fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Keputusan Pembangunan Tugu Tobong, Aktifis: Pemerintah Tak Dengarkan Suara Rakyat

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Penataan wajah kota Wonosari dari Bundaran Siyono sampai dengan Kranon, Kalurahan Kepek Kapanewon Wonosari akan segera dimulai. Patung Kendang yang saat ini berdiri megah di Bundaran Siyono, nantinya akan diganti dengan Tugu Tobong sesuai dengan rencana awal. Pemerintah memang terkesan bersikeras untuk membangun Tugu Tobong di tengah penolakan deras. Sebelumnya, pada saat awal kemunculannya rencana pembangunan Tugu Tobong dan perilisan desainnya, kasak kusuk di media sosial memang sangat santer. Bahkan, sejumlah kalangan masyarakat sempat menggelar aksi penolakan di Kawasan Bundaran Siyono.

Hal tersebut kembali menuai berbagai kritikan dari sejumlah pihak seperti misalnya Aktifis Gunungkidul, Stefanus Sujoko. Ia menganggap keputusan membangun Tobong Gamping sebagai Ikon Gunungkidul adalah keputusan yang ngawur. Pemerintah melalui Dinas PUPRKP Gunungkidul sangat tidak mencerminkan keberpihakan terhadap rakyat yang menganggap patung kendang saat menjadi bagian dari melestarikan kebudayaan. Terlebih, patung tersebut dibangun di poros tengah jalur lalu lintas.

Berita Lainnya  Rencana Penebangan Beringin Kembar Alun-alun, GCW: Jangan Sampai Kualat, 2024 Keok

“Kami hanya diyemyemi (diberi harapan) saja, sebab beberapa bulan lalu kami bergerak dan pemerintah menunda pembangunan. Tapi sayang, langkah kami tidak menjadi perhatian,” kata Joko.

Ia menepis anggapan bahwa yang dilakukan pemerintah kabupaten ini adalah untuk kemaslahatan warga Gunungkidul. Namun program itu hanya sebatas keinginan untuk buang-buang anggaran dan merusak yang sudah menjadi ciri khas warga.

Joko juga memberikan gambaran terkait langkah pemerintah sebelumnya yang akan mensayembarakan terkait pengganti patung kendang di Bundaran Siyonoharjo tersebut. Hal tersebut dianggapnya hanya sekedar untuk menurunkan gejolak penolakan dari warga.

“Kemarin saya dengarnya ada sayembara terkait apa yang dibangun di lokasi tersebut, namun belakangan pemerintah tetap akan membangun tobong gamping yang sudah jelas ditolak warga,” imbuh dia.

Hal yang sama diungkapkan oleh tokoh Pemuda Gunungkidul, Erfan Bambang. Ia secara pribadi sangat menyayangkan keputusan pemerintah berkaitan dengan tetap dibangunnya Tugu Tobong Gamping di wajah kota tepatnya di Bundaran Siyono.

Berita Lainnya  Capaian Vaksin Booster Rendah, Tim Gabungan di Kapanewon Patuk Edukasi Warga Door To Door

“Terus terang saya terkejut dengan langkah pemerintah saat ini. Saat rapat paripurna sudah dibahas dan ditolak namun mengapa masih diputuskan untuk dibangun,” ucap Erfan.

Erfan akan menuntut kepada DPRD Gunungkidul terkait hak interpelasi yang pernah dilontarkan salah satu anggota dewan terkait keputusan tersebut. Bahkan, dirinya juga akan mengambil langkah untuk audensi dengan DPR untuk kedua kalinya. Selain itu, ia juga mempertanyakan bagaimana analisis lalu lintas dibangunnya Tugu Tobong Gamping di tengah kota tersebut.

Ia merasa diprank oleh pemerintah berkaitan dengan sayembara yang pernah diucapkan oleh salah seorang pejabat di Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut. Seolah hal itu hanya untuk mengulur waktu saja.

Berita Lainnya  Dipungut Biaya Mahal Tanpa Kuitansi, Sertifikat Tanah Warga Monggol Tak Kunjung Jadi

“Saya rasa perlu ada kajian ulang kembali dari banyak sisi, jangan hanya sekedar merealisasikan keinginan penguasa saja. Jangan gegabah lah,” tutup Erfan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler