Pendidikan
Tahapan Awal Pembelajaran Tatap Muka Mulai Diusulkan Disdikpora
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setahun sudah pelajar di Indonesia menjalani belajar di rumah. Adanya pandemi covid19 yang terjadi membuat skema tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa ditiadakan. Banyak pihak mengkhawatirkan, skema belajar di rumah dengan sistem online seperti yang selama ini dilakukan akan membuat chemistry antara guru dan siswa berkurang, sehingga penyampaian materi tidak bisa maksimal.
Dalam beberapa waktu ke depan, KBM di lingkungan sekolah kemungkinan besar akan kembali diaktifkan. Namun begitu, lantaran pandemi covid19 masih belum selesai, nantinya akan diterapkan sejumlah prosedur guna menjaga keamanan serta kesehatan para siswa maupun guru. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mulai membahas sejumlah opsi untuk pengaktifan kembali KBM di lingkungan sekolah di Gunungkidul. Namun begitu, dalam hal ini masih tahapan awal.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eddy Praptono mengusulkan ada pertemuan tatap muka antara guru dan pelajar. Sifat dari pertemuan tersebut adalah konsultatif.
“Pertemuan konsultatif ini bersifat pendampimgan guru kepada pelajar yang akan menghadapi asessememt tes, khususnya berkaitan dengan soal yang mungkin diujikan,” kata Eddy, Senin (15/03/2021).
Dikatakan Eddy, pertemuan konsultatif ini tidak akan bertentangan dengan Instruksi Gubernur soal Belajar Dari Rumah (BDR). Kendati begitu, pertemuan tetap dilaksanakan terbatas dengan protokol kesehatan ketat.

“Pertemuan tatap muka tetap penting dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman, terutama berkaitan dengan prestasi pelajar dan kualitas pendidikan,” papar dia.
Senada dengan Eddy, anggota DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto menghendaki agar pertemuan tatap muka di sekolah dilakukan. Dikatakan Ari, sejauh ini, banyak orang tua wali yang mengadu bahwa belajar di rumah tidak efektif.
“Mereka mengeluhkan bagaimana pendidikan di rumah tidak bisa berjalan dengan baik, karena persepsi anak didik tidak sama,” ucap Ari.
Pihaknya juga sudah melakukan evaluasi dan monitoring kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul. Namun, adapun hasil evaluasi yang ia dapat, sebagus apapun metode pembelajaran jarak jauh tetap tidak maksimal hasilnya.
“Awal Januari lalu kami sebenarnya juga sudah koordinasi dengan Disdikpora berkaitan dengan persiapan tatap muka karena sudah ada ketentuan dari Kemendikbud namun ternyata tidak jadi,” jelas Ari.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
