Connect with us

Sosial

Kerjasama Pembenihan Jagung Hibrida di Gunungkidul, Petani Dapat Hasil Panen dan Gaji

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lahan pertanian seluas 25 hektar yang terletak di Kapanewon Nglipar dan Ponjong saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan pengembangan pembenihan jagung Hibrida F1 varietas RK457 dan JH37. Benih jagung yang ditanam ini nantinya akan menghasilkan benih jagung yang dijual ke perusahaan sebagai produk mereka. Kemudian benih kualitas unggul tersebut akan dipasarkan ke seluruh daerah di Indonesia.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengungkapkan, pemerintah kabupaten Gunungkidul mendapatkan program pengembangan kawasan pembenihan jagung varietas hibrida dari pemerintah pusat yang bekerjasama dengan PT Twinn dari Kediri. Ada sejumlah kelompok tani yang sekarang ini sudah mulai menanam benih jagung hibrida untuk pembenihan tersebut.

Berita Lainnya  Tingkatkan Kepemimpinan Perempuan Desa, KPPPA Gelar Bimtek di Gunungkidul

Menurut Raharjo, benih jagung ini berbeda jika dibandingkan dengan jagung biasa yang ditanam oleh para petani Gunungkidul. Biasanya petani menanam jagung untuk konsumsi, sementara untuk program pembenihan tersebut dimaksudkan agar petani bisa memproduksi benih jagung unggulan dan bisa dijual ke berbagai daerah oleh PT Twinn yang ditunjuk oleh pemerintah pusat tersebut.

“Jadi benih jagung hasil panen nanti diambil oleh perusahaan untuk dilakukan kualifikasi dan dijual dengan merk mereka ke berbagai daerah, “ kata Raharjo Yuwono, Jumat (15/10/2021).

Lebih lanjut, mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan tersebut mengungkapkan jika dalam proses pembibitan dan perawatan memang agak berbeda jika dibandingkan dengan menanam jagung biasa. Termasuk dengan pola tanam yang diterapkan. Ada 2 jenis jagung hibrida yang ditanam yaitu jantan dan betina.

“Jagung jenis jantan dulu yang ditanam kemudian selang 3 hari baru betina. Untuk proses penyerbukannya nanti petani dibantu oleh pihak perusahaan. Hitungan waktunya juga harus tepat, jika tidak nanti tongkol justru kosong dan tidak ada biji benih jagungnya,” imbuh dia.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu dengan waktu dan jaraknya. Sebab kawasan pembenihan ini harus diatur betul jaraknya dan tidak boleh bercampur dengan jagung jenis lain. Bisa dikatakan lahan yang digunakan terisolasi. 25 hektare lahan yang digunakan itu milik 4 Kelompok Tani yang berada di Kalurahan Kedung Keris, Nglipar, dan Sidorejo.

Berita Lainnya  Momen Sunaryanta Menyamar Untuk Nonton Karnaval HUT Gunungkidul

Prospek dari sektor ini menurut Raharjo sangat bagus untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Gunungkidul. Di mana 1 kilogram jagung yang masih di tongkol dihargai 5 ribu rupiah oleh pihak perusahaan. Estimasinya, petani bisa mendapatkan sampai 25 juta dalam sekali panen.

“Cukup menguntungkan. Di samping itu petani juga masih untung dengan mendapatkan HOK dari perusahaan dan tebon jagung yang bisa digunakan untuk pakan ternak. Sementara untuk tahun 2021 memang baru 25 hektar, kalau ada petani minat bisa dikomunikasikan dengan dinas nanti kita data dan usulkan ke pusat,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler