Pendidikan
Khawatir Muncul Generasi Individualis, Dewan Dorong Disdikpora Segera Lakukan Pembelajaran Tatap Muka
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga segera menerapkan pembelajaran tatap muka. Hal ini dikarenakan anak-anak sudah terlalu lama tidak mengikuti proses pembelajaran secara normal pada umumnya. Ada kekhawatiran tersendiri dari dewan jika semakin lama pelajar tidak segera masuk pembelajaran.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan kekhawatiran yang dimaksud adalah jika generasi kedepan justru akan menjadi generasi yang tidak cerdas. Karena pengetahuan mereka yang tidak luas, kemudian tidak mendapatkan pendidikan secara langsung dari pendidik.
Ketakutan lainnya, tidak menutup kemungkinan anak-anak akan menjadi makhluk individu, tidak memiliki keperdulian satu sama lainnya dan hilangnya budaya gotong royong.
“Hampir setahun ini anak-anak tidak ada pembelajaran secara langsung, dari PAUD, TK sampai dengan jenjang yang lebih tinggi lagi. Tentu ada beragam kekhawatiran dan keresahan, jangan sampai lah generasi kita menjadi tidak memiliki pengetahuan dan edukasi yang luas,” kata Heri Nugroho.
Untuk itu, dewan mendorong dinas terkait untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Sehingga akan ada interaksi dengan sesama usia dan pengetahuan serta pengalaman mereka di luar akan semakin luas.

“Pembelajaran secara langsung tentu harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mungkin bisa jadi separuh kelas dulu atau skema lainnya,” ujar dia.
“Pendidikan itu sangat penting menjadi pondasi utama,” sambung Heri.
Keseriusan untuk melakukan pembelajaran secara langsung dibuktikan dengan vaksinasi terhadap guru yang diutamakan. Pada tahap kedua ini, dinas kesehatan melakukan vaksinasi untuk pelayan masyarakat yang guru.
Sebelumnya, Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, jika dilihat jenjang pendidikan paling siap ialah SMP, SD baru PAUD. Hal ini berdasarkan pantauan sarana prasarana dan kesiapan guru pada survei sebelum Januari 2021 lalu.
“Kami sudah melakukan survei kesiapan per jenjang, dari 113 SMP ada 98% yang sudah siap,” kata Kisworo.
Kisworo mengatakan, untuk belajar tatap muka ini pihaknya sepenuhnya menunggu peraturan pusat. Menurutnya kebijakan ini satu komando.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
