Connect with us

Sosial

Kesaksian Marsudi, Pria Yang Sempat Nekat Coba Bunuh Diri Setelah Hartanya Habis dan Kakinya Cacat

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Banyaknya kasus bunuh diri atau lebih tepatnya gantung diri di Gunungkidul tentu menjadi permasalahan sosial yang perlu dituntaskan oleh pemerintah maupun semua kalangan termasuk dari masyarakat. Berdasarkan data, di Kabupaten Gunungkidul sejak beberapa tahun terakhir, setidaknya 30 orang warganya memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Berbagai upaya memang telah dilakukan oleh pemerintah serta pihak kepolisian dalam melakukan pencegahan dan pendekatan namun sejauh ini masih belum dapat menekan secara signifikan angka kasus bunuh diri.

Bedasarkan data yang ada, mayoritas mereka yang nekat melakukan aksi nekat gantung diri dilatarbelakangi karena penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh serta faktor ekonomi. Kondisi ini kemudian berdampak pada kesehatan kejiwaan sehingga seseorang mengalami depresi. Faktor depresi inilah yang kemudian membuat seseorang kemudian nekat memilih mengakhiri hidupnya.

Salah seorang pelaku bunuh diri yang gagal, Marsudi (41) warga Karangsari, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari memaparkan, pada bulan Agustus 2017 silam ia sempat melakukan aksi bunuh diri dengan menenggak racun tikus. Namun beruntung aksi nekat itu berhasil digagalkan oleh orang tuanya. Kala itu ia mengaku sedang mengalami depresi setelah kakinya terpaksa diamputasi lantaran sakit yang ia derita.

Berita Lainnya  Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Tembus Rp 100 Ribu

Keadaan seperti itulah yang membuat dirinya berada di titik terbawah hingga terbesit niatan untuk mengakhiri hidupnya. Biaya pengobatan yang cukup mahal, di mana dalam 1 minggu ia harus mengeluarkan uang dari 3 hingga 4 juta untuk kontrol membuatnya harus kehilangan seluruh hartanya.

“Dulu mikirnya dari pada seminggu habis jutaan mending saya mati, bermodal 50 ribu untuk beli racun tikus kemudian saya minum. Tapi Tuhan berkehendak lain, saat saya sudah menenggak racun itu berhasil digagalkan bapak saya. Bukannya mati tapi saya malah kesakitan dan harus dibawa ke rumah sakit,” kata Marsudi, Selasa (16/10/2018).

Dari situlah berbagai dorongan ia terima untuk membangkitkan semangatnya kembali. Mulai dari keluarga, tetangga sekitar dan yayasan rehabilitasi memberikan dukungan dan motivasi mental kepada dirinya. Adanya dukungan dari berbagai pihak tersebut membuat ia mulai bangkit dari keterpurukan. Perlahan-lahan rasa minder yang sebelumnya ia rasakan mulai menghilang. Kepercayaan diri dan gairah hidup pun mulai ia dapatkan.

“Dulu sih lebih baik mati daripada menanggung beban banyak. Kalau sekarang enjoy saja menikmati yang saya jalani,” imbuh dia.

Pengalaman kelam itu menjadikan dirinya kuat dalam menghadapi kerasnya perputaran roda kehidupan. Berangsur-angsur dirinya kemudian merintis usaha laundry bersama dengan istrinya. Penghasilan yang semula terpuruk, sekarang berangsur membaik meski belum terlalu stabil. Dengan pengalaman yang ia alami itu, ia ingin memberi motivasi pada semua orang yang berada di posisi terbawah, jangan sampai kondisi yang menyetir pola pikir.

Berita Lainnya  Layanan Mulai Dioperasikan Secara Penuh, Dispensasi Keterlambatan Perpanjangan SIM Tak Lagi Berlaku

Ia tidak memungkiri dalam kondisi terpuruk, seseorang memang cenderung melakukan aksi-aksi nekat seperti yang pernah ia alami. Dukungan dan pengawasan sangatlah perlu diberikan pada mereka yang memiliki indikasi depresi.

Suasana workshop tematik pencegahan bunuh diri yang digelar YAKKUM

Sementara itu, Proyek Manajer Kesehatan Jiwa Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Siswaningtyas mengatakan angka bunuh diri di Gunungkidul memang cukup memprihatinkan. Maka dari itu lembaga ini melakukan upaya-upaya pendekatan terhadap mereka yang memiliki potensi untuk melakukan aksi-aksi nekat. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang memiliki potensi ini tentu dapat dilihat secara awam, namun demikian terkadang lingkungan sangatlah kurang peka. Sehingga setelah kecolongan baru menyadari tanda-tanda yang ada.

Saat ini, pihaknya menangani kurang lebih 63 orang yang terdaftar perlu mendapat pendampingan. Namun sejauh ini lantaran sejumlah keterbatasan, baru ada 40 orang yang mendapatkan penanganan. Dorongan tentu bukan saja mengenai mental namun juga kegiatan. Misalnya saja mereka yang depresi dan berpotensi melakukan aksi nekat dalam hal ini bunuh diri disibukkan dengan pelatihan atau kegiatan yang menghasilkan finansial.

Berita Lainnya  Curhatan Pengusaha Hotel dan Restoran di Gunungkidul ke Bupati, Mati Suri Selama Pandemi

“Itu selain mengalihkan pikiran aneh-aneh juga merubah perekonomian sehingga mereka dapat berkembang,” ucap Siswaningtyas.

Ketua Satgas Berani Hidup Gunungkidul, Immawan Wahyudi memaparkan jika gantung diri merupakan permasalahan yang sejauh ini masih menjadi fokus penyelesaian pihaknya. Wakil Bupati Gunungkidul ini menyatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan semua kalangan untuk melakukan pencegahan. Mulai dari keluarga, lingkungan kepolisian dan petugas lainnya. Menurut Immawan, berdasarkan data yang ada, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, gantung diri atau bunuh diri terjadi rata-rata 33 sampai 34 kasus per tahunnya. Sebuah angka yang cukup tinggi tentunya. Immawan menambahkan, hingga Oktober 2018 ini, sedikitnya 20 warga Gunungkidul telah melakukan bunuh diri.

“Dorongan pemberian semangat sangatlah perlu dilakukan. Mulai dari pemberian semangat oleh keluarga, tokoh agama, serta masyarakat. Bukan untuk ikut prihatin dengan kondisi tapi memberi semangat bangkit,” tutur dia.

Perihal tugas dari satuan ini disebut Immawan sifatnya tidak terikat, fleksibel dalam melakukan pendekatan, pemantauan atau bahkan pemeriksaan. Sehingga deteksi-deteksi dini dapat segera dilakukan tindakan yang sifatnya tidak hanya sementara.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Masa Angkutan Lebaran 2025, Penumpang KA Bandara Capai 390 Ribu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2025/03/VID-20250327-WA0011.mp4  Jogja, (pidjar.com) – PT Railink KA Bandara Medan dan Yogyakarta mencatat sebanyak 390.475 ribu masyarakat menggunakan layanan Kereta Api...

bisnis2 minggu yang lalu

Libur Lebaran, Stasiun Yogyakarta Optimalkan Peran Sebagai Stasiun Integrasi Antarmoda

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2025/03/VID-20250327-WA0011.mp4  Jogja,(pidjar.com) – Stasiun Yogyakarta memiliki keunggulan sebagai stasiun integrasi antar moda yang mampu melayani pemudik dan masyarakat untuk berwisata...

bisnis4 minggu yang lalu

Sambut Lebaran 2025, KAI Bandara Beri Diskon Tiket dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2025/03/VID-20250327-WA0011.mp4  Jogja, (pidjar.com) – Dalam rangka menyambut momen Lebaran 2025, PT Railink KAI Bandara di Medan dan Yogyakarta memberikan diskon...

bisnis3 bulan yang lalu

Libur Panjang Isra Mi’raj dan Imlek, 79 Persen Tiket Terjual di Daop 6 Yogyakarta

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2025/03/VID-20250327-WA0011.mp4  Jogja, (pidjar.com)– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mencatatkan penjualan tiket kereta api yang signifikan pada libur...

bisnis3 bulan yang lalu

Demi Lancarnya Perjalanan KA, Pusdalopka Rela Tak Ada Libur

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2025/03/VID-20250327-WA0011.mp4  Jogja, (pidjar.com) – Salah satu elemen penting yang memainkan peran strategis dalam menjaga kelancaran operasional kereta api adalah Pusat...

Berita Terpopuler