telah terpenuhi keselamatan paling tidak tetap terpikirkan. Meski begitu, ia yakin dari pemerintah sudah memikirkan pemasangan hanya saja belum terelisasi.
“Demi majunya pariwisata dan daerah tentu pemerintah akan melakukan yang terbaik. Ya mudah-mudahan ada lah pemasangan pengaman dan penerangan, toh ini juga demi keselamatan bersama,” tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
