fbpx
Connect with us

Pendidikan

Khawatir Muncul Generasi Individualis, Dewan Dorong Disdikpora Segera Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mendorong Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga segera menerapkan pembelajaran tatap muka. Hal ini dikarenakan anak-anak sudah terlalu lama tidak mengikuti proses pembelajaran secara normal pada umumnya. Ada kekhawatiran tersendiri dari dewan jika semakin lama pelajar tidak segera masuk pembelajaran.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan kekhawatiran yang dimaksud adalah jika generasi kedepan justru akan menjadi generasi yang tidak cerdas. Karena pengetahuan mereka yang tidak luas, kemudian tidak mendapatkan pendidikan secara langsung dari pendidik.

Ketakutan lainnya, tidak menutup kemungkinan anak-anak akan menjadi makhluk individu, tidak memiliki keperdulian satu sama lainnya dan hilangnya budaya gotong royong.

“Hampir setahun ini anak-anak tidak ada pembelajaran secara langsung, dari PAUD, TK sampai dengan jenjang yang lebih tinggi lagi. Tentu ada beragam kekhawatiran dan keresahan, jangan sampai lah generasi kita menjadi tidak memiliki pengetahuan dan edukasi yang luas,” kata Heri Nugroho.

Untuk itu, dewan mendorong dinas terkait untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka. Sehingga akan ada interaksi dengan sesama usia dan pengetahuan serta pengalaman mereka di luar akan semakin luas.

“Pembelajaran secara langsung tentu harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mungkin bisa jadi separuh kelas dulu atau skema lainnya,” ujar dia.

“Pendidikan itu sangat penting menjadi pondasi utama,” sambung Heri.

Keseriusan untuk melakukan pembelajaran secara langsung dibuktikan dengan vaksinasi terhadap guru yang diutamakan. Pada tahap kedua ini, dinas kesehatan melakukan vaksinasi untuk pelayan masyarakat yang guru.

Sebelumnya, Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, jika dilihat jenjang pendidikan paling siap ialah SMP, SD baru PAUD. Hal ini berdasarkan pantauan sarana prasarana dan kesiapan guru pada survei sebelum Januari 2021 lalu.

“Kami sudah melakukan survei kesiapan per jenjang, dari 113 SMP ada 98% yang sudah siap,” kata Kisworo.

Kisworo mengatakan, untuk belajar tatap muka ini pihaknya sepenuhnya menunggu peraturan pusat. Menurutnya kebijakan ini satu komando.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler